Wall-E

wall-e-poster-final

Sudah lama gw ga mengupdate blog ini, bukan karena terlantar akibat kelalaian sang author, tapi karena akhir-akhir ini banyak kegiatan yang membuat gw sulit agak malas buat mosting blog. Thanks to plurk :P

Cukup intronya, kali ini gw mau ngebahas tentang film yang paling baru dari disney-pixar dan film yang paling terakhir gw tonton: WALL-E.

WALL-E bercerita tentang sebuah robot bernama wall-e [yang merupakan singkatan dari Waste Allocation Load Lifter Earth-Class] dalam “berpetualang”. Kenapa “berpetualang”? Karena pada awalnya diceritakan kisah hidup wall-e yang merupakan sebuah robot pengepak sampah. Diceritakan bumi sudah tidak layak lagi untuk ditinggali karena sudah terlalu banyak sampah menggunung dan pada akhirnya manusia meninggalkan bumi dan hidup pada sebuah koloni antariksa yang bernama AXIOM. Semua ini menjadi mungkin karena dunia sudah dikuasai sebuah mega-corporation yang bernama Buy ‘n Large (BnL) yang menguasai semua perekonomian, termasuk pemerintahan. Karena sampah yang sudah menggunung dimana-mana, dibuatlah wall-e sebagai robot pengepak sampah.

Awalnya manusia hidup di AXIOM hanya dalam waktu 5 tahun, selagi wall-e membersihkan sampah-sampah yang ada, namun pada akhirnya bumi dinyatakan terlalu berbahaya untuk ditinggali, maka manusia tetap hidup di AXIOM hingga 700 tahun lamanya. Digambarkan manusia-manusia yang hidup di AXIOM semuanya gendut dan malas. Hanya duduk di kursi mereka dan semua kebutuhan mereka dibantu oleh robot-robot. Berdiri pun mereka sulit. Mereka sibuk dengan hologram [layar virtual] di depan mereka sampai-sampai mereka tidak pernah berinteraksi langsung dengan orang lain.

Beginilah latar kehidupan yang diangkat di film ini. Later, wall-e bertemu dengan EVE, sebuah robot peneliti yang dikirim dari AXIOM. Instruksi dari EVE adalah mencari tanaman hidup di bumi. Sekonyong-konyong wall-e “jatuh cinta” dengan EVE. Tiap adegan di film ini digambarkan dengan sangat apik! Disney-pixar memang ga bisa dipungkiri lagi sebagai maestro pembuat film-film animasi dengan tingkat personifikasi karakter yang tinggi. Cerita yang diangkat pun pasti mempunya moral of story yang sangat bagus. Sebut saja Finding Nemo. Cerita sebuah clown fish yang terpisah dari ayahnya. Personifikasi dari karakter-karakter di finding nemo sangat baik sehingga emosi penonton pun terbawa. Begitu juga pada wall-e. Mimik dari robot pun berhasil tergambarkan dengan sangat emosional. Walaupun pada awal film dapat dibilang hanya ada sedikit dialog [sampai gw bertanya-tanya ini film ga ada dialognya apa ya?], tapi tingkah laku dan mimik dari wall-e dan EVE serta robot-robot lain sangat “manusia”.

Gw sangat suka film ini, karena seperti biasa, gw suka film-film animasi disney-pixar: toy’s story, a bug’s life, finding nemo, finding nemo, the incredibles, cars, ratatouille dan terakhir wall-e. IMDB pun memberikan rating wall-e 8.7/10. Gw rasa film ini sangat direkomendasikan buat ditonton. Hehe.. Setelah nonton, coba main ke Wall-E Official Site lalu coba buat robot yang kita mau. Hehe..

Ada fakta yang lucu dari wall-e. Digambarkan bahwa kecoa adalah hewan yang paling adaptif di dunia, bahkan saat dunia penuh dengan sampah dan hanya ada wall-e, kecoa pun ada di sana. Hehe..

Ada sedikit potongan dialog wall-e dan eve yang cukup notable.

Eve: Name?
WALL.E: WALL-E.
Eve: WALL-E?
[giggles]
Eve: Eve.
WALL.E: Eva?
Eve: Eve.
WALL.E: Eeeeeva?
Eve: Eve! Eve!
WALL.E: Eeeeeva?

16 Responses to “Wall-E”


  1. 1 memorabiria August 19, 2008 at 10:28 pm

    Setuju!disney pixar emang top!iya pras,ni film awalnya kaya film bisu.hohoho

  2. 2 arnet August 20, 2008 at 11:06 pm

    nonton Wall-e filmnya bagus,lucu dan menyentuh hati…mungkinkah puluhan tahun ke depan kita menjadi apatis pada manusia disekitar kita dan hanya sibuk memencat mencet komputer,laptop, HP, remote atau malah layar hologram……

  3. 4 adit August 22, 2008 at 4:09 pm

    ini pilem mantabs bin keren, moral of the storynya dapet banget …

  4. 5 dwinanto August 23, 2008 at 2:42 am

    Kapan ya nih film ada di RiLeks,. :D

  5. 6 .sippa. August 23, 2008 at 11:53 pm

    nih pelem bikin adek gue autiss… tiap hari teriak2 “woll ii. ivaa ivaa… woll ii..”

    tukeran link yuu

  6. 7 andi August 25, 2008 at 10:46 pm

    jadi pingin punya wall e. sampah dikampungku udah bajibun banyaknya.. siapa tau bisa ngatasi.. he..
    filmnya keren! tapi lebih bagus kungfu panda kok!

  7. 9 uchenk September 19, 2008 at 4:00 pm

    “woll ii. ivaa ivaa… woll ii..” :lol:

    walopun telat ngomen, tapi aku setuja (klo kata tukul, “setuja” ini levelnya lebih tinggi dari pada “setuju”) paw..
    wall-e bagus,
    tp lebih bagus lagi klo nontonnya bersama pasangan..
    sayangnya aku nontonnya bareng2 hmif di 7602..
    jadi sedikit berkurang feelnya dari sisi romantism..

    kekekekekek..

  8. 10 chahya October 27, 2008 at 1:41 pm

    cool abis ngegambarin kehidupan manusia jaman sekarang…………..


  1. 1 Wall-E « annova Trackback on August 23, 2008 at 11:05 am

Leave a Reply




Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 83,483 hits