Supir CitiTrans (Kembali) Mengecewakan

Gw akhrnya naik travel (baca: CitiTrans, karena overall gw masih suka pake travel ini) lagi setelah cukup lama bolak balik jakarta-bandung ga pake travel. Setelah keluhan gw di bulan juli tahun lalu, gw ga ngerasain hal-hal yang gw keluhkan waktu itu dalam memakai jasa ini, bisa jadi karena gw selalu tidur di jalan, jadi ga ngerasa :P . Tapi hari ini kembali gw dikecewakan dengan kualitas mengemudi supir cititrans yang.. hmm.. gw coba bahas (lagi) deh sekarang.

Kali ini gw naik CT-07 jam 18.00 tanggal 14.03.08 dari bandung ke SCBD. Jelas gw ga tau identitas supirnya, karena gw duduk di kursi nomor 4, dan sekeliling sudah gelap, serta gw nya juga ga kenalan sama pak supir. Dengan kondisi gw yang sedang masih pake tongkat gw sangat menginginkan kursi nomor 4, karena punya leg room yang cukup lebar, ga paling belakang dan ga deket pintu.Mobil berangkat agak telat dari jadwal karena si mobilnya sendiri juga dateng telat ke pool. Setelah (sepertinya) sang supir bertukar tugas dengan partnernya [dimana AFAIK bahwa satu armada dipegang oleh 2 supir, CMIIW], kita berangkat ke arah pasupati.

Bibit-bibit asmara kegelisahan mulai gw rasakan saat mobil baru turun dari pasupati dan di junjunan lagi macet. Caranya mengerem dan menggas [maksudnya menginjak gas] yang terasa “selera-balap-salah-alamat”. Remnya mendadak dan dalam, dan gas yang ngegeber. Tentu akan terasa tidak nyaman jika selera itu diaplikasikan ke mobil isuzu elf yang punya suspensi yang cukup empuk.

Menurut gw, watak pengemudi yang asli akan terlihat salah satunya saat di jalan tol. Sang pengemudi CT-07 ini menjalankan mobil dengan rata-rata kecepatan yang cukup tinggi lah, tapi masih dalam batas normal [gw rasa dia lari di 100-120 km/jam]. Ini bukanlah suatu masalah buat gw, karena ngebut itu halal, asal aman :P

Tapi, sang pengemudi mulai mengecewakan gw. Saat berpindah jalur, dia, bisa dibilang, membanting setirnya ke arah jalur yang baru. Bodi mobil pun jadi limbung dibuatnya. Di samping itu, dia berpindah jalur dengan tiba-tiba, efek dari cara dia untuk membanting setir.

Kekecewaan berubah menjadi rasa takut, karena kejadian di keluhan gw sebelumnya terjadi. Dia menempel rapat kendaraan di depannya hingga jarak kurang dari 1 meter sambil memberi lampu jauh, jika ingin mendahului kendaraan tersebut, dan kendaraan itu berada di jalur kanan. Sungguh menakutkan!

Dosanya yang lain, karena kebiasaannya yang memacu laju kendaraan se-”optimal” mungkin dan menempel ke kendaraan depannya [kayak ngikutin scout kalo di NFS carbon], saat kendaraannya di depannya mengerem, tiba2 dia mengerem agar tidak “mencium” depannya. Cara mengeremnya? Tidak diragukan lagi, sangat buruk! Karena dia tidak menjaga jarak aman, jadinya dia mengerem sekuat mungkin, walhasil bodi mobil jadi tertekan ke arah depan. Gila tu supir!

Dia juga hobi mengambil bahu jalan. Udah satu paket lah sama dosa-dosan lainnya. Gw udah ga tahan lagi kalo jakarta-bandung ato sebaliknya kayak gitu, bisa2 gw jantungan. Dia juga kalo lagi kenceng2 gitu, lalu di depannya melambat, dia melakukan late braking sambil liat2 kali2 jalur sebelah bisa lebih cepet. Wah, yang ini gila banget deh!

Smua stylenya ini dikombinasikan menjadi satu dengan cuaca yang hujan dan malam yang gelap. Ga tahan gw. Mau paksain tidur tapi ga tenang. Nantilah gw komplen ke CitiTrans.

Sungguh mengecewakan, karena menurut gw CitiTrans sang “executive shuttle” [jargon yang bisa dibaca di semua lembar tiketnya] hanya menonjolkan keeksklusifan personal seat yang bisa diatur senderannya, tanpa memberikan jaminan keamanan, keselamatan dan kenyamanan kepada para penumpangnya. Denger2 langganan travel gw yang lain, X Trans, udah bisa ngatur sang supir buat nggak ugal2an, padahal dia punya jargon “on time shuttle”, yang [mungkin] fokus pada ketepatan waktu, yang [mungkin] kasarnya bisa berakibat pada style kejar setoran.

Kesimpulan sementara gw saat ini yang pasti masih bisa berubah, cititrans: travel eksklusif, supirnya juga ekslusif, karena mantan pembalap liar :P

Apakah seperti ini standar mengemudi supir CitiTrans? Ada yang punya pengalaman sama seperti gw rasakan?

2 Responses to “Supir CitiTrans (Kembali) Mengecewakan”


  1. 1 adipersada March 15, 2008 at 5:50 pm

    yah kalo gitu mah ke customer service aja paw
    kasitau jam perjalanan lo ke jakarta
    ntar kan pasti dicatet tuh nama sopirnya..

    hehe, gimana?
    solusi tepat bukan

  2. 2 [PaW] March 15, 2008 at 8:10 pm

    @ bayu :
    betul. makanya nanti gw mau ke pool yang di DU, baru dah komplen di sana, kalo komplen di Jakarta mah sama aja boong. hehe.. ya ini gw mo sharing ‘pengalaman’ gw aja.. hehe :D


Leave a Reply




Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 82,424 hits