Marka Jalan yang Dilupakan

Kemaren malem gw menyempatkan diri untuk mampir di Jakarta buat numpang tidur doang. Gw nyampe Jakarta jam 11 Malem dan kembali ke Bandung jam 7.00 pagi esok harinya. Di sepanjang jalan dari Bandung ke Jakarta, tepatnya saat gw melewati Cawang dan masuk ke Jl. Gatot Subroto, gw menemukan suatu hal yang hilang dari bentangan aspal hitam di jalan protokol itu: Marka Jalan.

Sudah cukup lama pasukan garis-garis putih itu “lenyap” dari beberapa jalan protokol di Jakarta, ada pula marka yang saling silang [tumpang tindih] yang membuat bingung para pengguna jalan. Padahal marka jalan dibuat untuk menjadi pedoman para pengguna jalan dalam berkendara, terutama untuk berbaris dalam lautan kemacetan jakarta [melihat keadaan jalanan jakarta yang... tau sendiri lah], walaupun pada akhirnya barisan mobil di Jakarta menjadi tidak rapi. Tapi sebenarnya marka jalan juga menjadi batasan atas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di jalanan. Misalnya, garis lurus yang ga terputus, tandanya si kendaraan ga boleh menginjak garis itu, dll.

Tapi realitas yang terjadi, sepertinya pihak yang berwenang, menganggap marka hanya sebagai “lukisan” jalanan. Sehingga (mungin) mereka menganggap kehadiran marka jalan tidak penting. Tapi hal ini bisa dibilang benar juga, karena perilaku beberapa pengendara tidak menghargai marka jalan sebagaimana mestinya. Dengan seenaknya menginjak garis lurus nan tak terputus, berhenti di depan garis di lampu merah, dll.

Sehingga dengan perilaku seperti ini, nampak marka jalan tak ubahnya “lukisan” jalan. Jika marka hilang, efek nyata yang terjadi adalah keadaan posisi kendaraan yang makin semerawut di jalanan. Karena tidak ada pedoman, pengendara tidak tahu patokannya dalam mengambi jalur. Yang dapat berakibat macet yang makin parah.

Dan pernyataan “Bangsa kita adalah Bangsa yang tertib” sepertinya akan menjadi mimpi belaka.

2 Responses to “Marka Jalan yang Dilupakan”


  1. 1 djunaedird January 19, 2008 at 12:52 am

    Itulah wajah negeri MU. Negeri saya juga. Ironi :?:

  2. 2 irfanhanif January 20, 2008 at 5:51 pm

    Ada satunya paw, marka yang g dilupakan (oleh saya dan oleh polisi). Letaknya di daerah jawa tengah, jalur lintas selatan. Disana Polisinya selalu siap siaga nangkepin orang yg nglanggar marka lurus, gw sendiri uda 2 kali kena,, Huehehe.

    Yang ngeselinnya jalannya tu gelap, kanan kiri hutan pinus, cuma ada 2 jalur (satu jalur tiap arah), dan rada menanjak. Klo pas ada truk didepan, tinggal pilih antara uji kesabaran atau uji keberuntungan. Klo ‘apes’ ya berhadapan dengan pak polisi.

    Dasar polisi.


Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Planet IF

  • Women and High Heels
  • One of my daydreamings
  • Nostalgia Streets of Rage
  • Kecanduan Plurk
  • Semester Baru

Blog Stats

  • 32,496 hits