Archive for the 'jalan-jalan' Category

Puasa Sekedar Strategi Pemasaran?

Pertama-tama, maafkan saya jika judulnya terkesan “keras” ataupun sok pinter, tapi ini yang saya rasakan akhir-akhir ini. Kedua, post ini tidak ada hubungannya dengan ilmu pemasaran ataupun ekonomi ataupun ilmu-ilmu lainnya, apalagi kalau ilmu hitam, hehe..

Begini ceritanya, beberapa kali saya berbuka puasa di tempat makan, let’s say restoran dan semacamnya. Karena dari tahun ke tahun biasanya buka di kosan dengan seadanya, sekarang pengen mencari suasana baru dengan berbuka di luar. Pada satu kesempatan, saya berbuka dengan teman-teman saya di sebuah restoran di bilangan Jl. Trunojoyo, Bandung. Di tempat makan itu seperti kebanyakan restoran, mereka menyediakan free ta’jil (kenapa ga sekalian free makanan yah :P ). Diiringi lagu2 islami, dari jam 5 sampai maghrib saya nongkrong di sana menunggu buka, yang terdengar adalah lagu-lagu islami. Saya berpikir,”wow, hebat juga sekarang di mana-mana shopping center dan restoran nyetel lagu2 islami”.

Lambat laun, restoran tersebut mulai ramai oleh pengunjung yang ingin berbuka di sana. Jam 6 kurang sekian menit, dari pengeras suara pun dikumandangkan azan yang di-streaming dari radio lokal. Alhamdulillah, saatnya kami berbuka pada saat itu. Saya pun memakan free ta’jil tersebut hingga habis, dan setelah ngobrol-ngobrol panjang namun makanan tak kunjung tiba, saya pun ingin shalat maghrib dulu.

Naasnya, salah satu teman dari kami, Jason, bilang kalau ga ada musholla di restoran itu. Tempat shalat ada, tapi sekelilingnya kotor dan terpencil serta kecil banget, dia bilang seperti itu. Sehingga Jason pun tadi pada saat mau shalat ashar, dia shalat di mobil karena dia rasa tempat shalat yang ada tidak memadai. “Gila”, pikir saya waktu itu. Restoran bagus, musik latar yang disetel lagu islami, dapat free ta’jil pula, tapi tempat shalat ga ada?!

Saya (waktu itu juga bareng winda) pun minta diantar Jason ke tempat shalat yang dia bilang ga banget tadi. Ternyata tempat shalatnya ada di ruang loker pegawai, yang ada di ujung belakang gedung, yang cuma muat 2 buah sajadah. Lantai untuk shalat memang lebih tinggi 10 centimeter dari lantai yang lain, namun pada lantai yang lain ini terlihat jelas jejak-jejak sepatu kotor. Kalau mau wudhu pun di kamar mandi yang terletak di sebelah ruang loker tadi, dengan kondisi yang seadanya.

Mau ga mau, kami pun shalat di sana. Bayangkan yang datang berbuka di restoran itu ada hampir 100 orang, dengan waktu maghrib yang sesingkat itu, namun tempat shalat yang ada hanya muat 2 orang. Setelah saya shalat, saya melihat sekitar dan berpikir, orang sebanyak ini buka puasa pada bisa shalat ga ya?

Gimana yah, yang terpikir pada saat itu, dengan (tetap) diiringi musik latar lagu islami, ini kok orang buka puasa yang dikasih cuma free ta’jil dengan makanan-makanan enak, tapi ga dikasih fasilitas tempat shalat yang memadai, yang jelas-jelas wajib dilakukan selain membatalkan puasa.

Di kesempatan yang lain, saya sempet makan di sebuah tempat makan di daerah Dago, di sana malah azan hanya di-streaming via radio sampai lafal “Asyhadu anna muhammadarrasulullah”. Minimalis. Sekedar terdengar “Allahu Akbar”, dan berbukalah kalian, begitu pikir saya. Setelah streaming azan tadi dipotong, langsung dilanjut dengan lagu islami. Memang ada keharusan nyetel lagu islami bagus2, tapi untuk sekedar streaming azan aja dipotong dan minimalis begitu. Ckckck…

Ada lagi di tv (baca: infotainment), dapat kita lihat, banyak musisi yang berlomba-lomba membuat album rohani menyambut puasa. Di satu sisi saya menyambut baik, ah, ga apa apa lah sekali-sekali semua band membuat lagu rohani. Tapi di lain sisi, saya berpikir, “Ah, aji mumpung aja, mumpung bulan puasa, sekalian aja buat album, lumayan pasang aja satu hit single, lalu banyak orang pasang RBT dan beli album, duit pun bertambah”. Sungguh subjektif memang opini ini, tapi saya ada orang-orang di luar sana yang mempunyai pemikiran yang sama dengan opini saya ini, hehe.. Ya dimaafkan saja kalau ada yang tidak berkenan. :P

Mungkin ini sedikit uneg-uneg saya, semoga lagu-lagu islami yang dibuat oleh musisi kita untuk menyambut bulan ini memang menjadi salah satu bentuk ibadah, bukan sekedar aji mumpung, mudah-mudahan juga tidak memadainya tempat shalat tadi bisa diperbaiki pada kesempatan yang lain. Hehe.. Dan semoga kita beribadah, karena memang kita ingin beribadah kepada-Nya, bukan kepada yang lain :)

Cikapundung Oh Cikapundung

cikapundung

Cikapundung oh cikapundung.. Riwayatmu kini..

Otomatis, Jangan Dipijit

Suatu hari di toilet PVJ…

Di sensor flush urinoir..

Tertulislah..

Otomatis, Jangan Dipijit

Baik banget ada yang mau mijitin sensor flush? LOL

Late Lunch @ Dakken

Suatu hari gw dan temen-temen mau ngopi setelah beres kuliah. Namun apa daya kantong kami menolak kami untuk minum di Starbucks, dan gw ga kurang minum kopi Ngopi Doeloe. Walhasil seorang teman menyebut satu tempat: Dakken.

Continue reading ‘Late Lunch @ Dakken’

Ujung Genteng Trip: Perjalanan dari Bandung ke Ujung Genteng

Akhir pekan lalu saya dan beberapa teman pergi ke ujung genteng untuk berlibur. Agak aneh memang, berlibur di tengah kesibukan kuliah, namun di sini sensasinya. Di saat kita sedang berada pada puncak tekanan, sekiranya kita butuh sedikit kegiatan untuk melepaskan penat. Dan kali ini kegiatan yang dilakukan adalah pergi ke Ujung Genteng.

Continue reading ‘Ujung Genteng Trip: Perjalanan dari Bandung ke Ujung Genteng’

Sunrise Watching @ Tangkuban Parahu

Baru sempet cerita, jadi hari sabtu kemaren beberapa anak2 78 [zam, adhi, dhanuz, oboy, echa, walid, rasot, bob, dan gw] pengen sahur on the road ke lembang. Ceritanya gw diajakin zam buat ke ciater, lalu turun2 sahur di lembang. Namun ternyata karena baru tau harga berendam di ciater yang cukup merogoh kantong, walhasil kita ga jadi ke ciater. Rencana berubah jadi “Sunrise Watching” di tangkuban parahu. Setau gw tangkuban parahu baru buka pagi2 jam 6, tapi walid bilang bisa masuk subuh2 asal bilang dan tetep bayar. OK, kita berangkat.

Continue reading ‘Sunrise Watching @ Tangkuban Parahu’

Weekend DoubleShot

Weekend ini gw lewatkan dengan menonton dua film yang terbilang baru dan masih hangat di pasaran [halah]. Yaitu meet dave dan wanted

Info menarik namun ga pentingnya adalah, gw menonton kedua film ini di fX. Hehe..

Continue reading ‘Weekend DoubleShot’

Mbedol Desa ke BSD

Setelah sebulan mengarungi per-KP-an, akhirnya kali ini saya mau cerita blak-blakan bagaimana saya mbedol desa ke BSD city dari pusat kota yang biasa disebut Blok M. Dibandingkan iqbal dan shena yang pulang pergi naik mubil dan tinggal melewati JORR langsung ke rumah masing, saya dengan penuh perjuangan harus pulang pergi dengan trans BSD dari halte ratu plaza.

Continue reading ‘Mbedol Desa ke BSD’

Suka Duka Ngurus FNO

Kali ini gw mau cerita [hati2 curhat colongan is included too.. :P ] tentang suka duka ngurus beberapa acara ngumpul, khususnya ngurus Friday Nite Out [selanjutnya disebut FNO]. Ya sperti yg kita ketahui FNO KP-ers Jakarta juga baru 2 kali dalam waktu 3 minggu ini. Pertama tanggal 13 Juni dan kedua 27 Juni. Gw cerita kilas balik dulu yah.. :D

FNO pertama bertempat di foodcourt senayan city. Jumlah yang dateng gw ga terlalu ngitung, tapi kalo g salah kita pake 5 meja food court, dan kisaran gw ada 25-30 orang yang dateng. Awalnya gw bingung buat nginisiasi si FNO ini gara2 gw juga mikirin meeting point yang strategis, enak, asik buat rame2an, dan ga mahal. Dari kriteria ini terpilih lah senayan city dan kemang, buat jadi kandidat tempat FNO. Setelah dipikir-pikir, hari kamis yang notabene H-1 ditetapin bahwa FNO pertama ada di foodcourt senayan city. Dengan pertimbangan senayan city lebih memenuhi kriteria yang gw sebutin sebelumnya. Kita janjian jam 1/2 7 an udah mulai ngumpul, namun ya bukan jakarta yang punya tingkat kemacetan tahap akut, yang membuat orang-orang pada telat nyampe. Gw dan iqbal yang brangkat dari bsd jam 1/2 6 pun baru nyampe venue jam 1/2 8 [well, dari bsd kita ke setiabudi dulu njemput BIers dan fany di sana, baru ke senci]. Acara dirancang cuman buat makan2 doang, sekedar makan malam bersama lalu ngobrol2 sharing pengalamannya. Nah, di sini gw agak kecewa karna kayak gw baru nyampe, taunya udah pada balik anak2nya, hehehe.. Itu juga gara2 gw telat dateng sih.. hehehe… Tapi ga apa2, gw seneng bisa ketemu teman2 yang dateng ke FNO :D

Continue reading ‘Suka Duka Ngurus FNO’

Speed Racer

Speed Racer

Waduh, kerjaan gw nonton mulu ni akhir2 ini. Setelah beberapa post terakhir tentang review film, lalu di kosan juga ada 10.000 BC, Horton Hears a Who, sama A Man Apart yang blum ditonton, hehe..

Nah, minggu malam gw, iqbal dan andika pergi ke ciwalk menonton Speed Racer. Sebenernya bukan acara nonton yang direncanakan. Saat kami pengen main initial D di ciwalk 21, ternyata ada film speed racer yang main, walhasil kami pun langsung ingin menontonnya. Itung-itung nostalgia sama tontonan masa kecil :P

Continue reading ‘Speed Racer’

Next Page »


Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 78,175 hits