Archive for the 'teknologi' Category

Racing Simulator Buat Maniak Game Racing

Racing Simulator Buat Maniak Game Racing

Punya titel “Maniak Game Racing”. Game seperti Gran Turismo, NFS, Ridge Racer dan segala game racing lainnya, udah tamat, tapi main game balapan cuman pake stir biasa? Atau paling bermodalkan controller biasa? Pasti berasa kurang lengkap kan?

Continue reading ‘Racing Simulator Buat Maniak Game Racing’

Membuat Harddisk Satellite M40 Menjadi Harddisk Eksternal

Setelah baca-baca yang ini, sekarang gw mau cerita tentang cara membuat harddisk laptop [terutama Satellite M40, sang laptop gw yang lawas] menjadi harddisk eksternal. Proses ini terbagi menjadi 2 tahap besar, yaitu membongkar tempat harddisk di laptop, lalu tahap memasang harddisk laptop ke casing eksternal.

Continue reading ‘Membuat Harddisk Satellite M40 Menjadi Harddisk Eksternal’

HTML to PDF Converter - Hasil Pemerkosaan PPL

Hwe.. emangnya iqbal doang yang bisa ngepost serial hasil pemekorsaan PPL. Gw juga aah..

Kali ini gw mengeksplor bagian converter HTML to PDF. Jadi aplikasi OSAMA yang kami buat, ada semacam fitur yang memperbolehkan sang user menyimpan halaman web ke dalam bentuk pdf. Gw coba googling untuk mencari library atau semacamnya yang berguna. Lalu jawaban yang terbaik dari mbah google adalah menggunakan PD4ML, sebuah library yang salah satu fungsi utamanya adalah dapat me-render halaman web ke dalam PDF dalam bahasa java. Selain itu gw juga menemukan iText yang merupakan sebuah library untuk men-generate PDF dengan bahasa java.

Gw coba eksplor keduanya, tapi awalnya gw coba utak atik iText karena open source, lain dengan PD4ML yang bayar, namun ada juga versi gratisannya. Ternyata iText gw rasa terlalu “dasar” jika dibandingkan dengan kebutuhan gw, yaitu halaman web to PDF converter. Walhasil gw “menyerah” dan mencoba PD4ML yang “siap saji”, dengan menggunakan versi gratisannya [FYI, kalo dari FAQs-nya, PD4ML gratis cuman beda dikit sama yang bayar. Pada PD4ML yang gratis, bakal ada semacam watermark bahwa PDF itu generated pake PD4ML. Kalo ga salah itu aja perbedaannya]

Continue reading ‘HTML to PDF Converter - Hasil Pemerkosaan PPL’

Derita Punya Bandwidth Kecil

Kemarin gw dapet kabar dari suatu milis, lalu gw mencari “kebenaran” kabar itu di beberapa situs. Gw pun mendapatkan suatu kabar menarik, NetBeans 7.0 bakalan jadi Online IDE!

*Padahal NetBeans 6.0 buat deploy web application aja udah cukup menyiksa laptop T_T*

Makjang.. Trend perubahan software yang desktop based ke web based yang gw pernah perkirakan ternyata makin menggila perkembangannya. [agak berlebihan sepertinya]

Continue reading ‘Derita Punya Bandwidth Kecil’

Safari on Windows XP

Safari on XP

Kemaren malam gw baru dapet informasi tentang diluncurkannya browser Safari di platform windows. Padahal seperti yang kita tahu, safari adalah browser bawaan di mac os. Karena softwarenya juga gratis, maka gw langsung mendownloadnya untuk menjajal browser ini. Apple sebagai produsen dari browser baru ini mengklaim bahwa safari, dalam hal ini versi 3.1, punya performa kinerja yang lebih cepat ketimbang internet browser yang lain, seperti Windows Internet Explorer (IE) 7, Mozilla Firefox 2 dan Opera 9. Jika ditilik dari situs safari, untuk performa dalam memroses (termasuk me-load) halaman HTML, safari lebih cepat 2x (2.09 detik) dibanding posisi kedua Firefox 2 (3.62 detik). Posisi ketiga adalah IE 7 (4 detik) dan terakhir opera 9 (5.95 detik). Dalam pemrosesan javascript, safari punya performa yang sangat cepat ketimbang 3 kompetitornya ini. Safari me-load JS dalam waktu 0.36 detik. Diatas opera 9 (0.88 detik) dan jauh lebih cepat ketimbang Firefox 2 (1.5 detik) apalagi IE 7 (2.18 detik). Data ini didapatkan dari situs safari. Gw sendiri tidak mencoba untuk mengetes performa tiap browser perihal kecepatan me-load suatu halaman :P

Continue reading ‘Safari on Windows XP’

Eee(k)!

Kurang tertarik dengan EEE PC yang hanya punya layar sebesar 7″, dengan resolusi 800 x 480, dengan storage 2 - 8 GB saja?

Setelah berjalan-jalan di dunia maya, saya mendapat informasi bahwa akan ada suksesor dari EEE PC generasi pertama, yaitu EEE PC 900.

Continue reading ‘Eee(k)!’

Baru Liat Laptop Kayak Gini? Baru Liat Juga Kan Macbook Kayak Gini?

Pertama kali gw liat iklan Macbook Air di situsnya, gw jadi inget kata2 di iklan M-Susu yang catchy itu. Hehe..

Macbook Air, begitulah Apple menamakan laptop super tipis dengan tebal maksimum 1.94 cm! Macbook Air tentu beda dengan Nike Air, ga ada ruang-udara-peredam-kejut-ala-Nike-di-sol-sepatu [Ya iyalah, jelas beda!]. OK, lalu laptop yang kalo lo mau beli onlen, bakal dikirim bukan pake paket, tapi pake surat biasa di dalam amplop folio itu [don't take it seriously], diperkuat oleh prosesor intel core 2 duo 1.6 atau 1.8 GHz yang katanya ukuran chipnya lebih kecil daripada chip normal. Lalu dengan memory RAM 2GB dan hard disk 80 GB, membuat amplop, eh, laptop ini menjadi mumpuni untuk kinerja laptop standard masa kini.

Jelas macbook ini kurang cocok kalo dibuat para gamers untuk menjadi laptop berisi game2 berat nan besar [mending beli alienware ato beli desktop sekalian]. Tapi dari segi style alias gaya? Apple memang nomor satu. Sejak kehadiran iPod, produk2 Apple lainnya tersihir untuk menjadi tenar dan merasuki gaya hidup masa kini. “iPod is my style”, ato “iCan’t live without iMac” ato “Hari gini ga punya Macbook?”, hehe.. Dengan sentuhan khas ala Apple, Macbook Air terasa sangat wah dengan tebal yang seperti itu, dimana saat gw pertama kali liat juga ga percaya bisa ada laptop yang tebalnya ga nyampe 2 cm.

Seperti W880 yang mengorbankan beberapa fitur ke-walkman-annya karena mengejar tebal yang balapan sama tebalnya iPod Nano, begitu pula dengan Macbook Air. Yang paling terasa adalah dengan hanya hadirnya 1 USB port saja. Tanpa slot LAN, macbook air bisa menggunakan koneksi LAN dengan mencolokkan device converter dari LAN ke USB yang included di paket pembelian. Lalu spikernya masih mono, even though gw ga tau gimana kalo Macbook ato Macbook Pro udah stereo ato blum.

Namun dengan keterbatasan itu, Apple menyuntikkan teknologi baru pada touchpadnya, dimana sang user dapat melakukan hal2 baru dengan trackpad-nya. Tentu tanpa menghilangkan fungsi dasarnya yaitu menjadi pointer tools. Hehe.. Dengan trik2 magis,  bukan sulap bukan sihir, user dapat dengan mudahnya melakukan zoom in dan out, dan beberapa hal lain. Hanya dengan gerakan jari2mu. Jadi inget taglinenya Yellow Pages: Cari Tau, Dengan Jarimu. Hehe..

Harga? $1799. [Jangan kaget dulu..]

Dengan fitur2 ini, macbook air kurang mumpuni untuk dijadikan komputer utama, ya minimal juga punya desktop yang lebih powerful ato punya iMac ato alienware maybe :P
Tapi buat dibawa kongkow di kafe, sambil nge-wifi [which many people use their macbook to do those things], Macbook Air punya daya tarik tersendiri.

Mo liat2 lagi? Klik Disini

[gw si kl punya duit tetep milih DSLR :P]

IF Banget

Gw sempat baca di milis, ada seorang kawan bertanya, kurang lebih begini, gimana sih ciri mahasiswa yang IF (Informatika -red) banget? Hmm.. Smua orang mencoba memaparkan beberapa ciri2 dan kebiasaan dari anak IF. Di sini gw akan memberikan satu lagi ciri yang IF banget:

Belajar via YM Conference

Yup, sejak UTS semester 5 ini, beberapa orang dari 2005 mencanangkan ide ini, awalnya sih kalo g salah pas mau UTS Sistem Operasi, karena bahan yang banyak, maka temen2 gw membuka conference untuk wahana belajar bareng, membahas materi dan merangkumnya. Lalu ada notulennya yang berupa rangkuman materi yang dibahas. Hehehe.. IF banget ga sih? Akhirnya kebiasaan ini berlanjut untuk setiap malam sebelum ujian. Malam ini sepertinya conference dengan jumlah member terbanyak, kali ini topik pembahasannya adalah : UAS Sistem Informasi. Hehehe…

Mending bikin tugas dokumen apa tugas game?

Kita tahu bersama bahwa tugas kuliah merupakan salah satu pelengkap nilai suatu kuliah, agar mahasiswa dapat menggunakan (memraktekkan) ilmu-ilmu yang didapatkan di kelas. Nah,, kalo di Informatika, ada dua macam tugas, yaitu tugas yang berbentuk praktek (coding dan lalala), dan dokumen (ketik dan lalala). Pada awalnya gw lebih suka ngerjain tugas dokumen karena bisa selese cepet dan cukup gampang. Tapi setelah 5 semester berlalu, gw sekarang lebih suka tugas yang bentuknya praktek (coding dan lalala), knapa? justru lebih seru dan alasan lain karena bikin tugas2 berbentuk dokumen malah lama, hehehe..

Nah, tugas yang berbentuk praktek pun ada yang gw suka dan ga suka. Setelah mengerjakan puluhan tugas, gw (dan sepertinya temen2 gw) lebih prefer ngerjain tugas2 yang bentuknya permainan, atau game. Luckily, 2 semester ini gw dapet tugas2 kuliah yang bentuknya bikin game.

Alasan gw suka bikin tugas yg hubungannya sama game?
First impressionnya beda, “Wah, bikin game, pasti seru nih…” Udah kebayang mau ngapa2innya setelah liat protokol (petunjuk) tugas. Daripada bikin tugas2 yang berasa berat kayak MyLitteSpreadsheet, tugas strukdat. Seru sih awal2nya, tapi dibanding tugas strategi algoritmik mah, lebih enakan bikin tugas stimik. hehe..

Kalo di-list, baru ada 5 tugas yang ada hubungannya sama game, 4 bikin game, yg satu ngoprek game.

1. Game Pemabuk
Tugas kuliah IF2182 - Pemrograman Berbasis Objek. Dibuat dalam dua tahap, versi jalan-di-prompt, pake C++, sama versi GUI, pake Java. Seru sih bikin game pemabuk ini, tapi karena emang penekanan tugasnya di programmingnya, jadilah agak susah dalam meng-codingnya. Bikin versi jalan-di-prompt agak ribet, tapi simpel, karena ga pake GUI2-an, tapi ribetnya adalah karena full coding dan masi awal2 ngerti OOP. Kalo yang tahap kedua pake Java, dan boleh pake NetBeans dalam proses pembangunan game ini, tapi pas dikumpulin, ga boleh pake API dari NetBeans. Cuman swing aja bolehnya.

2. Monopoli
Permainan papan (board game) ini sudah sangat dikenal orang2 dan udah ada dari jaman kapan tau. Tugas ini adalah tugas 1 IF2251 - Strategi Algoritmik. Bikinnya pake VC++ 6.0. Menyenangkan sekali ngerjain tugas ini, karena ini program dan game GUI pertama buatan gw. Tepatnya gw dan Andin, karena gw sekelompok sama dia. Nah, entah mengapa gw semangat ngerjain tugas ini Hehe.. Codingnya emang ga susah, paling yang agak ribet adalah mencari algoritma untuk bikin “AI” buat lawan main user, karena emang itu yang ditekankan dari tugas tersebut. Kenapa gw menulisnya “AI”? karena sebenernya bukan AI (Artificial Intelligence), tapi sekedar objek lawan buatan yang cuman ngikutin instruksi2 yang kita bikin. Misalnya lawannya itu bakal beli kota dengan cara greedy by value, ato greedy by apa gitu. Dia ga thinking rationally ato ada agent2 apapun.

3. Sudoku
Nah, kalo yang ini tugas 2 IF2251. Tugasnya adalah kami ditugaskan untuk buat permainan sudoku lengkap dengan solvernya. Metode penyelesaian otomatisnya adalah dengan menggunakan backtracking. Lumayan gampang ngerjainnya. Dan gw belajar hal baru di sini, selain pemrograman GUI dan event handler yang lebih mendalam, juga gw belajar menggunakan .NET dan C#. Karena gw ngebuat tugas ini pake C# di VS2005. Hehehe.. Kesan pertama bikin pake VS2005 adalah menyenangkan! Hehehe..

4. Music Maker (lupa gw nama officialnya)
Tugas ini adalah tugas kuliah IF2291 - Organisasi dan Arsitektur Komputer II. Sekuel dari IF2191. Hehehe… Nah, walaupun ini tugas bikin game, tapi agak ribet ngerjainnya. Bukan karena gamenya yang heboh ato gimana, tapi karena tugas ini harus dibuat dengan TASM, assembly. Wew.. JMP JMP -an dan kode2 instruksi lainnya. Tugasnya adalah ngebuat suatu program yang bisa menyimpan not2 musik yang dimasukkan user melalui keyboard lalu dimainkan dengan menggunakan speaker CPU. Ribet juga belajar beginian, tapi setelah belajar gini jadi kagum sama assembly, karena bs melakukan hal apapun dengan semua potensi2 komputer, hehehe… Tapi ya tetep aja ribet. Contohnya nge-split file, itu tugas pertama kuliah ini, file splitter, yang sukses membuat satu angkatan berguru pada Teguh, sang master TASM. Seangkatan ga ada ngerti cara bikin file splitter, hingga datanglah teguh dengan kerjaannya. Walhasil semua orang “berguru” sama kerjaannya teguh. Hehehe…

5. Robocode
Nah, yang ini tugas ngoprek game. Robocode adalah suatu game edukasi yang dibuat oleh tim dari IBM, dimana kita bisa membuat suatu soft robot dengan mengimplementasikan ilmu-ilmu dari kuliah intelejensia buatan, IF3131. Bisa searching, planning, hingga learning. Fokus dari game ini adalah bagaimana sang developer bisa membuat tank yang bisa punya movement bagus, dan mempunyai akurasi tembakan baik, agar lawan bisa mati. Simpel, tapi rumit. Simpel karena ide dari gamenya simpel dan API yang dipakai terlihat simpel untuk dipelajari, namun rumit, dalam mengimplementasi AI ke dalam softbot ini. Tank2 ini nanti akan diadu di sebuah battlefield. Ya terus lawan2an deh. Hehe..

Yah, baru segini hasil tugas2 gw yang berbentuk game, kalo yang lain palingan tugas SI, gw, Iqbal dan Andin bikin SI Ticketing CitiTrans, lalu tugas bikin perancangan basis data, gw, Iqbal, Andin dan Aryo bikin perancangan basis data di Travel, lalu ada tugas 1 IB, ngoprek2 applet tentang CSP dan path finding, gw, Mira, dan Gia bikin schedulling pabrik mobil. Tugas OS, mengedit dan mengcompile kernel linux. Dan tugas lainnya yang membuat hidup menjadi lebih hidup, hehehe…

Masih banyak kok tugas yg bakal menunggu gw di depan T_T

A New Member of Family: Altec Lansing FX 4021

Huahaha… senang sekali rasanya akhirnya krisis output suara dari laptop gw sudah dapat pulih lagi. Malah bertambah baik sekarang. Thanks to Mom and Dad that helping me w/ the financial stuff, hehehehe :D

FX4021 ini memang bukan model baru, tapi kalo gw liat2 di beberapa review, nilainya bagus. Malah ada review yang memberi nilai FX4021 lebih besar daripada MX5021 yang THX certified itu. 8,9 untuk FX4021 dan 6,7 untuk MX5021. Entahlah gimana mereka nilainya, karena waktu gw bandingin dengar pas di pameran Indocomtech 2007 di JCC, output MX5021 terasa lebih nendang daripada FX4021. Tapi karena lebih mahal dan satellite-nya terlalu besar untuk ditaruh di meja belajar yang super imut, maka gw tetap menjatuhkan pilihan kepada FX4021. Despite of the subwoofer’s size. It’s huge.

Walhasil gw membelinya di pameran Indocomtech 2007. Cukup mahal untuk speaker 2.1, tapi lebih murah dikit daripada beli di luar pameran. Hehe.. Namun karena laptop gw tak ada sound card yang seheboh soundblaster atau teman2nya. Cukuplah 2.1 bisa menggemparkan kamar gw.

Waktu box ini nyampe ke rumah, gw langsung membukanya dan memasangnya agar bisa langsung dicoba kehandalannya. Tidak sulit bagi para pemakai komputer awam untuk memasangnya. Karena ada panduan pemasangan yang tertulis di kardus.

Lalu setelah membuka plastik demi plastik2, lalu strap kabelnya juga, voila.. Speaker baru siap dicoba.

Kesan pertama, subwoofernya gede juga yah? Yap, itu karena di dalamnya terkandung Isobaric-configured dual 5.25″ woofers yang dapat menghasilkan suara rendah yang lebih optimal. Ada 2 buahwoofer yang berhadapan, makanya jadi tinggi gitu subsnya.

Yah seperti gambar di atas lah kira2 bentuk subwoofernya.

Meet Mr. Subwoofer and Mr. Sattelite.

Selain 2 sattelite berkekuatan 11 Watts/channel, dan satu subwoofer berkekuatan 24 watts/channel dengan total 45 watts RMS, paket FX4021 dilengkapi juga oleh wired master control, dari sini, kita bisa ngidupin ato matiin, ngatur volume, bass level, treble level, loudness dan sfx.

Selain wired master control yang agak butuh belajar dulu makenya biar bener, kita juga dikasih sebuah remote control imut. Sebenarnya mau memperlihatkan kesan simpel tapi elegan, tapi kok terkesan murahan ya? Mungkin karena terlalu tipis dan bahan yang dipakai sepertinya kurang memperlihatkan kesan tadi.

Nah, lalu gw mencoba performa speaker dengan subwoofer segede gaban ini. Pertama lagu2 Goo Goo Dolls, dan lagu2 sejenisnya. Hmm.. Kesan pertama begitu menggoda, namun kalo kata bokap, suaranya mendem. Setelah dipikir2 emang mendem, lalu gw pindahin ke PC. Tadinya gw nyoba pake laptop. Powernya lebih kerasa pas dipasang di PC, gw menyimpulkan, sepertinya tanpa sound card yang baik, suaranya kurang optimal [ya iyalah, smua orang juga tau.. hehe..]

Lalu gw coba lagu2 akustik, hmm.. untuk frekuensi atas nampak baik, tapi di mid level sepertinya kurang dikit, just like in the review. Lalu gw coba lagu2 keras, MCR, Linkin Park, dkk., sounds great. Dan terakhir, gw coba lagu2 trance, Tiesto, lagu2 dugem, techno dll., wah, di sini bassnya sangat mendominasi permainan.

Untuk film, suaranya ciamik, begitu juga dengan gaming. Ya emang pasti terasa kurang kalo disambungin ke laptop, lebih nampol ke PC dengan sound card ciamik pula.

After all, kalo kata gw untuk harga yang cukup mahal, worth it kok!

 

 

Bonus Story:

Saat gw muter2 indocomtech, ada sesuatu yang nyasar masuk ke pameran ini.. Mau tau apa???

Jreng2.. gw nemu Ducati 1098 di tengah2 stand SanDisk. Pantesan ducati gw kok ngilang dari garasi, ternyata di sini toh.. Hahahaha… :P

Next Page »


Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

Blog Stats

  • 28,256 hits