EuroTrip part 1 : Flight to Hamburg via Dubai

Prakata:

Hmm.. Gw mo coba bikin kategori postingan baru, karena gw relatif suka travelling, jadi gw mo coba menceritakan hasil jalan2 gw. Kebetulan tahun lalu gw ada kesempatan buat jalan2 ke eropa, dan gw emang berencana buat menyimpan cerita perjalanan gw dalam bentuk tulisan, makanya gw mo tulis travel report di sini. Selamat menikmati! [halah, kayak tulisan di nasi kotak]

regards,

[PaW]

————————————–

Juni-Juli 2006

24 Juni, pukul 18:30 saya berangkat ke bandara cengkareng dengan Kijang dan diantar oleh bonyok dan ade gw, serta saudara2 sepupu gw.  Akhirnya rencana salah satu impian saya menjadi kenyataan: Jalan-jalan ke eropa.

Setelah saya sampai di terminal D, bandara Soekarno Hatta, ayah saya langsung pergi check in ke counter Emirates. Yap, saya akan terbang ke Jerman dengan menggunakan Emirates EK 344 (Jkt-Sin-Dubai) lalu lanjut dengan EK 059 (Dubai-Hamburg). Setelah check-in, saya menunggu pukul 20:30, karena pada saat itu, saya harus sudah stand by di ruang tunggu gate D6.

Pukul 20:30, saya berpamitan kepada mama dan adik saya serta saudara2 yang mengantar. Saya bersama ayah saya berjalan menuju loket imigrasi, paspor, visa dan boarding pass saya diperiksa. Setelah semua selesai, kami melanjutkan perjalanan kami ke gate D6. Di sana ada pengecekan barang-barang bawaan dengan pemindai sinar X, dalam pikiran saya, saya akan banyak melewati pintu-pintu dengan metal detector dan sinar X.

Saya masuk ke ruang tunggu gate D6 setelah saya berpamitan dengan ayah saya. Saya bepergian ke jerman hanya seorang diri.

Waktu menunjukkan pukul  21:20 saat saya duduk di ruang tunggu. Cukup banyak orang yang ingin bepergian ke Dubai atau Singapura dengan menggunakan pesawat ini. Pukul 21:50 panggilan pertama bagi penumpang kelas bisnis pun terdengar di ruangan, tak lama setelah itu, penumpang kelas ekonomi pun dipanggil untuk naik. Saya dengan mengantri mulai masuk Airbus 330-200 melalui garbarata.

Sesaat sebelum masuk pintu pesawat, penumpang disuguhkan oleh koran-koran dengan berbagai bahasa yang dapat diambil secara gratis. Saat masuk ke pintu pesawat, Saya disambut oleh 2 pramugari dan 1 pramugara, mereka bertanya dimana saya duduk. Saya memberutahu bahwa saya duduk di seat 26B, mereka dengan ramahnya memberi tahu jalan mana yang harus saya tempuh.

Kali ini adalah kali pertama saya naik pesawat berbadan lebar dan pergi ke luar negeri! Perasaan saya senang sekali dan saya terkesima dengan layar sentuh yang ada tertempel di kursi depan di depan kursi saya. Seperti orang kampung yang masuk kota. Hehehe… Saya mencoba-coba apa saja fitur-fitur yang ada di monitor itu.

Pesawat sudah terisi hampir 3/4 penumpang, penerbangan kali ini memang hanya terisi 3/4 kapasitas, 1/4 lagi adalah penumpang dari singapura.

Saya disuguhi oleh sehelai handuk basah panas. Jujur, saya tidak tahu apa kegunaan dari handuk basah panas yang diberikan sebagai compliment dan standar pelayanan emirates pada awal penerbangan. Saya mencuri lihat orang di sebelah saya, kebetulan seorang bapak-bapak, paras wajahnya menggambarkan dia seorang Indonesia, namun saya tidak yakin dengan pikiran saya, karena saya berbicara kepada saya dengan bahasa Inggris, bapak itu menggunakan handuk itu untuk mengelap wajah dan tangan, dengan lugunya saya ikuti dia. hehehe…

Pesawat pun mulai bergerak, sesuai prosedur penerbangan, pada saat ingin take off, lampu kabin harus dimatikan. Suasana gelap dan mulai terdengar derungan 2 mesin turbofan pesawat itu. Pesawat akan take off. Akselerasi pesawat membuat saya tertekan ke arah belakang. Dengan cepat pesawat mulai climb ke ketinggian.

Tujuan pertama: Changi, Singapura

Hari sudah malam, tetapi saya tidak mengantuk. Karena target saya, saya harus tidur setelah takeoff dari changi untuk menghindari jet lag saat di dubai, yang bisa beruntun saat sampai di hamburg.

Waktu yang ditunggu-tunggu semua penumpang pesawat tiba, PEMBAGIAN MAKANAN! hehehe… Dari jakarta ke singapura, saya hanya diberikan mie goreng singapura (sepertinya mie goreng singapura, soalnya agak berbeda rasanya dengan mie goreng indonesia, sotoy mode : on) . Enak sekali. Hehehehe…

Transit di Changi

Pukul 23:30 waktu setempat, saya sampai di gate 32 changi. Pesawat akan transit selama 30 menit di Changi. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan di sini. Akhirnya dengan lugunya saya membuntuti kemana perginya bapak-bapak yang duduk di sebelah saya. Namun, saat dia mulai menjauh dari gate 32, saya tidak yakin dia akan melanjutkan perjalanan. Saya langsung belok kanan saat terlihat ada toilet. Saya masuk ke sana.

Salah satu cita-cita saya kesampaian : Numpang buang air di luar negeri! Hehehehe…

Setelah saya keluar dari toilet, saya kembali ke gate 32. Sebelum saya masuk ke dalam ruang tunggu, kembali saya bertemu dengan alat pemindai sinar X dan metal detector, serta pengecekan paspor, dan tiket.

15 menit kemudian, saya naik kembali ke pesawat.

Setelah pesawat takeoff dari changi dan pesawat mulai terbang dengan stable, saya diberikan makanan lagi. Makanan sekarang agak berat, makanan yang disuguhkan adalah makanan internasional, mashed potato dengan daging ayam, dengan appetizer beef slices dingin, lalu salad dan buah. Untuk melengkapi makanan saya, saya meminta 2 gelas orange juice dan 1 gelas air putih. Pesan sponsor, “kalo terbang jauh harus sering-sering minum…”. Pesan yang logis, karena sepanjang perjalanan dengan pesawat, kita kehilangan cairan tanpa disadari, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di daerah tropis atau daerah dengan kelembaban tinggi. Kita tahu kapan kita harus minum. Namun, di pesawat, kelembaban di set hanya maksimal 20%, sehingga udara di dalam pesawat sangat kering, sehingga cairan tubuh dapat tanpa disadari menguap ke udara, dan kita kehabisan cairan juga dengan tanpa disadari.

Makanan yang saya makan enak sekali. Hehehe… Saya tidak sabar menunggu makanan selanjutnya. Hehehe…

Tak lama setelah saya selesai makan, lalu saya menonton film yang ada di monitor di depan saya. Saya memilih channel-channel yang ada. Saya melihat jadwal penanyangan film saat itu pada majalah pesawat. Akhirnya saya menonton Pink Panther. Namun saya mulai mengantuk. Saya pun tertidur saat menonton film.

Tiba di Dubai 

Malam mulai lewat. Di arah belakang pesawat mulai terlihat cahaya terang, matahari mulai terbit. Pada saat itulah, tepatnya jam 1/2 6 waktu setempat, saya mendarat di Dubai. Kepala agak berat karena mungkin saya kekurangan tidur.

Setelah pesawat berhenti dengan sempurna, saya keluar dari pesawat, membawa barang2 kabin saya: Tas Ransel Besar (isinya mangga gedong gincu, om saya sangat senang mangga, karena di Jerman tidak ada mangga, kalau ada, harganya mahal). Saya terkesima dengan desain bandara Internasional Dubai ini, dengan arsitektur modern dan simpel. Bentuknya hanya seperti sebuah silinder panjang, dengan atap yang bulat dan dilapisi kaca. Benar-benar mengandalkan matahari untuk penerangan di siang hari. Bandara ini ramai oleh para orang-orang yang transit dari segala penjuru dunia. Dubai International Airport memang menjadi transit point oleh Emirates Airlines. Senang sekali jika saya dapat melihat orang-orang dengan berparas melayu. Menjadi segelintir orang melayu di sana merupakan kebanggaan tersendiri.

Saya langsung melihat flight schedule board yang memakai tiga tv plasma cukup besar. Saya melihat jadwal flight EK-059 Dubai-Hamburg, di tiket sih jadwalnya jam 08.30, namun saya ingin melihat schedule board untuk memastikan nomor gate. Ternyata flight saya belum ada.

Saya pun beristirahat di ruang tunggu transit, di dekat sebuah layar besar yang menayangkan pertandingan piala dunia yang memang sengaja ditayangkan. Kebetulan Emirates merupakan salah satu sponsor Piala Dunia 2006.

Saya sempat tertidur sejenak, namun hanya sejenak. Saya takut ada maling yang ingin mencuri tas yang berisi mangga! Hehehe…

Akhirnya waktu menunjukkan 08.00 waktu setempat, saya pun melihat schedule board, ternyata belum diupdate. Saya pun mulai waspada, jikalau ternyata ada panggilan melalui PA (Public Announcer) untuk penumpang EK-059. Saya akhirnya mulai fokus mendengarkan PA.

Lama-lama saya hafal pola panggilan pada PA, dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab! Hehehehe…. Akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.18, dengan tidak sengaja dan tidak yakin, saya mendengar pengumuman dalam bahasa Inggris, “panggilan untuk penumpang Emirates EK-059, silakan masuk melalui gate 39”, saya tidak yakin dengan pendengaran saya. Akhirnya saya mendengar pengumuman dengan bahasa Arab, kebetulan saya masih bisa menerka arti dari pengumuman dengan bahasa arab.

Benar, gate 39.

Tapi saya tidak tahu dimana gate 39 terletak.

Saya melihat sekitar…

Sekeliling saya adalah gate dengan nomor-nomor kecil. Di depan saya gate 8, sebelahnya gate 6, di belakang saya gate 7. Saya memang berada di salah satu ujung dari terminal ini.

Berarti gate 39 berada di ujung terminal yang satu lagi. Dan sebagai informasi, pada saat itu (Juni 2006), masih terdapat 40 gate di terminal itu. Sedang ada proyek penambahan gate di terminal tersebut.

Saya mulai berjalan ke arah gate 39… Lebih cepat… Akhirnya saya berlari kecil… Takut ketinggalan pesawat…

Gate 12,14 di sebelah kanan saya… gate 15,17 di sebelah kiri saya….

Saya melewati Duty Free Shop di sebelah kiri saya… Tenggorokan saya jadi haus karena belum minum dari pagi…

Gate 24,26 terlewati..

Saya sampai di ujung-satu-lagi terminal ini. Gate terakhir adalah gate 34 di kanan saya, ternyata gate 36-40 berada di sebelah kiri saya. Saya harus berjalan lagi ke arah “extended terminal” gate 36-40.

Akhirnya saya sampai di gate 39! Hosh2…

Antrian cukup panjang saat saya sampai. Antrian ini bukan antrian sembako, tapi antrian penumpang saat pengecekan paspor dan boarding pass. Sampai pada giliran saya. Langsung dicek, dan langsung masuk. Akhirnya saya duduk beristirahat sejenak, capek juga lari-lari membawa mangga gedong gincu. Hehehe… Suatu pengalaman baru.

Jam 09.45 penumpang bisnis dipanggil masuk pesawat. Tak lama setelah itu, penumpang ekonomi dipanggil masuk pesawat.

Saya pun turun ke lantai satu, saya bingung, ternyata pada gate 36-40 pesawat tidak diparkir pada gate, namun diparkir di Parking Ramp yang berada di dekat terminal cargo. Hal ini dikarenakan airport ini sedang dalam renovasi penambahan gate, seiring dengan berkembangnya kepak sayap Emirates Airlines.

Saya naik bis ke pesawat, sampai di sebelah pesawat, saya pun turun dari bis. Wuuuzzzz… langsung terasa “bakat” panas gurun. Hehehe… Tanpa basa-basi, saya langsung masuk pesawat Airbus 330-300. Kali ini di sebelah kanan pesawat di dekat jendela.

Saya sudah mulai terbiasa dengan penerbangan jauh dan kultur pelayanan Emirates. Saya menggunakan handuk panas, lalu melihat-lihat sekitar, karena saya duduk di dekat jendela, maka saya bisa puas melihat keluar jendela. Saya melihat monitor di depan saya, terlihat streaming langsung dari kamera yang terletak di nose pesawat.

Tak lama setelah itu, pesawat mulai bersiap di runway. Full Throttle… Pesawat lepas landas…

Here I come Deutschland!!!

to be continued…

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

7 Responses to EuroTrip part 1 : Flight to Hamburg via Dubai

  1. iQbaL says:

    MAK ZAAAAAAANGHH!!! wow, panjang buanget paw…

  2. agung says:

    hi..seru tuh trip ke jermannya..gw maw nanya donk tentang biaya visa trus fiskal ke jerman?thx before

  3. [PaW] says:

    Biayanya lupa, dan fiskalnya ya kalo g salah bukannya sama? 1 juta rupiah sih waktu itu, sekarang ga tau berapa.

    informasi lebih lanjut mending langsung ke situsnya Deutsche Botschaft Jakarta
    (http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01/Visabestimmungen/Visabestimmungen.html)

    FYI, visa ke jerman udah termasuk visa ke negara-negara yang menandatangani perjanjian Schengen, jadi dari selain jerman, itu jg termasuk visa ke berbagai negara EU.

  4. riza says:

    hihihi..cara cerita pengalamannya okeh…luchu…hahaha

  5. lis says:

    Thanks berat infonya,krn sy sangat memerlukan info ini.GBU….

  6. Tata Soesetyo says:

    Tapi berapa jam ya dari Jakarta ke Jerman ??? bingung nich …

    • paw says:

      berangkat dari jakarta jam 11 malem, nyampe hamburg jam 1/2 2 siang esoknya. itu pake transit dulu 1/2 jam di changi dan sekitar 2 jam-an (ganti pesawat) di dubai😀

      berapa tu totalnya?😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: