Apakah harus Ekstrakurikuler dibekukan agar tercipta ketertiban sekolah??

Pagi-pagi buta ini gw buka detik dan baca artikel ini.

Anak kelas 1 di SMAN 70 tidak boleh ikut ekstrakurikuler karena ekskul di sana dibekukan, alasannya agar “diperketat lagi”. Ini yang gw baca di artikel itu, tapi gw masih bingung alasan yang diberikan, karena alasan yang diberikan tidak jelas. Saya bukan alumni SMAN 70, post ini hanya opini dari seorang yang sudah melewati jenjang SMA, dan bukan korban dari ekskul.

Okeh, sekarang kita bahas dulu apa yang dimaksud dengan Kegiatan Ekstrakurikuler. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan siswa di luar jam pelajaran sekolah dalam suatu organisasi yang mempunyai tujuan mengasah keterampilan dan/atau soft-skill siswa. Bisa dalam bidang kesenian, olahraga, agama, bahasa, dll.

Kegiatan ekstrakurikuler memang diselenggarakan oleh tiap sekolah untuk melengkapi nilai-nilai pendidikan yang tidak terdapat di Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun, mengapa kegiatan ini malah sekarang harus dibekukan di suatu sekolah, yang notabene kegiatan ini mempunyai banyak manfaatnya?

Ekskul adalah ajang pembentukan bakat dan ajang kreativitas anak-anak. Malah ekskul sekarang sudah difokuskan untuk menghasilkan produk-produk yang handal di bidangnya, bukan hanya pengisi waktu saja. Sudah banyak nama sekolah yang diharumkan oleh tim-tim dari ekskul tertentu yang berlomba di kancah nasional, bahkan internasional. Gw g perlu nyebut contohnya, yah,, pasti Anda pernah tahu satu dua prestasi bukan??

Pernah juga dalam kasus yang lainnya, di SMA saya dulu, SMAN 78, saya pernah mendapat kabar kalau kegiatan ekskul di sana juga sempat dibekukan. Alasan yang dikemukakan jelas, kegiatan ini dibekukan selama kurang lebih 4 bulan karena dipicu oleh perkelahian antar angkatan. Itu kabar yang saya dapatkan, CMIIW.

Jika kasus yang terjadi di SMAN 70 adalah sama atau mirip dengan yang terjadi di SMAN 78, maka adalah alasan yang relevan untuk membekukanya untuk sementara, untuk memperbaiki kondisi ‘panas’ antar angkatan. Alasan lain yang relevan adalah jika disinyalir adanya kegiatan perploncoan dalam kegiatan2 ini, namun harus ditunjukkan dengan bukti-bukti yang relevan.

Ekstrakurikuler memang mempunyai banyak sisi positif, namun sangat disayangkan, (dulu) ada beberapa nilai-nilai perploncoan yang mengotori kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Biasanya kotoran ini menggerayangi kegiatan yang dinamakan makrab atau pelantikan, atau semacamnya. Ada segelintir kegiatan-kegiatan yang tidak masuk akal yang dimasukkan dalam format pelantikan. Kalau hanya sebatas jurig malam, masih oke lah. Tapi ada jika ada ‘racun’ yang melengkapinya, itu baru tidak masuk akal. Saya tidak mau memaparkan contoh kegiatan2 yang tidak masuk akal, nanti jadi inspirasi lagi, hehehe…

Tapi saya masih yakin, kegiatan ekstrakurikuler sangat penting dan bermanfaat untuk siswa dan sekolah tersebut. Daripada pulang sekolah keluyuran g jelas, mending latian n ngumpul ekskul, baru keluyuran g jelas, hehehehe….

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

2 Responses to Apakah harus Ekstrakurikuler dibekukan agar tercipta ketertiban sekolah??

  1. Arie says:

    BTW, ekstrakuRikuler…, dari kuRikulum.

  2. [PaW] says:

    iya.. makasih atas koreksinya… tuh, dah diedit lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: