1001 macam tipe orang berkendara..

Gw baru baca sesuatu di milis.. dari detik forum..

source : Detik ForumSaat mengemudi pada cuaca hujan apalagi kian deras di jalanan tol siapapun bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard ke-empat sen berkedip-kedip) mobil lain yang bergerak. Anehnya banyak pemilik mobil yang bagai prosedur baku, segera menyalakan hazard kala hujan. Padahal, sebetulnya dia juga bakal terganggu oleh kedipan lampu berwarna oranye itu. Sekarang, kebiasaan ini semakin menjadi di hampir seluruh ruas jalan di Tanah Air.

Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang mengaktifkan hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan dengan jalanan licin, Jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini adalah salah besar.

Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional AswinBahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT. “Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas,” urai Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat,dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.

Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti.

Bisa karena rusak atau berhenti akibat keadaan darurat,” pintanya. Namun,bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju dijalanan?

Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan. Gunakan hazard hanya bila darurat Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazardhanya boleh diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan. Bisa akibat mogok atau harus berhenti karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipingir jalan.

Gunakan lampu kecil bila hujan dengan semangat ingin memberi ‘tanda’ bahwa mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil. Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut. Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.

Selalu pakai sen bila berpindah jalur, penggunaan lampu sen wajib bagi pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.

Bayangkan, bila Anda menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, lampu sen-pun tak akan berfungsi!!!

Gw jadi teringat bahwa ternyata banyak banget tipe2 orang berkendara di jalan yang menurut gw (cukup) aneh, bisa dibilang kebiasaan yang salah, atau mungkin didikan sesat. Hehehe…

1. Menyalakan lampu hazard saat hujan lebat

Kebiasaan yang salah pertama yang gw tangkap selama gw mulai merekam kejadian2 di jalan. Kenapa salah? tuh baca di atas.. lalu setau gw, lampu sen adalah lampu peringatan kepada pengendara di sekitar bahwa kita akan berbelok ke arah yang dituju. Kalo lampu sen kanan kedap kedip, berarti kita akan belok atau mengarah ke kanan. Terlebih kalo pindah jalur, apalagi di jalan tol, apalagi pas ujan lebat. Orang2 ngidupin lampu hazard pas ujan lebat pasti maksudnya baik, yaitu memberi tahu pengendara lain kalo kita “ada” di sana.

Tapi, tindakan ini malah salah, karena dengan hidupnya lampu hazard, pengendara lain bingung ngebedain mobil yang nyala lampunya hazardnya itu pindah jalur, ataupun malah berhenti darurat. Karena medan jalannya lagi ujan lebat yg mengakibatkan visibility rendah. Solusi : STOP kebiasaan ini dan cukup hidupkan lampu kecil atau besar untuk menjadi tanda di jalan.

2. Menyalakan lampu hazard saat berjalan lurus pada persimpangan. Ada juga pada saat berjalan mundur

Ini kebiasaan teman gw, ga perlu namanya disebut. (Sori ya Nanda, hehe..) . Kebiasaan ini sangatlah salah. Karena setelah kita baca dari artikel di atas, udah jelas kan fungsi dari lampu hazard? Begitu juga kalo dipake buat mundur.

3. Menyalakan lampu jauh (lampu dim) instead of lampu besar sepanjang jalan

Coba dibedakan ya anak2.. Lampu jauh itu dipakai untuk macam2 purpose. Kalo di Indonesia, seharusnya (as far as i know) lampu dim tu untuk memberi peringatan. Namun, kalo di jerman (also as far as i know) lampu dim malah dipakai buat memberi peringatan kalo kita memberi jalan (mengalah). Sedangkan lampu besar itu adalah lampu yang seharusnya dipakai pada hari gelap. Perbedaan dua lampu ini adalah pada sudut penerangannya. Lampu jauh punya sudut sapuan sinar lebih tinggi dibanding lampu besar. Beberapa lampu jauh jika dihidupkan bisa menyilaukan mata.

Udah keliatan bahayanya kalo ada pengendara yang menyalakan lampu dim terus2an?? Kasian dong pengendara yang berlawanan arah kalo berpapasan dengan kendaraan tersebut, silau dong mata si pengendara yang berlawanan arah itu.. Bisa berbahaya loh… Mata pengendara bisa “buta sesaat”, kalo g salah baca bisa sampe 3 detik.

4. Lampu rem belakang (biasanya pada motor) menggunakan lampu terang berwarna kuning (seperti lampu besar)

Waduh.. ini mah aliran modifikasi sesat. Kenapa? banyak bikers yang masang lampu bening atau mengganti rumah lampunya dengan mika bening, bukan merah, untuk me-“modif” lampu rem belakang yang asalnya berwarna merah. Ini juga berbahaya loh… Bisa bikin silau mata pengendara yang di belakangnya..

5. Memotong/Menyalip dari kiri, malah juga lewat bahu jalan. Biasanya di jalan tol

Ini gw kategorikan menjadi kebiasaan, karena pasti kalo ada yang nyoba sekali dua kali motong/nyalip lewat bahu jalan yang kosong, pasti ketagihan. Ini sangat berbahaya! Tau ga bahu jalan dibuat untuk apa? Untuk tempat mobil2 yang berhenti darurat. Bisa baca kata berhenti darurat kan di kalimat sebelumnya? Kalo pada nyalip lewat bahu jalan, tiba2 ada mobil yang lagi berhenti darurat?? Lalu si mobil yang nyalip ini kurang awas. Coba bayangkan… Bisa ditubruk dong si mobil yang berhenti darurat? Haduh… Apa jangan2 bahu jalan dipake buat tempat nyalip terasik karena menantang?

Lalu.. Untuk peraturan kendaraan berjalan di sebelah kiri, nyalip dari kiri jalan adalah hal yang berbahaya. Karena, pertama, kendaraan pada jalur kiri (seharusnya) berjalan lebih lamban, dibanding jalur kanan. [Pada baca kan aturan: “Lajur kanan hanya untuk mendahului”?]. Kedua, karena pada negara dengan aturan berjalan di sebelah kiri, maka posisi supir ada berada di kanan mobil. Nah, kalo mo ambil jalur kiri, lalu nyalip, maka si supir agak kesulitan dong ngeliat what is ahead di lajur kiri?

6. Yang jalannya lambat ngendok, pura2 ga tau jalan di lajur kanan

Wah ini nih suka bikin kesel orang2 yang mau nyalip dengan cara yang benar: Nyalip lewat sebelah kanan. Ini juga kayaknya jadi “alasan” para penyalip jalan dari kiri. Sumpah, buat mobil2 yang lambat dan ga tau diri jalan tetep di lajur kanan padahal di lajur kiri kosong, terkutuklah kalian! Hehe… Dosa kalian dobel tau! Pertama, ga tau diri jalan lambat di lajur kanan. Kedua, mereka memaksa orang2 yang pengen nyalip dengan bener buat nyalip lewat kiri ato marah2 mencaci maki orang2 lambat ga tau diri di depannya.

Wah.. segini aja dulu deh tipe2 orang yang perlu kita perbaiki kebiasaannya.. Ntar kalo inget gw lanjutin lagi.. Yang mau nambahin, sok aja tambahin poin2 dari nomor 7 sampe ke N di comments. Tq..

 

 

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

3 Responses to 1001 macam tipe orang berkendara..

  1. auliafeizal says:

    iya tuh, banyak orang salah kaprah ttg lampu hazard

    klo di persimpangan dan kita mau lurus trus nyalain lampu hazard itu bisa menipu

    klo orang cuma liat lampu sen-nya yang cuma sebelah (kiri atau kanan saja), kan orang bisa ngiri kalo mobil itu mau belok

  2. auliafeizal says:

    iya tuh, banyak orang salah kaprah ttg lampu hazard

    klo di persimpangan dan kita mau lurus trus nyalain lampu hazard itu bisa menipu

    klo orang cuma liat lampu sen-nya yang cuma sebelah (kiri atau kanan saja), kan orang bisa ngiri kalo mobil itu mau belok, padahal sebernya mau lurus

  3. HanipIF says:

    Hmm,, gitu ya..

    Untungnya selama yg gw inget, gw blm pernah nyentuh tombol lampu hazard di mobil gw, ga tau dipakenya bwt apa sih.

    Btw, gw juga sering lihat lampu hazard dipake sama rombongan bapak2 pejabat juga sama foreider-nya. Klo yg itu bisa ditilang juga g? Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: