Toy Story 3
June 21, 2010 1 Comment
Setelah menonton the A-Team, saya menyempatkan diri menonton film sekuel terbaru dan salah yang saya tunggu tahun ini: Toy Story 3. Oh, kurang. Toy Story 3 in 3D. Toy Story merupakan salah satu film favorit saya, pertama karena saya sangat suka film-film animasi disney pixar, yang mempunyai animasi yang bagus dan cerita yang kuat serta emosional. Kita lihat saja film-film animasi disney pixar sebelumnya: Wall-E, Up, Finding Nemo, Monster Inc, Cars, The Incredibles, dan A Bug’s Life. Dari film-film ini semuanya mempunyai ciri khas yang sama, cerita yang kuat, dan animasi yang ciamik.
Balik lagi ke Toy Story 3, di sekuel ketiganya diceritakan bagaimana Woody, Buzz, Jessie, Rex, Slinky, Mr & Mrs Potato Head dan Hamm menghadapi Andy yang sudah besar dan akan kuliah. Mereka takut ditinggal Andy dan merasa sudah lama tergeletak di dalam toy box dan tidak dimainkan oleh Andy. Suatu ketika Andy disuruh untuk memutuskan mau diapakan mainannya itu, dan akhirnya dia mulai merapikan toy box nya. Dia memutuskan untuk membawa woody ke college, dan sisanya akan ditaruh di loteng. Namun Ibu Andy salah mengira dan akhirnya mainan-mainan tersebut terkirim ke Sunnyside, sebuah daycare. Dan dari sini, petulangan boneka koboi dan kawan-kawannya dimulai.
Namun karena hari itu adalah hari pertama pemutaran The A-Team, akhirnya Saya memutuskan untuk menonton film ini. Siapa sih yang tidak tahu A-Team? Empat veteran Ranger yang bisa dibilang gila, dikomandoi oleh Kol. Hannibal Smith (Liam Neeson), lalu ada si Templeton “Face” Peck (Bradley Cooper), Baracas BA (Quinton “Rampage” Jaquemin) yang terkenal dengan rambut mohawk dan mobil van nya, dan pilot gila HM “Howling Mad” Murdock (Sharlto Copley).



Recent Comments