Siapa Duluan

Saat ini gw lagi kangen-kangennya sama keadaan kota di Eropa. Kenapa? Karena gw suka aja sama ketertiban, kenyamanan, kebersihan, kedisiplinan dan keteraturan kota tersebut. Gw membayangkan kalo kota-kota di Indonesia bisa seperti kota-kota di Eropa.

Untuk mencapai impian gw [yang gw yakin juga menjadi impian sebagian besar orang Indonesia], maka kita harus mulai merubah diri agar dapat menciptakan lingkungan seperti yang gw jelaskan sebelumnya. Setiap individu hendaknya mulai tertib, disiplin, buang sampah pada tempatnya, menyeberang jalan pada tempatnya, dan lain-lain. Intinya, mulai merubah dari diri sendiri. Ya kan?

Tapi, kita tau kebiasaan memang susah diubah, kalo hanya segelintir orang yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik, tapi lingkungan sekitarnya tidak ada yang mengikutinya, maka orang-orang yang belum teguh hatinya untuk merubah dirinya akan kembali ke budaya aslinya.

Ga cukup sekedar kata-kata atau imbauan atau peraturan pemerintah sekalipun untuk mengubah kebiasaan seseorang [bisa dibilang menjadi budaya]. Karena faktanya, sang pemberi peraturan pun juga ikut melanggar! Bangsa kita bukan [atau belum menjadi?] bangsa yang bodoh, tetapi bangsa kita seperti sekumpulan orang bodoh! Bahkan ada yang sombong atas kebodohannya! Sudah tau salah, tetap dilanggar. Sudah tau ga boleh, tetap aja nakal.

Misalnya ni, gw ambil contoh ya yang ada di acara metroTV, snapshot. Di episode tentang motor, banyak yang melanggar peraturan karena banyak alasan [bodoh]! Lalu, misalnya angkot, suka ngetem di pojokan simpang empat. Kalo ditanyain, mereka tau itu ga boleh, tapi ya tetep aja ngetem di situ sampe 10 menit lebih.

Bagaimana impian kita itu bisa kesampaian? Contoh lagi, pemerintah Jakarta dan warganya ingin mengurangi tingkat kemacetan jakarta, tapi effort yang dilakukan pemerintah? Tambal sulam dan tipu-tipu. Alih-alih memperbaiki sistem yang ada, malah mencari proyek baru. Mengapa ga dari awal sistem bus kota ga dibenahi? Malah terkesan menganaktirikannya? Kasarnya:

Bus kota ga nyaman dan ga reliable -> Memakai angkutan pribadi -> Macet -> Bus kota rugi karena macet dan orang2 yang pake angkutan pribadi juga stress sendiri

Masalah banjir? Alih-alih memperbaiki sistem drainase yang buruk, malah membela diri sistem drainasenya tidak ada masalah. Buktinya? Liat aja tukang sapu jalan yang [maaf] menyapu jalan, lalu bukannya membuang hasil sapuannya ke tempat sampah, malah di-’simpan’ di dalam got.

Gw pengennya sih angkot atau bus kota bisa teratur saat menaikturunkan penumpang. Tapi, ga salah dong angkot-angkot berhenti di mana saja semaunya, karena emang haltenya ga ada?! Hitung ada berapa halte di jalur angkot di bandung?

Jadi siapa duluan yang harus berubah? Ga ada.
Kita harus bareng-bareng mulai berubah. Mulai dari diri sendiri, baru ke orang lain. Kalo nggak, 50 tahun ke depan pun kondisinya ga bakal lebih bagus daripada saat ini. Atau memang bangsa ini tidak dididik untuk menjadi bangsa yang tertib?

[Karena ini blog salah satu isinya tulisan, ya gw cuman bisa memberi tulisan aja]

3 Responses to “Siapa Duluan”


  1. 1 Ray Rizaldy April 21, 2008 at 4:36 pm

    Ayo, mulai bareng paw…
    buang sampah pada tempatnya dari sekarang…
    naik-turun angkot/bis di halte (atau setidaknya di bagian jalan yang melebar…. setau daku si itu yang harusnya jadi halte di bandung)…

  2. 2 ghifar April 23, 2008 at 6:57 pm

    iya nih paw, klo gini terus, bukan cuma ga tertib doank. gw ga bisa ngebayangin gmn 50 thn ke dpn dunia dah ga ada airnya (he3, gara2 abis baca mading hmif tentang ‘Cerita dari Masa Depan’)

  3. 3 irfanhanif April 23, 2008 at 7:38 pm

    Koq jadi ngomongin air sih,, perasaan hari bumi dah lewat kemaren… :D

    Setuju paw,, kita harus berubah.
    Klo gw suka kesel klo pas ngeliat budaya ngantrinya motor diperempatan bandung yang suka nyerobot dari jalur bwt belok kiri.. (dateng belakangan udah pengen ambil depan aja).

    Jadinya daripada diserobot mulu, gw sering ikut kayak gitu juga. >_<.
    Tapi ga koq klo gw pas ngga lagi buru2, semisal balik ke rumah,


Leave a Reply




Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 83,484 hits