Tanggal 25 Januari lalu tepat hari kedua pemutaran film Radit Dan Jani yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Fahrani. Gw, ume dan dede menyempatkan diri menonton film itu, yang merupakan suatu ketibatibaan alias mendadak. Hehe.. Kenapa? Karena awalnya kami ingin menonton Automatically Romantic alias Otomatis Romantis yang dibintangi oleh Tora Sudiro, Marsya Timothy, Tukul, Wulan Guritno, Tarzan, dll. Tetapi pada saat kami sampai di depan loket, ternyata film Radit Dan Jani yang cukup ditunggu dede sudah keluar, akhirnya kita jadi nonton Radit Dan Jani.
Film ini menceritakan tentang kisah cinta seorang Radit (Vino G. Bastian), seorang musisi yang menunggu demo tape-nya diterima label, dengan istrinya Anjani a.k.a. Jani (Fahrani). Fokus cerita ada pada bagaimana pasangan muda ini mengarungi hidup dengan segala kesusahan, kesedihan, kesenangan, denial, dan problematika finansial. Radit adalah seorang musisi yang suka menggunakan jaket kulit khas rocker pisan, dengan ketergantungannya atas narkotika dan attitude yang kurang baik. Sedangkan Jani adalah seorang perempuan yang sangat setia kepada Radit, membantu Radit (his partner in crime), dan berasal dari keluarga yang sejahtera, punya Ayah yang tidak terima dengan kondisi Radit yang tidak punya pekerjaan tetap, lalu dia punya Ibu yang sangat mengkhawatirkan anak sulungnya itu, dan punya adik yang tergambar cukup pintar dan geek.
Jalannya cerita sangat terfokus pada pasangan muda ini, tidak melebar kemana-mana dengan tokoh yang banyak. Film ini juga fokus dalam menggambarkan kesulitan mereka mengarungi kehidupan. Jani juga digambarkan sangat “terbius” oleh Radit. Jika ada suatu momentum kesedihan [hoek, bahasanya..], dimana mereka berdua menangis berjamaah, Radit yang berpikir dia tidak dapat membahagiakan Jani tetap ingin membuat dirinya menjadi satu-satunya orang yang dapat membahagiakan hidup Jani dengan mengatakan, “Suatu hari nanti.. Kita akan punya uang blablabla…”. Dan Jani pun “luluh” dengan janji dan harapan Radit. Sungguh suatu kelangkaan dimana seorang perempuan sangat sabar dan setia dalam menghadapi kehidupan yang sangat sulit.
Menurut gw ide cerita dan moral dari cerita film ini baik, namun gw merasa alur film ini terasa datar, alur yang lamban membuat ngantuk, dan sedikit diulang-ulang sampai gw bosan sendiri, karena inti permasalahannya adalah datarnya film tersebut. Baru pada saat cerita mencapai klimaks dimana permasalahan mereka mulai kompleks dan Radit mulai menyadari bahwa “he’s not the right person for her”, baru gw merasakan dinamika dari cerita ini. Sedih memang melihat keadaan mereka yang seperti tergambarkan adegan per adegan, sehingga membuat para penonton lain, terutama yang cw, ikut sedih, menangisi keadaan mereka, minimal mata mereka berkaca-kaca.
Tapi kalo buat gw dan dede? Gw menganggap tangisan di film itu adalah tangisan generasi sinetron, hehe.. No offence..
Coba film ini bisa lebih memainkan emosi penonton dan menyuguhkan dinamika, tentu kesedihan kehidupan mereka akan lebih mengena di hati para penonton. By the way, film ini tergolong unik.
pras.. sarah niy!! lg blogwalking men.. blog lo bagus, hihi.. gw link ya? visit my blog too at http://peacewithmyself.blogspot.com/
JUST IF U HAVE MORE TIME TO IT, ok! cheers.
Ho.. baru nonton tadi…
dulu udah sih.. cuma ga konsen nontonnya…
Yang jelas.. Fahrani Keren banget….
Aslinya juga mantabh…
VIN… LO KO
aloow…..bro wah film ini emn gw banget !! gw suka banget ama film ini ,, ini nyeritain masa depan gw besok !! apakah bgini hidup gw besok ????? dengan film ini gw jadi lebih berhati2 ngambil jln di masa muda gw !!! GW SALUT BGT COY……………..
yang jelas gw gak munafik…………..
gw emang suka kehidupan rock n roll ………….
n FREE SEX…………..
tapi bagi yang gak suka sama kehidupan menurut cerita yang di ceritain di atas…………..
JANGAN !!!! sekali2 nonton !!!!!
alvin……
filmnya krenk banget SUMPAH!!!!!!!!!!!!
LOV U BODOHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!
ae…….sumpah dech gue suka banget ma film ini….
kapan yoww vino maen ndek rmh gue…..eh vino loe inspirasi hidup gue……jangn biarkn rock n roll mati……!!!!!!!!1
mang sih buat ktmu loe tu gak mungkn…..loe jauh ndek sana gue ndek sini’ tapi gue selalu berharp agar bisa ketemu loe…..???
salam buat gue vino
bodoh……..