Ujung Genteng Trip: Perjalanan dari Bandung ke Ujung Genteng

Akhir pekan lalu saya dan beberapa teman pergi ke ujung genteng untuk berlibur. Agak aneh memang, berlibur di tengah kesibukan kuliah, namun di sini sensasinya. Di saat kita sedang berada pada puncak tekanan, sekiranya kita butuh sedikit kegiatan untuk melepaskan penat. Dan kali ini kegiatan yang dilakukan adalah pergi ke Ujung Genteng.

Ujung Genteng (UG) adalah sebuah daerah di selatan Jawa Barat. Secara administratif UG berada di kabupaten Sukabumi, dan secara geografis UG terletak kurang lebih 225 kilometer (hasil perhitungan perjalanan bandung-UG) barat daya Bandung dan kurang lebih 85 kilometer selatan Palabuhan Ratu.

Ada apa di Ujung Genteng? Mungkin ini pertanyaan yang ada di benak kita, karena belum banyak orang yang mengetahui keberadaan UG. Terdapat beberapa pantai di UG, kebanyakan pantai di sini menghadap barat, namun karena letaknya di ujung dan ada sebuah tanjung, maka ada juga pantai yang menghadap timur, dan juga selatan. Jadi dalam keadaan cuaca yang baik, kita bisa melihat sunset dan sunrise di Ujung Genteng. Pantai di sana masih putih, dengan ombak laut selatan pulau Jawa yang terkenal besar, namun di Ujung Genteng, terdapat sebuah pantai yang cukup berkarang, dan ombak besar ini pecah 200 meter dari bibir pantai, sehingga kita punya daerah sejauh 200 meter ke arah laut lepas dengan keadaan ombak kecil dan landai. Air laut di sana masih jernih, sehingga saat surut kita bisa melihat beberapa mahluk hidup yang tinggal di ekosistem pantai sambil berjalan-jalan.

Selain itu terdapat penangkaran penyu di sana. Biasanya banyak penyu yang datang ke pantai untuk bertelur, dan penangkaran penyu di sana bertugas untuk memindahkan telur dari pantai  ke tempat penangkaran, agar telur-telur tadi tidak dicuri orang dan populasi penyu tidak terus merosot.

Okeh, tadi sekilas cerita tentang ujung genteng, sekarang kita masuk ke travel report-nya.

Kami (ada 14 orang: Shena, Made, Rindang, Ume, Jason, Iqbal, Surya, Kukuh, Ndul, Andra, Laris, Fany, Andika dan Saya) berangkat dari Bandung jam 3 pagi, tapi baru keluar dari Bandung jam 1/2 4. Kami konvoi dengan 3 mobil menuju Ujung Genteng melalui rute Bandung – Cianjur – Sukabumi – Lengkong – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng. Masuk jalan tol padalarang, lalu keluar di Padalarang. Lalu dari Padalarang ke Cianjur melewati jalan yang terbilang baik dan lurus, lepas Cianjur ke arah Sukabumi jalanannya mulai berbelok, namun masih tergolong dapat dilibas dengan kecepatan yang cukup tinggi, kualitas aspalnya juga tergolong baik. Namun saat masuk Sukabumi ada beberapa bagian aspal yang keriting. Sampai Sukabumi sudah masuk waktu Subuh, kami pun berhenti sejenak di mesjid untuk shalat Subuh. Jam 1/2 6 kami pun melanjutkan perjalanan ke arah Lengkong. Jalanan yang kami lalui cukup baik lepas dari sukabumi, tipikal jalan bukit namun tidak terlalu berkelok-kelok. Sebenarnya itu jalan utama dari Sukabumi ke Palabuhan Ratu, namun kami tidak melewati Palabuhan Ratu (tapi nanti saat perjalanan pulang kami melalui Palabuhan Ratu), sampai di Cikembar, kami belok kiri ke arah Lengkong.

Perjalanan dari Cikembar ke Surade melalui Lengkong bisa dibilang mengasyikkan bagi para pengendara yang menyukai jalanan berbukit yang banyak kelok dengan pemandangan yang indah. Kualitas aspalnya sendiri tidaklah buruk, hanya saja jalanan cukup sempit dibanding jalan antar kota biasa. Apalagi jalanan yang cukup berkelok membuat kecepatan tempuh tidak bisa terlalu tinggi, kisaran 40-60 km/jam saja. Saya termasuk orang-orang yang menyukai tipikal jalan seperti ini, hanya saja di tengah perjalanan kami berpapasan dengan rombongan haji dari daerah tersebut. Dan rombongan haji ini tak sedikit yang menggunakan bus besar (kapasitas 55 kursi) dengan jumlah 2-3 dalam satu rombongan. Hal ini yang terkadang membuat kami ngeri karena berpapasan dengan bus besar di jalan yang cukup sempit. Kami sempat berhenti dan minggir dari jalan untuk memberikan jalan. Jalanan dari Cikembar ke Surade begitu berkelok sehingga membuat teman-teman menjadi bosan, karena tidak sampai-sampai. Malah iqbal nyeletuk, “Paw, kita mau ke pantai apa ke bukit sih?”. Hehe..

Setelah sampai di Surade, perjalanan mulai mengasyikkan, jalanan mulai lurus dengan aspal yang cukup baik, sehingga kami bisa meningkatkan kecepatan tempuh. Sudah 6 jam di dalam mobil, dan 1 jam berhenti di dekat Cikembar untuk sarapan, membuat kami ingin cepat sampai. Benar saja, tak lama setelah kami melewati Surade, kami akhirnya sampai di Ujung Genteng. Setelah membayar retribusi masuk, Rp. 2000 per orang dan Rp. 4000 per mobil, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat penginapan kami: Pondok Hexa.

Akhirnya setelah kurang lebih 7 Jam perjalanan kami pun sampai di Pondok Hexa. Kami menyewa satu buah bungalow dengan dua buah kamar tidur dan dapur seharga Rp. 460.000 semalam. Kami pun langsung mengeluarkan barang-barang dari mobil. Para supir (termasuk saya) terlihat cukup lelah, namun tidak terasa karena kalah dengan rasa senang sudah sampai di pantai. Hehe..

Setelah duduk dan istirahat sebentar, kami pun langsung pergi ke pantai untuk melihat-lihat keadaan. Pantai putih dengan laut yang tenang karena ombak pecah di tengah-tengah menyambut kami. Kami pun mulai bermain di pantai, frisbee yang saya bawa langsung dimainkan, dan kamera yang juga saya dan ume bawa langsung dimainkan. Hehe.. Lelah kami di perjalanan pun mulai terbayar :D

Oya, bagi yang bertanya-tanya ujung genteng dimana, ini ada peta untuk menggambarkan letak persis Ujung Genteng :D

peta jawa barat

About these ads

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

18 Responses to Ujung Genteng Trip: Perjalanan dari Bandung ke Ujung Genteng

  1. Rie says:

    Asik juga nich buat dibaca-baca untuk pelepas lelah dan penambah wawasan.
    Keep writing!
    Kunjungi blog-ku yach, kapan-kapan…
    rie-try.blogspot.com
    and
    rielize.multiply.com

  2. Bunyamin says:

    infonya cukup lah, untuk anak saya yang mau touring dari bandung ke ujung genteng, cuma yg saya blm tahu kalau pake motor kira2 berapa jam ya?

  3. hampura says:

    Kalo pake motor jauh nggak ya ?

  4. Goohard says:

    thanks ya info nya..

  5. agashi says:

    kyaknya menarik juga gan…

  6. dhani says:

    Thanks a lot 4 Info

  7. ohim says:

    wahh,,, infonya membantu sekali..
    cuma saya mau nanya nih, perjalanan kesana jika cuma 1 mobil berbahaya gak ya?
    mohon bantuannya
    terima kasih

  8. abah says:

    nuhun dulur infona..
    ku sim abi bade d cobian insya allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: