Archive for the 'jalan-jalan' Category



Imagine Cup, Selamat!

Imagine Cup, Selamat!

Masih mode senang riang bergembira setelah pulang dari nonton Final Software Design Imagine Cup Indonesia di STC tadi siang.

Selamat buat arief, ella, dimas dan erga [AntarMuka] yang dengan sukses dapet tiket gratis jalan2 ke Paris! Selamat juga buat shieny, oon, tina, alsa [Screaming Tree] yang juga sukses meraih juara 3! Hoho..

Baru dapet boarding pass kawan,, masih ada final di Paris.. Nanti tunggu list oleh2 dan titipan gw yah! hehe..

Quotes of the day: Jangan gila dong!

*mungkin nanti gw update dengan foto2 hasil liputan final I-Cup :D 

Miniatur Wunderland

Udah lama juga gw ga nulis2 di sini. Hehe..
Kali ini gw akan bercerita tentang Miniatur Wunderland yang ada di Speicherstadt, Hamburg. Speicherstadt sendiri ada di pinggir sungai Elbe, dekat daerah HafenCity. Kalo kita liat bangunannya, bentuknya kayak barisan gedung, mirip row house. Dulunya gedung-gedung ini dipakai menjadi gudang komoditas karpet dan segala macem komoditas yang dikirim ke Hamburg via pelabuhannya. Waktu itu gw naik U3 turun di Baumwall, lalu jalan kaki dari stasiun ke arah Speicherstadt, sekitar 200 meter.

Di Miniatur Wunderland yang sehr wunderbar ini, kita bakal ngeliat berbagai macem miniatur kereta api dengan jenis kereta yang beragam dan dilengkapi oleh tema miniatur yang juga beragam. Dari miniatur Hamburg, Alpen (Swiss), America, Austria, Harz, Knuffingen, Skandinavia, Airport, Perancis, Italy, dan lainnya yang masih akan diperluas lagi.

Continue reading ‘Miniatur Wunderland’

A Trip to BSD

Siang ini gw, shena dan iqbal berjalan jalan ke daerah nun jauh di barat jakarta: Bumi Serpong Damai (BSD). Perihal kepergian kami ke sana adalah bertandang ke desa sigma di german center untuk mengurus kerja praktek.

Ternyata BSD sudah semakin luas saja, terakhir gw ke BSD itu waktu gw masih tinggal di bintaro, berarti lebih dari 5 tahun lah. Waktu itu BSD masih kecil dan gersang, sekarang sudah luas, mudah diakses, namun masih cukup gersang juga. hehehe…

Continue reading ‘A Trip to BSD’

My Chemical Romance in Concert

WOOOOWWW!!!! It was an awesome show! Gila… Konsernya top abis.. Walaupun panggungnya sederhana, cuman ada beberapa sound set, drum set, beberapa monitor dan mic stands, dan beberapa lighting set [ya emang mo ngarepin apa lagi dari panggung? hehe..] tapi lightingnya itu lho… cakep! [mak jeleger alias mak nyus alias.. hmm.. alias keren banget deh! hehe]. Soundnya juga mantep! hehe..

Ups, gw dateng ke konser ini bukan buat ngeliat panggung sama lightingnya, tapi ya sang My Chemical Romance! Band yang terdiri dari Gerrard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Lero dan Bob Bryar ini tampil serba hitam. Tapi ga smuanya sih, ada yang membelot, si Bob berbaju merah dan si Frank pake baju biru muda. Lalu ada additional keyboardisnya, which is gw ga tau namanya, hoho..

Jam 20.00 kurang 1 menit waktu HP gw, konser langsung digebrak dengan “This is How I Dissapear” dari album Black Parade. Sebelum lagu itu mulai dimainin, backdrop simpel warna hitam dengan tulisan My Chemical Romance dikerek dulu dari bawah biar keliatan. Hehe..

Continue reading ‘My Chemical Romance in Concert’

Night Shopping

Pernah denger night shopping di beberapa merchant elektronik? atau di hypermarket? atau di mall?

Nah, yang ini beda… Karena guess what? Kemaren gw pergi ke Night Shopping ala Pasar Kebayoran Lama! Hehe… G pas di pasarnya sih, tapi lebih ke arah yang kalo dari jalan bungur mau ke arah pakubuwono, nah deket simpang kereta api itu deh ada Night Shoppingnya..

 

Baru tau ada pasar malem2… Gw ksana jam 1/2 9 malem, balik2 jam 1/2 10. Hehe… Harga yang ditawarkan? Bersaing dong…

1 Desember

Hmm.. gw ingin bercerita tentang beberapa, tepatnya dua, kegiatan gw pada tanggal 1 dan 2 Desember lalu. Btw, 1 Desember adalah H-1 ulang taun gw, hahahaha.. ga jelas.

OK, BTT (back to topic). Tanggal 1 Desember kita ketahui bersama adalah hari peringatan AIDS sedunia. Nah, tanggal tersebut bertepatan dengan hari Sabtu. Which is hari libur dimana kita2 bisa melakukan aktivitas yang bersifat santai, menyenangkan, dan pokoknya lepas dari rutinitas. Kecuali kalo ada tugas T_T.

Hari sabtu siang agak sore, Iqbal ngajakin anak2 kosan buat nemenin dia ngikut acaranya anak FK unpad.
Katanya ada kayak roadshow ttg HIV/AIDS gitu di beberapa pusat perbelanjaan di Bandung. Gw, Nanda dan Jason waktu itu yang diajakin. Tapi gw lupa alesannya Jason, pokoknya dia ga ikutan. Jadilah gw, Nanda dan Iqbal yang ikutan acara itu. Acara itu berlangsung pas malming (malem minggu), jadi sekalian jalan2 malming aja.

Iqbal bikin instruksi bahwa kita bakal berangkat dari kosan jam 1/2 7. Karena acaranya mulai jam 7an. Oya, kita harus jemput si Putri dulu di BIP, karena dia lagi di sana dan mau ikut.
Ya udah lah kita akhirnya pergi ke BIP jemput dia.

Jam 7an, kita udah di BIP, tapi kita semua sebenarnya belum tau itu acara mau diadain dimana. Sekonyong-konyong Iqbal bilang kalo acaranya mulai dari McD simpang ke bawah lewat Dago. Hmm.. Ya udah kita langsung meluncur ke McD Simpang. Sesampainya kita di McD Simpang, Nanda sama Iqbal beli makanan dulu. Lalu tak lama berselang, kita ketemu si Aca, mantan tetangga kosan. Haha. Masi idup dia.. haha..

Waduh, jadi cerita sendiri gw. Maap2.. Lalu, datanglah Dea, (waktu itu masi gebetannya Iqbal) cwnya iqbal memberi tahu rencana acara SCORA CISMA FK UNPAD ini. Acaranya adalah.. [jeng jeng..] Candle Light Walk (CMIIW), dimana kita bakal long march dari simpang ke dago, bawa lilin dan spanduk berisi tandatangan ttg pemberantasan HIV/AIDS, dan bagi2in stiker dan pamflet ttg penyakit ini.

Wuoh.. Ternyata jalan kaki dari simpang ke dago plaza di tengah pembatas jalan Dago, dan nyebrang simpang cikapayang tepat di tengah2 simpang memang menyenangkan dan cape. Hehe..

Lalu dari dago plaza, acara bakal dilanjutin di braga city walk, karena di sana ada pusat acaranya, dan penampilan dari Mocca. Kali ini kita g jalan kaki, kita sekarang naik mobil ke sana. Ya udah,, sesampainya kita di braga city walk, kita nontonin Mocca, lalu makan di Wendy’s bareng anak2 FK. Dan gw pun teringat, gw dah lama ga ke gold’s gym, haha.. >.<

Pada 2 Desember, gw dan teman2 dari lulus compile [halah, itu nama kelompok gw] ikutan hunting moment-nya BNBB prambors. Itu tuh,, lomba yg ngiter2 bandung nyari spanduk, lalu jawab pertanyaan yg ada di spanduk dan mencatat lokasi spanduk. BT nya adalah, kita ga dapet hadiah apa2. Huh.. Padahal dari 180 menit waktu lomba, kita bisa menjawab semua pertanyaan dan ngumpulin semua jawaban pada menit ke 57. Which is kita kelompok yang pertama ngumpulin. Huh.. Sebagian besar dari kami bermulut sungut [maksudnya manyun2] pulang dari sana, ya kecewa aja.. Haha.. untung kita dah sempet foto2 di jonas. Karena abis ngumpulin, kita masi punya sisa 123 menit, ya udah kita ke Jonas dan berfoto-foto. Hahaha.. Dasar banci kamera smua.

Gw jadi inget jargon yang kita buat waktu lomba itu:

“Memerangi AIDS tidak semudah mencari spanduk. Buka Mata. Buka Hati. Tunjukin kalo Lo Berani. Berani Ngomong, Berani Buktiin” 

Mobilnya sih bagus… Tapi…

Captured @ Parkiran PVJ atas (parkiran Blitz Megaplex), Sabtu, 10.11.07

Mobilnya sih bagus,, tapi kok parkirnya maruk tempat??? Males parkir ato ga bisa nyetir???

d’cinnamons @ Zoe

Hari Rabu lalu saya diajak Made untuk pergi ke Zoe, di jl. Pagergunung. Katanya, ada d’cinnamons mau manggung di sana. FYI, Zoe adalah sebuah sentra edutainment [halah, bahasanya], yang terbagi jadi 3 bagian besar: comics corner, yaitu “taman baca” buku komik, dan majalah. — tempat penyewaan VCD/DVD. — dan cafe, yg menawarkan masakan indonesia, asia sampai eropa.

OK, balik ke cerita d’cinnamons tadi. As we know d’cinnamons itu adalah trio bergitar, hehe… ada 1 orang cowo dan 2 orang cw. Menurut saya, lagu-lagunya sangat enak didengar. “Selamanya Cinta”, dan “Loving You” adalah hitsnya. Selama Cinta menjadi lagu tema dari film Cintapucino yang baru-baru saja ditayangkan di bioskop.

Saya setengah percaya d’cinnamons akan manggung di Zoe, karena Made yang ngajak. Hehe… Katanya mereka bakal manggung jam 7 malam. Saya pun mengiyakan ajakannya. Akhirnya pada jam 7 kurang 15 menit kami berangkat dari kosan ke Zoe. Berangkatlah saya, Made, Iqbal dan Jason dengan 2 motor.

Sesampainya di Zoe, saat itu sudah jam 7 lewat 10, bangku-bangku di depan Zoe sudah ramai terisi para anak muda yang sudah menunggu kedatangan sang trio tersebut. Untungnya ada satu meja yang kosong. Kami pun langsung duduk di bangku tersebut. Made lalu pergi ke bagian sewa VCD/DVD untuk mengembalikan DVD yang dia sewa. Kami yang tersisa memesan makan, karena kami sudah lapar dan memang berencana makan malam di sana.

Jam 7.15, d’cinnamons yang ditunggu-tunggu pun belum datang. Made pun memberi tahu bahwa dia diberi tahu oleh si-penjaga-sewa-dvd  bahwa d’cinnamons baru datang jam 8 malam.

Kami pun menunggu d’cinnamons datang sambil menunggu makanan datang. Lebih tepatnya sih kami menunggu makanan datang sambil mengunggu d’cinnamons datang, soalnya lama banget makanannya nyampe ke meja kami.

Dan akhirnya jam 8 malam sebuah mobil minibus parkir di pinggir jalan, lalu keluarlah 3 orang yang kami tunggu-tunggu. Praktis keadaan di sana tambah ramai dan beberapa pengunjung mengeluarkan kameranya. Ternyata pada malam itu juga terdapat kamerawan dari  MTV Indonesia [MTV atau global tv ya?]. Tiga orang itu disambut oleh Hans, manager Zoe. Setelah bercakap-cakap sebentar, mereka masuk ke comics corner.

Ternyata kami melihat ada seseorang yang dikenal di sebelah kanan jauh meja kami. Ternyata ada Nanda di meja yang lain. Waduh… Ga bilang2 tu anak mau dateng ke acara ini.

Dan akhirnya, tidak lama setelah mereka muter2 Zoe, mereka mulai perform.  Lagu pertama mereka adalah Loving You [kalo ga salah]. Spontan para pengunjung sorak sorai bergembira karena yang ditunggu-tunggu mulai perform. Mereka bermain accoustically, tanpa amplifier atau mikrofon. Dengan 2 gitar dan 1 bass akustik, mereka pun menyanyikan lagu tersebut. Suara vokalis trio itu pun terdengar dengan jelas dan baik. Dan ternyata memang suaranya bagus dan khas, sama seperti di mp3 yang ada di komputer! hehehe…

Nih, ada oleh-oleh dari perfomance mereka di Zoe

Lagu kedua mereka adalah apagitu judulnya, trus yang ketiga juga saya tidak tau judulnya. Yang pasti di lagu keempat, lagu terakhir mereka, mereka mainin lagu Selamanya Cinta. Wuih… Berkualitas banget deh d’cinnamons!

A Trip to Kawah Putih

Setelah direncanain dari lama2,, akhirnya rencana kita kesampaian: Touring ke Kawah Putih.

Rencana awalnya gw, Iqbal, Jason, Kukuh, Ewa, Angga, Ibun, Ray R., Bayu Pantat, dan Irfan ngumpul di kanayakan dan berangkat jam 7 pagi. Namun apa daya, jam 8 gw, Iqbal dan Jason baru berangkat buat ngumpul. Tempat ngumpulnya pun diubah di darul hikam, sekalian makan dulu.

Walhasil jam 9 dengan 5 motor (Satria FU150 : Gw dan Kukuh, Shogun SP 125 : Ewa dan Ray, Karisma X 125 : Ibun dan Irfan, Supra X 125 : Angga dan Bayu, Supra Fit 2004 : Jason dan Iqbal) kita baru berangkat dari darul hikam menuju pom bensin DU, ngisi full tank semua, baru deh briefing jalur yang bakal ditempuh. Rencananya adalah dari dago, turun ke braga, lewat Suniaraja, trus ke Otista, lurus ke selatan sampe mentok di jl. BKR, belok kanan, langsung ke arah Kopo, dari Kopo lurus aja ke Soreang dan akhirnya bakal nyampe Ciwidey sebelum naek bukit ke Kawah Putih.

Namun, baru nyampe Dago, deket simpang Cikapayang, udah macet beut.. Ternyata ada pawai anak UNPAD, lagi Dies Natalis ke 50 ternyata kampus sebelah. Macetnya merambat ke arah bawah, akhirnya kita belok kanan ke cikapayang, trus lewat taman sari, depan BEC, pajajaran, stasiun Hall, Paskal (Pasir Kaliki), trus belok kiri, lewat terminal St. Hall, akhirna belok kanan ke Otista. Sumpah, jalur macet parah. Tangan kiri gw pegel nahan kopling trus. Hehehe…

Lewat pasar baru yang super rame dan macet, gw kira perjalanan akan menyenangkan (baca: ga macet) sampe ke kawah putih. Namun, ternyata Otista adalah sentra perdagangan, even hari Sabtu aja tetep rame. Haduh,,, konsekuensinya adalah,, macet… Sampe ke simpang Lapangan Tegalega (atau Tegal Lega yah?), belok kanan. Jalan lumayan rame, dan akhirnya masuk ke sebuah negeri yang padat merayap jika ingin bergerak: KOPO. Wah2… Macet2… “Tangan kiri gw bakal tambah sterk aja nih nahan kopling mulu.”, pikir gw dalam hati. Hehehe…

Lewat dari Kopo, lewat kolong tol, jalan lancar. Alhamdulillah….

Tapi,, terusan Kopo justru lebih parah. Macet parah kayak di Ciledug ato banyak tempat di Jakarta. Weks…

Rombongan pun jadi terpisah gara2 macet ini. Gw mikirnya gw paling depan, karena gw terus jalan nyalip2 di sebelah kiri jalan. Ternyata, setelah lewat kemacetan di sekitar Kopo Square, sampe ke Lanud-yang-gw-lupa-namanya itu, ternyata gw baru menyadari kalo yang lain tuh dah pada nongkrong di bawah pohon di pinggir jalan. Gw nyampe paling terakhir.

Trus kita istirahat bentar, lalu kita foto2.

Setelah kita foto2. Kita briefing sedikit ttg perjalan selanjutnya. Gw yang awalnya jadi sweeper di belakang, sekarang gw jadi scout di depan, karena gw yang tau jalan ke atas. Hehehe…

Kualitas jalan di terusan kopo kurang bagus, namun pas mau masuk kota Soreang, gw dan kukuh terkesima, jalannya bagus… Mulus… dan marka jalan masih putih bersih, artinya jalannya baru di lapis ulang mungkin 2 bulan yang lalu. Hehehe…

Mulai terlihat sawah di kiri kanan jalan. Udara mulai sejuk. Jalanan juga tidak seramai saat di kopo.

Kita hanya melewati Soreang dengan cepatnya, lalu kita sudah keluar dari ibukota Kabupaten Bandung ini. Kualitas jalan di sana memang nomor 1! Gw suka banget. Yah, walaupun sempat ada beberapa ‘hiasan’ kotoran kuda di jalan, karena di jalan tersebut ada trayek delman, kadang suka bikin ngantri mobil di belakangnya.

“Tradisional digabung dengan modern.” Kalimat ini diucapkan Kukuh pas liat jalanan mulus dan mobil lalu lalang, tapi masih ada delman. Begitu juga saat kita melewati jalan yang terhampar di tebing suatu bukit, dan di sebelah kanan jalan ada sebuah lembah yang isinya sawah asri, namun ada lintasan SUTET di atasnya. Hehehe…

Setelah 19 KM dari Soreang, kami pun masuk ke kota Ciwidey. Kota Wisata. Itu slogannya. Ternyata dari kota ciwidey, kami harus menempuh sekitar 10 KM lagi untuk sampai ke Kawah Putih.

Kami melanjutkan perjalanan. Mulai mendaki. Sempat ada mobil mogok saat mendaki, namun tidak membuat macet jalanan.

Dan akhirnya udara makin dingin menyambut kedatangan kami. Belok kiri dari jalan utama, terlihat plang Kawah Putih.

Kami harus membayar retribusi masuk. 7500 rupiah untuk satu orang, 2000 rupiah untuk motor, 5000 untuk mobil.

Setelah bayar, kami harus melanjutkan pendakian kami dengan motor2 kami. Jalanan di sini lebih ‘ganas’ dibandingkan dengan jalanan utama. Jalanan cukup rusak dengan banyak lubang di sana-sini dan batu lepas yang banyak bertebaran di jalan. Cukup berbahaya untuk motor. Jalan juga mendaki dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi. Yang mengakibatkan Iqbal harus turun dari motor Jason agar motornya jason bisa mendaki. Mesin motor gw pun sempat ngedrop RPM nya di sana. Sehingga gw harus tetap menjaga RPM agar tidak ngedrop. Agar mencegah kejadian motor jason yang sama, iqbal akhirnya dibonceng gw, sedangkan kukuh dibonceng jason. Tidak ada masalah saat mendaki sampai parkiran atas.

Pada jam 12-an kami sampai di atasnya atas, top of the top, halah.. Kami pun memarkirkan motor kami di tempat parkir. Udara mulai dingin. Untungnya kami sudah siapkan jaket himpunan melekat di badan, dan celana jeans. Iqbal sendiri yang saltum (salah kostum), dia pake baju kayak mau ke pantai, celana pendek, t-shirt selapis, sendal jepit. Setelan yang lain tuh Jaket himpunan, di dalemnya baru t-shirt, 1 atau 2 lapis, celana jeans, sepatu kets.

Kami berjalan ke arah kawah yang dulunya merupakan tempat tambang belerang saat jaman Belanda. Kawah ini bukan kawah vulkanik seperti di Tangkuban Perahu atau Bromo. Namun sensasi kawah tetap terasa.

Berbekal kamera digital Sony dgn 7.2 Megapixel, dan Nikon F301 jebot, yg dilengkapi lensa 28-70 cf macro, kami mulai berfoto-foto.

 

Setelah lelah foto2 selama hampir sejam, kami memutuskan untuk pulang karena sudah lapar dan blum sholat. Tadinya mau makan di atas, tapi ternyata mahal banget makanan di sana. Sate ayam satu porsi, sepuluh tusuk dan nasi, harganya 14 ribu! Ya ngerti sih kenapa mahal, soalnya transportnya mahal. Hehehe.. tapi tetep aja g bersahabat sama duit anak kosan.

Akhirnya kami pun turun melewati jalan terjal yang sama. Sempat ada 2 orang bule yang jatuh dari motor supra-nya di tikungan yang memang tergolong tajam dengan turunan dan belokan tajam. Lalu ternyata juga ada kecelakaan kecil, si jason jatoh dari motor gara g bs ngontrol motornya, walhasil kaki dan tangannya ada yang luka dan mika lampu depannya pecah. Gw juga sempet ketabrak sama motor pas di Lanud, gw lagi ngambil ke kanan dari berhenti istirahat, lalu ada motor dudul melengos saja, dan nabrak ban depan gw yang lagi belok kanan.

Lalu kita makan di suatu restoran di bawah, dan jam 3 sore kami pulang ke bandung, dan sampe jam 5-an di kosan. Wuih… Cape banget badan gw… Seneng sih,,, tapi capeknya itu loh… 100 KM-an perjalanan gw hari ini… Dan umur motor gw dah masuk 1000-an KM…

Nyampe kosan langsung pada tepar smuanya… Hehehe… Next Trip???

Animasi dan Selera Makan

Hmm.. Baru aja (sebenernya sih 2 malam yang lalu) gw, iqbal, ume, shena dan rindang melakukan evakuasi dari mati lampu di kosan dengan cara menonton sebuah film animasi yang berjudul Ratatouile di Blitz Megaplex. Suatu keputusan mendadak untuk nonton di jam 22.15 sedangkan besoknya ada kuliah pagi, hehehe…

Film ini bercerita tentang seekor tikus bernama Remy yang mempunyai kelebihan yaitu mempunyai penciuman yang tajam. Hidungnya bisa mengenali benda apa yang dia ciumi. Dari makanan enak, sampai racun tikus. Remy tergila-gila oleh seorang chef bernama Auguste Gesteau yang mempunyai sebuah restoran. Dia pun mempunyai impian ingin menjadi seorang chef pada suatu restoran.

Cerita pun bergulir hingga Remy akhirnya dapat ‘masuk’ ke dalam dapur restoran tersebut. Bisa dilihat tingkat realitas latar lokasi yang berupa animas. Sulit untuk membedakan apakah gambar yang ditampilkan di film itu adalah gambar nyata atau hasil animasi. Hehehe… Gw takjub ngeliatnya.. [dasar kampung! hehehe...]. Melihat bagaimana sebuah hidangan dimasak lalu dihias, dan saat makanan tersebut siap dihidangkan kepada pengunjung, membuat air liur gw bergidik. Hehehe… Bener2 mengundang selera… Hehehe… Walaupun kita tau bahwa porsi makanan di restoran-restoran mahal tidak besar dan tergolong ‘mahal’ di kualitas, bukan kuantitas. Tapi tetep aja gw bisa membayangkan betapa enaknya makanan yang dimasak itu. Hehehe…

Di samping kekuatan cerita film animasi yang tinggi, gw kagum sama teknologi animasi komputer sekarang ini. Detailing yang wah dan tingkat mendekati realitas yang tinggi, dapat pastikan mengundang decak kagum penikmat film animasi. Sama juga dengan film animasi sebelumnya yang gw tonton, yaitu Surf’s Up. Cerita tentang seekor penguin yang bisa selancar. Sumpah,, percikan air laut dan aliran air dan teman2nya bener2 real… Wuih… Gw membayangkan gimana bikinnya yah… hehehehe…

Dibanding sama teknologi animasi yang dipake di The Simpsons Movie, gw bisa membandingkan animasi taun 90-an dan 2007 [ya iyalah...]. Bener2 cihuy deh! Dari gambar2 2 dimensi hasil scratch manusia, jadi rendering 3 dimensi hasil cipta scratch manusia di komputer. Wuih…

Coba deh.. tonton Ratatouille. Bandingin sama film Tarzan ato Finding Nemo. Waah… emang pixar… gawat kaw punya kerjaan! hehehe….

« Previous PageNext Page »


Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Blog Stats

  • 83,484 hits