A New Member of Family: Altec Lansing FX 4021

Huahaha… senang sekali rasanya akhirnya krisis output suara dari laptop gw sudah dapat pulih lagi. Malah bertambah baik sekarang. Thanks to Mom and Dad that helping me w/ the financial stuff, hehehehe 😀

FX4021 ini memang bukan model baru, tapi kalo gw liat2 di beberapa review, nilainya bagus. Malah ada review yang memberi nilai FX4021 lebih besar daripada MX5021 yang THX certified itu. 8,9 untuk FX4021 dan 6,7 untuk MX5021. Entahlah gimana mereka nilainya, karena waktu gw bandingin dengar pas di pameran Indocomtech 2007 di JCC, output MX5021 terasa lebih nendang daripada FX4021. Tapi karena lebih mahal dan satellite-nya terlalu besar untuk ditaruh di meja belajar yang super imut, maka gw tetap menjatuhkan pilihan kepada FX4021. Despite of the subwoofer’s size. It’s huge.

Walhasil gw membelinya di pameran Indocomtech 2007. Cukup mahal untuk speaker 2.1, tapi lebih murah dikit daripada beli di luar pameran. Hehe.. Namun karena laptop gw tak ada sound card yang seheboh soundblaster atau teman2nya. Cukuplah 2.1 bisa menggemparkan kamar gw.

Waktu box ini nyampe ke rumah, gw langsung membukanya dan memasangnya agar bisa langsung dicoba kehandalannya. Tidak sulit bagi para pemakai komputer awam untuk memasangnya. Karena ada panduan pemasangan yang tertulis di kardus.

Lalu setelah membuka plastik demi plastik2, lalu strap kabelnya juga, voila.. Speaker baru siap dicoba.

Kesan pertama, subwoofernya gede juga yah? Yap, itu karena di dalamnya terkandung Isobaric-configured dual 5.25″ woofers yang dapat menghasilkan suara rendah yang lebih optimal. Ada 2 buahwoofer yang berhadapan, makanya jadi tinggi gitu subsnya.

Yah seperti gambar di atas lah kira2 bentuk subwoofernya.

Meet Mr. Subwoofer and Mr. Sattelite.

Selain 2 sattelite berkekuatan 11 Watts/channel, dan satu subwoofer berkekuatan 24 watts/channel dengan total 45 watts RMS, paket FX4021 dilengkapi juga oleh wired master control, dari sini, kita bisa ngidupin ato matiin, ngatur volume, bass level, treble level, loudness dan sfx.

Selain wired master control yang agak butuh belajar dulu makenya biar bener, kita juga dikasih sebuah remote control imut. Sebenarnya mau memperlihatkan kesan simpel tapi elegan, tapi kok terkesan murahan ya? Mungkin karena terlalu tipis dan bahan yang dipakai sepertinya kurang memperlihatkan kesan tadi.

Nah, lalu gw mencoba performa speaker dengan subwoofer segede gaban ini. Pertama lagu2 Goo Goo Dolls, dan lagu2 sejenisnya. Hmm.. Kesan pertama begitu menggoda, namun kalo kata bokap, suaranya mendem. Setelah dipikir2 emang mendem, lalu gw pindahin ke PC. Tadinya gw nyoba pake laptop. Powernya lebih kerasa pas dipasang di PC, gw menyimpulkan, sepertinya tanpa sound card yang baik, suaranya kurang optimal [ya iyalah, smua orang juga tau.. hehe..]

Lalu gw coba lagu2 akustik, hmm.. untuk frekuensi atas nampak baik, tapi di mid level sepertinya kurang dikit, just like in the review. Lalu gw coba lagu2 keras, MCR, Linkin Park, dkk., sounds great. Dan terakhir, gw coba lagu2 trance, Tiesto, lagu2 dugem, techno dll., wah, di sini bassnya sangat mendominasi permainan.

Untuk film, suaranya ciamik, begitu juga dengan gaming. Ya emang pasti terasa kurang kalo disambungin ke laptop, lebih nampol ke PC dengan sound card ciamik pula.

After all, kalo kata gw untuk harga yang cukup mahal, worth it kok!

 

 

Bonus Story:

Saat gw muter2 indocomtech, ada sesuatu yang nyasar masuk ke pameran ini.. Mau tau apa???

Jreng2.. gw nemu Ducati 1098 di tengah2 stand SanDisk. Pantesan ducati gw kok ngilang dari garasi, ternyata di sini toh.. Hahahaha… 😛

Advertisements