dan sebuah era berganti

This is the last day of this year.
Sebagian orang pasti berpesta pora menyambut pergantian waktu ini, dimana nanti setiap detik akan dihargai.

Gw memang senang dan bergembira menyambut pergantian waktu ini.
Tahun baru, semangat baru, harapan baru, masalah baru [ada masalah lama juga sih], dan pencapaian yang baru.

Tapi sebelum kita melangkah ke depan dengan hal2 yang baru itu, ada baiknya kita bercermin ke belakang.
Sudah banyak hal yang kita lakukan pada tahun ini.
Banyak peristiwa yang terjadi pada tahun ini.
Kita tertawa, gembira, menangis, histeris, marah, kesal, merasa menang, merasa seperti pecundang, bersyukur atas kehidupan yang dijalani, merasa ingin bunuh diri, dan sekelumit kisah lainnya yang kita buat di tahun ini.

Dari apa yang kita bisa capai tahun ini, pasti ada pelajaran hidup yang bisa kita ambil. Yang bisa membuat kita menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. Dan semoga pada tahun yang baru ini kita bisa lebih baik dari tahun ini.
Semua orang berubah dari masa ke masa, tapi hanya individu yang berubah lebih baiklah yang beruntung.

Momen ini momen baik. Momen yang tepat untuk me-“reset” mileage untuk tahun ini, untuk memulai suatu lembar baru. Tapi tetap saja harus kita ingat, mileage kehidupan tetaplah tidak akan ter-reset.
Bahwa tanpa tahun ini kita tidak bisa melangkah ke tahun depan.

Before I get more not-clear (alias ga jelas), so it’s time to say goodbye 2007!
And welcome 2008!

Happy New Year 2008! One of my wish for 2008 is: I wish that our wishes for 2008 will come true! 😀

Advertisements

National Treasure: Book Of Secrets

Setelah kemarin gw menonton Bee Movie, hari ini gw menonton National Treasure: Book Of Secrets. Film kedua setelah film National Treasure yang rilis tahu 2004 lalu. Berceritakan tentang om Ben Gates [bukan sodaranya Bill Gates], yang mencari fakta sebenarnya dibalik peristiwa pembunuhan Abraham Lincoln. Karena tersebutlah seorang Mitch Wilkinson . seseorang yang menunjukkan salah satu dari 18 halaman yang hilang dan berisi daftar orang-orang yang terlibat peristiwa tersebut pada saat Ben sedang mempresentasikan informasi terbaru tentang peristiwa ini. Pada halaman yang tersobek dari buku tersebut, terdapatlah nama kakek moyang dari Ben, yang berarti kakek moyang Ben mempunyai kemungkinan terlibat dalam kasus itu. Padahal sebelumnya jelas bahwa sang kakek moyang Ben tidak terlibat kasus ini. Petualangan pun mulai diarungi Ben Gates, Riley Poole, dan Abigail Chase untuk membuktikan bahwa sang kakek moyang tidak terlibat pada rencana pembunuhan presiden Lincoln. Mulai dari Paris, lalu London dan berakhir di Amerika. Dan petualangan pun berlanjut.

Film ini sukses membuat para penonton untuk “ikut” bertualang bersama mereka, melintasi negara, menyelinap istana, dan lain-lain. Gw emang ga nonton film pertamanya. Tapi gw jg ga tau film pertama dan sekuelnya ini ada hubungan cerita secara langsung atau nggak, tapi gw bisa mengikuti jalan cerita. Seperti biasa, gw agak lemot mencerna jalan cerita pada awal cerita, karena masi bertanya-tanya kenapa begini dan begitu. Tapi pada akhirnya, gw bisa larut bertualang dan menikmati film. Hehehe…

Penampilan Nicholas Cage di film itu tidak usah dipungkiri lagi. Ciamik! Lalu yang cukup nempel di kepala adalah tokoh Riley Toole (Justin Bartha) yang bener2 ngebanyol. Hehehe… Dia bisa mengimbangi ketegangan alur film dengan banyolan2 dodolnya itu. Hehe…

Duh gw bingung mau nulis apalagi. Ya pokoknya film ini keren!
Dan ada sesuatu yang cukup unik yang gw dapet dari film ini. Ternyata presiden punya buku curhat juga loh! 😛
Hehehe…

Gw punya cuplikan dialog antara Riley dan Ben dari film ini.

Riley Poole: So let’s recap: We’ve broken into Buckingham Palace, and the Oval Office, stolen a page from the President’s super-secret book, and actually kidnapped the President of the United States. What are we gonna do next, short-sheet the Pope’s bed?
Ben Gates: Well, you never know.  

Night Shopping

Pernah denger night shopping di beberapa merchant elektronik? atau di hypermarket? atau di mall?

Nah, yang ini beda… Karena guess what? Kemaren gw pergi ke Night Shopping ala Pasar Kebayoran Lama! Hehe… G pas di pasarnya sih, tapi lebih ke arah yang kalo dari jalan bungur mau ke arah pakubuwono, nah deket simpang kereta api itu deh ada Night Shoppingnya..

 

Baru tau ada pasar malem2… Gw ksana jam 1/2 9 malem, balik2 jam 1/2 10. Hehe… Harga yang ditawarkan? Bersaing dong…

Sting Like a Bee!

Satu lagi film animasi terbaru dari Dreamworks Studio, yaitu Bee Movie. Film yang menceritakan tentang Barry Benson, seekor lebah yang baru lulus dari universitas pada suatu sarang lebah di sebuah taman kota di New York City. Dia bingung mengapa lebah harus bekerja di sarang tersebut pada jabatan kerja yang sama sampai sang lebah tersebut mati. Lalu dia mengarungi suatu petualangan ke “dunia” manusia, dimana dia berinteraksi dengan manusia (suatu hal yang dilarang pada kerajaan lebah) dan mendapati bahwa manusia memperdagangkan madu dengan seenaknya tanpa izin dari lebah. Dengan seorang florist, Vanessa, Barry mencoba menuntut manusia karena mereka telah mencuri madu yang penting bagi kehidupan lebah.

Gw akhirnya pergi menonton ke bioskop lagi setelah cukup lama absen dari kegiatan pernontonan-film-di-bioskop. Hehe.. Dan kali ini gw menjajal Blitz Megaplex yang berada di Pacific Place, mall baru di bilangan SCBD, Jakarta. Film animasi berdurasi 1 1/2 jam ini mengubah pandangan kita kepada lebah yang awalnya ngeri, karena takut disengat, menjadi gimana yah.. Kayak kita nonton A Bug’s Life ato film2 animasi binatang lainnya.

Dilihat dari teknologi animasinya, [gw g ahli masalah beginian] kayaknya dreamworks punya ciri khas tersendiri dalam membuat animasi, begitu juga tingkat kerealisasian [tingkat mendekati kenyataan] dari animasi dan penggambaran tokoh yang dibuat. Terlihat bedanya kalo kita nonton film2 animasi Disney Pixar dengan Dreamworks. Merasakan hal yang sama?

Nah, dari jalan dan visualisasi cerita, dan penggambaran tokohnya, jelas sekali film animasi ini bener2 memfokuskan kepada anak2. Banyak hal yang tergolong KTT (Khayalan Tingkat Tinggi) di sini, tapi berhasil membuat penonton terkagum-kagum. [Soalnya yang di sebelah gw yang nonton anak2 smua, hehe].

Tapi kalo gw terkagum-kagum sama teknologi CG-nya, yang walaupun kurang mendekati kenyataan, tapi cukup memukau. [cailah… hehehe…] Dari segi moral ceritanya sih, kalo kata gw juga bagus. Moral cerita yang gw tangkap adalah… Hmm.. Apa yah.. If you have the will, then you have the way. Somekind like that lah.. Buktinya, lebah kok bisa menang gugatan sama manusia? hehehe…

Buat yang punya sodara2 yang masih di bawah 15 taun, ajak deh nonton film ini.. Hehe.. Jangan ajak nonton film2 kayak Resident Evil: Extinction. Masa’ iya gw ketemu satu keluarga lengkap sama anak2nya yang masi kecil nonton film itu, hehehe… Ntar anak2nya pengen jadi pemusnah zombie juga deh,, lucu kan bisa ngeheadshot zombie pake shotgun sampe palanya bolong gitu. Hehehehe..

This sweater is Ralph Lauren, and I have no pants. — Barry Benson

NB: the picture is taken from http://thecia.com.au/

What would you be in the next 30 years?

Just curious.

What would you be in the next 30 years?

Berapa Lama Rekor Perjalanan Bandung-Jakarta Anda?

Ups, jangan berpikiran gw akan membahas rekor TERCEPAT bdg-jkt, ya kalo yang ini rekor gw membawa mobil jkt-bdg (bukan bdg-jkt) masih 57 menit bersih (pd. gede timur – pasteur). Rekor yang jelek ya? maklum, gw bawa mobil pinjeman, jadi serem kalo digeber abis2an.

Nah, yang mau gw bahas adalah, rekor TERLAMA yg pernah dihabiskan dalam perjalanan Bandung – Jakarta dari kosan sampe rumah (Kanayakan [dago atas] sampe Wijaya [blok M]).

Hanya dalam waktu 5 (LIMA) jam saja, saya akhirnya sampai di rumah. Gila, stres di jalan gw. Ceritanya begini, gw cabut ke jakarta jam 1/2 an tadi dari kosan dengan menebeng ume. Dan setelah ngejemput supirnya ume di x trans, baru deh kita berangkat ke jkt, waktu dah menunjukkan jam 2-an.

Berbekal rasa rindu akan Jakarta yang tiada tertahan [hmm.. hiperbolis mode : ON], kita pun semangat dalam menjalani perjalanan balik ke jakarta lagi. Apalagi gw yang udah lebih sebulan ga pulang2. Hehe..

Tapi, baru nyampe Jl. Junjunan (itu loh, terusannya pasteur n pasupati, yg ada BTC nya), kita udah dihadang macet. Setengah jam adalah waktu yang kita perlukan untuk keluar dari kemacetan tiap sore tersebut. Lepas lampu merah pasteur, jalan masuk ke tol pasteur cukup lengang. Semangat yang mulai kendur gara2 macet tadi mulai berkobar membara membakar jiwa lagi.

Lewat gerbang tol (GT) Pasteur, performa mobil jazz biru muda ditantang menerjang jalan tol yang basah karena saat itu hari sedang hujan. Dan memang, sepanjang jalan kita ketemu sama ujan mulu. Setelah lewat simpang extra joss, semangat yang membara kian membara, tapi mata mengantuk, yang membuat gw tertidur. Hehehe..

Saat gw terbangun, kita udah nyampe km 88. Hari masih hujan, gw celingak celinguk sekitar, lalu tidur lagi.. Hehehe… Pas bangun lagi, udah nyampe jatiluhur, lalu kita bertemu dengan patwal mazda 3, wew.. bagus betul tu mobil.

Perjalanan terasa menyenangkan walaupun diselimuti langit kelabu dan hujan rintik, sampai kita berada di simpang susun tol cikampek, hujan deras menyambut kami. Jalanan mulai ga keliatan, visibility menurun. Sontak mobil2 mulai melambatkan lajunya. Kondisi lalin mulai pamer paha (padat merayap pantat hangat), dan mulai tersendat di km 68. Ternyata ada tabrakan beruntun yang melibatkan 8 kendaraan di km 64. Sepertinya kecelakaan baru saja terjadi saat kami melewati mobil2 tersebut. Empat [atau lima?] mobil berada di bahu jalan, mereka ternyata ikutan tabrakan jg, tapi cuman penyok dikit di bemper, dan aktor utama kita di kecelakaan ini adalah sebuah jazz abu2, yang di-sandwich [istilah ngasal. maksudnya, ditabrak] depan belakang, bagian depan dan belakang jazz itu ringsek. Body mobil hancur sampai sekitar 35%. Di depan jazz ada sebuah mobil putih [gw menyebutnya panther, tapi kuchay bilang itu civic], yang bagian belakangnya cukup rusak juga. Di belakang jazz hadir sebuah bis antar kota, dan di belakang bis ada sebuah truk colt sedang.

Keadaan saat itu memang hujan lebat dan visibilitas di bawah 100 meter. Tidak hanya tabrakan beruntun, dari arah sebaliknya (jkt-cikampek), gw melihat ada sebuah pohon tumbang ke arah jalan, yang berhasil menutup 1 jalur. Akibatnya? Macet lah. Cukup panjang. Lalu gw jg melihat ada sebuah truk sedang yang terbalik di bahu jalan.

Gw memang lumayan sering melihat kecelakaan di tol cikampek, tapi kali ini berasa lebih serem, karena jg kondisi cuaca yang buruk.

Kondisi lalin pamer paha sampai ke GT cikunir. Lewat JORR, sampai setelah GT pd. gede timur, jalanan agak melengang. Tapi ga bertahan lama, karena saat masuk GT Halim 2, kami disambut dengan “ciri khas” kota Jakarta. Bukan banjir, tapi Macet. Macet parah… Dari sebelum gerbang Halim, sampai depan RS. Tebet, kita cuman jalan dikit2, selebihnya berhenti total. Bisa dibilang macet total atau macet parah. Soalnya bener2 puyeng gw ngeliatnya, semrawut banget, padahal di jalan tol. Gw pun berpikir, tingkat populasi anak jalanan di Jakarta membludak secara cepat setiap harinya, karena semua pengendara di Jakarta udah jadi anak jalanan. [Anak Jalanan = Anak yang hidup di jalanan, yang menghabiskan waktunya di jalanan] Hehehe… Gila, ga kebayang kalo orang2 Jakarta ngadepin rush hour gini tiap hari. [maklum, aing mah urang bandung. (padahal bahasa sunda aja masi belepotan, hehe..)]

Lepas dari pancoran, lalu lintas agak melengang, udah 2 jam lebih kita di jalan. Dan akhirnya kita ke arah buncit, karena gw bakal turun di buncit. Rencananya adalah gw turun di deket trans tv biar bisa langsung naek teksi ke arah wijaya dengan flyover. Nyatanya, tak dinyana ga ada satupun taksi kosong pada saat kita menunggu taksi. Gila… Sebanyak gitu taksi masa’ g ada satupun yang lewat. Oya, sore itu masih ujan loh…

Kalo gw ujan2an, gwnya si ga apa apa, tapi laptop dan kamera yang gw bawa? Gw dengan bodohnya ga punya payung pula. Hehehe… Setelah bosan menunggu tiada taksi yang datang, gw pun akhirnya nebeng lagi sampe perempatan buncit tendean. Pasti banyak taksi ato bajaj, pikir gw.

Dan ternyata, setelah gw turun dan berpamitan dengan ume dan supirnya (makasi kawan atas tebengannya :D), gw mulai ujan2an dengan laptop dan kamera gw. Gw mulai mencari-cari bajaj yang dibenci sekaligus diminati. Hehe.. Gw berjalan ke arah hotel maharaja. Ga dapet juga. Lalu gw berjalan kaki ke arah Bangka. Dan sampailah gw di bawah jembatan penyebrangan, dimana gw bisa berteduh sebentar. Dan akhirnya gw menemukan bajaj yang gw impi2kan akan hadir menyelematkan gw!

Huah… 10 ribu sekarang kalo naik bajaj dari tendean ke pulo raya. Mahal juga yah?

Sampe rumah (nenek), gw pun langsung mengecek kondisi laptop dan kamera gw, dan lalu gw mandi. Perut pun lapar tiada terkira.

“What a day…”, pikir gw.

Selamat Idul Adha untuk smuanya!
Dan smoga yang kita korbankan dapat memberi kita hikmah.
Buat yang menunaikan haji, semoga menjadi haji yang mabrur. 😀

while (isHariTasyrik()) {
do(takbiran());
}

IF Banget

Gw sempat baca di milis, ada seorang kawan bertanya, kurang lebih begini, gimana sih ciri mahasiswa yang IF (Informatika -red) banget? Hmm.. Smua orang mencoba memaparkan beberapa ciri2 dan kebiasaan dari anak IF. Di sini gw akan memberikan satu lagi ciri yang IF banget:

Belajar via YM Conference

Yup, sejak UTS semester 5 ini, beberapa orang dari 2005 mencanangkan ide ini, awalnya sih kalo g salah pas mau UTS Sistem Operasi, karena bahan yang banyak, maka temen2 gw membuka conference untuk wahana belajar bareng, membahas materi dan merangkumnya. Lalu ada notulennya yang berupa rangkuman materi yang dibahas. Hehehe.. IF banget ga sih? Akhirnya kebiasaan ini berlanjut untuk setiap malam sebelum ujian. Malam ini sepertinya conference dengan jumlah member terbanyak, kali ini topik pembahasannya adalah : UAS Sistem Informasi. Hehehe…

Problematika Facebook

Semua pada tahu kan situs jejaring sosial yg cukup sukses membalap Friendster?
Yup, meet Facebook! Situs jejaring sosial yang menawarkan hal baru dalam bermain-main di internet. Dengan banyaknya aplikasi tambahan yang bisa gunakan di situs tersebut, membuat interaksi antara users menjadi lebih “hidup”. Tidak sebatas hanya menambah teman, lalu memberi comment atau messages, lalu menulis bulletin board dll. Tapi bisa main ini, main itu, pamer ini pamer itu, superpoke them, memberi review tentang kuliner setempat, berantem di fight club, ikutan trivia quiz, sampai memprediksi tampang bayi. Hehehe… Tapi, efek samping dari membanjirnya aplikasi tambahan yang pada saat kita memasang aplikasi tersebut di halaman profil kita dan kita bisa merekomendasikannya kepada teman-teman kita adalah:

  

Application invitations and requests yang bergelimpangan dengan hecticnya. Gya…. Haduh… Bingung juga bisa begini banyak invitations and requests.

Hmm.. Solusinya? Ya udah, ignore aja smua kalo ga mau nyoba pake aplikasi rekomendasi teman2. Hehehe..

Lately

Hmm.. dah lama juga gw ga nulis2 di blog gw ini. Bukannya ga pernah onlen, online sih trus2an sepanjang hari gw, tapi dalam seminggu ini hasrat menulis gw lagi kurang. Hehehe…

Sebenarnya banyak ide2 yang mau di-‘tuang’ di sini, tapi antara lagi males ngerjainnya, dan malah jadi bingung apa yang mau ditulis. Terlebih lagi sekarang lagi jaman2nya UAS di kampus. Jadi walaupun gw onlen, kasarnya sering ga sempet nge-post ato browsing secara damainya. Hehehe.. Paling gw jalan2 ke beberapa blog. Hehehehe…

Ada beberapa hal yang gw dapet dalam seminggu ini, gw baru tau ada temen gw yang hari jumat lalu akhirnya bolos kuliah untuk pertama kalinya sejak kuliah di ITB sejak agustus 2005! Huah.. kaget juga gw,, tapi emang dia rajin kuliah sih, hehehe… dan alasan bolos kuliah adalah karena kita ada demo suatu tugas yang ternyata waktu demonya ngaret dan berbenturan sama kuliah. Hehehe…

Malem minggu lalu akhirnya gw merasakan makan di dago pakar (again) setelah udah lama banget ga makan di pakar. Hehehe… kasian banget g sih gw? hehehe…

Lalu tadi sore gw dan beberapa teman akhirnya menyempatkan diri makan pancake dan waffles di MapleSnuggles di Jalan Laswi. Hehehehe.. Ternyata ajib loh rasanya.. Cobain deh makan pancake dan waffles di sana. Hehehe.. (Note : Gw g dibayar buat mempromosikan ini, hehe…)

Udah ah, nanti kalo dah ada ide dan niat buat nulis lagi, pasti gw update deh ni blog dengan posting2 selanjutnya. Hehehe…

Mati Lampu dan Kehampaan Hidup

Malam kemarin dan hari ini, gw merasakan hidup tanpa listrik. Hehe.. Ceritanya begini, kemarin malem, sepulangnya kami (gw, iqbal, jason, kukuh, rindang, fany, dll) dari ngelayat almarhumah bu wanti, dan lalu dilanjutkan makan di sari wangi, kami mendapatkan kosan kami menjadi gelap gulita di antara rumah2 lain yang megah di sekitarnya. Gw awal2nya mikir, “wah, dah pada tidur ya? cepet amat.” Tapi yang anehnya adalah, kosan kami terlihat sangat gelap dari depan gang RDN lepas pabrik RDN. “Waduh,, masa mati lampu?!?!”, pikir gw saat itu dengan kalut [halah, sok kalut gw..]

Dan ternyata benar. Kosan kami Kanayakan Baru 51 mati lampu total [emang ada yg parsial?]. Nah, setelah si iqbal parkir si atoz imut amit2nya itu, kami pun langsung masuk ke dalam. Pintu depan kosan kami buka, dan… jreng jreng… gelap gulita total! ga bisa liat apa2.. hihi…

Lalu kita sempet ngobrol2 dulu di terasnya kosan cw, itu pas made n koming baru nyampe. Kita ngobrol2 bentar, lalu setelah itu kami pun kembali ke kosan masing2.  Dan yang terpikirkan waktu itu adalah.. gw ga bisa ngerjain tugas apapun.. padahal lagi pengen ngerjain tugas SI, lalu ngerjain tugas essaynya PKI, dan maen COD 4 [hehe.. sempet2nya kepikiran maen]. Dan kegiatan kami pun lumpuh total, dan kami pun sadar, bahwa kami sekarang sudah sangat bergantung kepada listrik. Wuih,, tanpa listrik,, mau pake laptop, tapi batre gw dah mulai bocor, lagipula ga bisa ngenet. Masi untung gw pake laptop, kalo si iqbal ama jason n nanda pake PC, mau minta listriknya idup ke dewa listrik sampe bego pun kalo dari PLN blum perbaikin ya g nyala tuh listrik. hehehe.. Oya, kalo kata mas bihin sang penjaga kosan [bentuknya manusia kok,, bukan penjaga yang kayak penunggu yang biasa dipikirkan orang indonesia itu loh..], yang mati lampu di komplek sini cuman 3 rumah, yaitu kanayakan baru 51 [kosan kita], 37 [kosan vinta], sama rumah yang depan pabrik RDN [kosan ucup]. Tapi yang 2 rumah lain itu punya 2 meteran yang anehnya, salah satu di antaranya masi idup, ya shitfully, kosan kami lah yang mati total.

Dan jam 10 dah pada tidur. Huh.. bete,, ga bisa ngapa2in.. Hampa terasa hidup ini.. Hahaha..

Bangun pagi, jam 7 kurang [hehe.. tidur jam 10 kurang tapi bangunnya tetep jam 7 kurang, kebo beut sih lo paw…], nyawa blum terkumpul sepenuhnya, lalu sayup2 terdengar lagu2 dari kamar koming. Dan saat gw terbangun dengan nyawa yang lengkap, gw menyadari bahwa listrik udah nyala lagi. Hore!

Langsung deh gw idupin laptop, lalu mulai ngerjain essay dan bedah kode OS, karena gw mau OS siangnya. Setelah YM gw nyala, dan gw menelepon Bol buat nanyain tugas, shitfully gw dapet kabar kalo kampus mati lampu.

Kampus mati lampu???

Gw sangat kaget mendengarnya. Gw langsung buka detik.com, kali2 berita ini masuk detik, tapi bodohnya, gw ga menemukan apa2 di dalamnya. Headline waktu gw akses itu adalah “Maia mengajak keluarganya ke sidang cerai”. Wuoh,, jadi cerai ya? gw dah lama ga nonton tipi nih.. ehhehe..

Gw masi blum percaya, dan gw pun meliat2 status YM anak2, dan ternyata dudin melaporkan bahwa kampus emang mati lampu. Bukan cuman IF doang, tapi satu kampus ITB! Wuih…

Praktis kegiatan kampus banyak yang lumpuh, dan ada yang cerita bahwa listrik mati sejak malem kemarennya, katanya dari jam 1/2 12 apa jam berapa gitu. Nah loh,, waktu gw dateng ke kampus tu jam 11 siang tadi, dan masi mati? Waduh.. kacau betul pasti kegiatan kampus hari itu. Demo OS gw jg diundur gara2 mati lampu, praktikum basdat K2 juga katanya ditunda gara2 mati lampu. Bank Niaga yang di deket kantin borju malah udah masang genset.

Gw jadi tambah sadar, sekarang kita smua udah sangat bergantung sama listrik.. Dan yang membuat gw heran adalah, mengapa kampus ITB bisa mati lampus segitu lama?? ada yang tau alasannya?

Oya, akhirnya listrik di kampus kembali hidup pada jam 13.20-an. Dan kegiatan kampus pun sepertinya mulai kembali normal.