Pemikiran Bodoh di Saat Kuliah

Di saat kuliah IB tadi, gw ga mau nge-post hal2 yang berbau “kejadian ini” yang ditulis mas ini. Tapi karena pada dasarnya gw terlalu senang menganalisis sesuatu [cailah…], dan cenderung cepat bosan mendengarkan kuliah di depan kelas.

Kelas pada hari Rabu ini menampilkan dua orang mahasiswa, tepatnya satu mahasiswa dan yang satunya lagi baru diwisuda oktober lalu mempresentasikan apa yang menjadi topik TA mereka. Lalu topik pembahasan saat itu adalah tentang Multiple Agent System. Pada saat sesi bertanya dibuka, seseorang teman (baca: Dimas) menanyakan tentang tahap-tahap pencarian shoretest path pada labirin, yang merupakan topik salah satu dua orang presenter tersebut.

Setelah presenter tersebut (Doni namanya, CMIIW) memberikan jawaban yang dapat diterima satu kelas karena memang kami agak2 bingung dengan tahap pencarian shortest pathnya. Lalu, kami serempak berkata, “Ooooo…”

Gw pun langsung kepikiran, kenapa sih setiap manusia jika mendapatkan dirinya akhirnya memahami sesuatu, maka seyogyanya kita berkata, “Oooo…”.

Kenapa nggak “Aaaaa…” atau “Iiiii…” atau “Uuuuu…” atau “Eeeee…”??

Gw pun melontarkan pertanyaan di atas kepada teman-yang-duduk-di-sebelah-saya-yang-juga-nggak-terlalu-ngedengerin-materi-karena-kita-mengobrol-sepanjang-kuliah (baca: Fany). Kami pun langsung mengerenyitkan kening memikirkan alasan yang tepat mengapa bukan  “Aaaaa…” atau “Iiiii…” atau “Uuuuu…” atau “Eeeee…” jika seseorang baru memahami sesuatu, especially pada saat KBM (bukan Kantin Barat Maut, tapi Kegiatan Belajar Mengajar).

Dan akhirnya, berhubung kami anak yang pintar, baik hati, tidak sombong, dan selalu menabung demi masa depan yang cemerlang, mendapatkan jawaban dari salah satu pertanyaan dari salah banyak pertanyaan yang gw punya di kehidupan ini (contohnya, kenapa huruf ‘C’ dibacanya cé, dan kenapa bentuknya c. Kenapa ga dibacanya je, ato pe sekalian?)

Jawabannya adalah:

1. karena kalo “Aaaa…”  diucapkan seseorang jika dia dapat mengingat sesuatu yang dia coba ingat2, contoh:

A : Ingat si Cuplis g? sekarang dia jadi konglomerat perkebunan loh..
B : Cuplis? Aaaa… iya si cuplis juragan sayur deket rumah yang suka nongkrong di depan rumah ibu jupri kan?

2. karena kalo “Iiii…”  diucapkan seseorang jika dia merasakan takut atau ngeri, contoh:

A : (sendirian di rumah tua pada malam hari untuk mencari tusuk konde emaknya, lalu tiba2 dia mendengar suara halus)  Iiiii… serem banget sih ni rumah,, mana lagi tusuk konde emak gw? Duh…

3. karena kalo “Uuuu…” diucapkan seseorang jika dia melihat sesuatu yang buruk rupa, atau juga jika dia ingin menggantikan kata “Hmm..” pada saat merasakan suatu makanan enak citarasa chef Champignon [hehe,, ngasal nama chefnya] aseli dari perancis. contoh:

A : (berada di restoran mahal, dengan interior di sekitarnya berwarna merah dan dia duduk sendiri ingin mencicip makanan masterpiece citarasa Chef Champignon) Uuuu… [intonasi menaik di tengah-tengah lalu menurun di akhir] enak sekali makanan ini…

4. karena kalo “Eeee…” diucapkan seseorang jika kaget atau mendengar sesuatu kabar atau berita yang aneh. contoh :

A : Tau ga sih lo, tadi mobilnya si Fulan yang super duper modifikasi itu ditilang polisi??
B : Eeee?!?!?! [cara melafalkannya adalah dengan nada kaget dan intonasi menaik, kalo mau jelasnya, coba suruh Fany menggayakan kata “Eeee…” kalo dia kaget ato ngedenger garingan gw.. hehe] serius lo?!?!?!

Hmm… Ternyata masih banyak loh rahasia dari kehidupan kita.

Udah ah, lanjutin nge-robocode lagi.. hehe..

Advertisements