Setelah ada razia dimana-mana, termasuk di toko komputer, lalu juga kantor-kantor, sekarang mulai ada razia laptop di tempat umum! Salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Tangerang. Menurut detik, razia ini dilakukan secara acak dan tidak tetap terhadap laptop para penumpang dan calon penumpang di bandara CGK.
Menurut isu-isu di beberapa milis, razia laptop ini adalah bentuk dari sweeping software bajakan, tapi menurut seorang petugas imigrasi, razia bukan merupakan sweeping software bajakan. Jadi apa yang dicari pada razia? kokain.jpg? ato tutorialKonsumsiPutaw.avi? Hehehe…
Bingung..
ini bukannya hoax ya?
@ anggri :
ternyata ada beneran tuh ==a
waduh, kalo kata kompas.com, AP II membantah ada razia laptop.. waduh,, jadi inget posting gw tentang “Berita: Yang Penting Cepat atau Benar?”
ini mana yang bener si?
hahaha, mungkin ada modus baru dalam pengeriman paket putaw….
dimasukin dalem laptop..
Mungkin petugasnya cari koleksi “gambar2″ baru.
Daripada download sendiri…. He..3x
Tp kalau sampai razia laptop di bandara sih, ya keterlaluan.
Katanya BSA & POLRI hanya merazia software bajakan yg dipake bisnis? Dan software bajakan yg dipakai di kantor pemerintahan & aparat keamanan dibiarkan dgn alasan TIDAK DIPAKAI BERNISNIS? Mana yg bener? Dasar pemerintahan kita orgnya slow learner semua
Saya senang sekali, setelah SAYA berkunjung ke Indonesia, ternyata kacung-kacung saya di pemerintahan Indonesia telah melaksanakan instruksi saya supaya memeriksa laptop-laptop yang berisi software bajakan.
Salah kalian sendiri, kenapa memakai software bajakan. BELILAH SOFTWARE MICROSOFT ASLI supaya perusahaan saya tetap untung. DAN JANGAN MEMAKAI LINUX, karena kalau kalian memakai Linux akan merugikan perusahaan saya.
Saya akan berkunjung ke Indonesia lagi, dan berikutnya saya akan membuat hukum yang melarang memakai Linux. HA HA HA!!
Eh, beneran nih? Kirain hoax doang. Gw baru lewat bandara bersama laptop tercinta, ga diperiksa apa”an, tuh! Coba diperiksa, trus dia dapetin kalo sopwer gw asli.. Weeek, salah tangkep, mas
Hehe, anyway, kan ITB ada campus agreement yang SN-nya di-share orang” sekampus. Itu asli juga, kan? Pake itu aja…