Misteri Spion Kanan

Kemaren gw melakukan survey buat acara amazing race yang bakal diadain sama Divisi Kekeluargaan HMIF [hell yeah!], lalu di tengah perjalanan, gw, Laris, Andru, dan Adi tiba2 membahas tentang “Kenapa kebanyakan motor di Bandung cuma masang spion kanan doang?”

Nah, kami pun mulai menganalisis penyebabnya. Dimulai dari Laris, tetapi merupakan awal dari kehancuran keseriusan pembahasan topik ini. Dia bilang, “Mungkin spion kiri orang2 pada rusak gara kan kalo naik motor kecenderungan jatoh ke kirinya lebih banyak.. “. Hmm… gw berpikir, kalo gitu banyak dong orang2 yang jatoh? Lalu gw coba liat frekuensi kemunculan motor-dengan-hanya-spion-kanan-saja. Dalam 1 menit, gw menemukan 17 motor serupa! Waduh, ternyata emang banyak motor kayak gitu. Hmm..

Padahal dari segi keselamatan, spion itu berguna untuk melihat ke arah belakang samping motor, yang berguna saat motor ingin berpindah jalur atau membelok. Tapi kalo cuman pake spion kanan, yang dibengkokin pula? Belok kanan ga masalah, tapi belok kiri? Kepala harus noleh ke kiri belakang dulu jadinya. Atau main serobot aja gitu? Kayaknya main serobot aja deh, kecuali kalo lagi rame, baru noleh2.

Gw juga seorang bikers, manusia bermotor, ups.. Maksudnya manusia yang menggunakan sepeda motor untuk moda transportasinya. Sebenarnya kalo sang biker ingin pindah jalur atau belok tanpa liat spion, itu bukan suatu hal yang susah. Karena biasanya setelah nyalip mobil ato motor lain, [kalo gw] sang biker bisa membayangkan posisi pengendara yang lain di jalan itu, jadi bisa langsung serobot aja. Tapi itu ga aman, alias, bahaya, jika dilakukan oleh pemula. Hehehe.. Gw jg masih pemula sih.

Atau malah karena skill yang gw namakan “bayangkan-dan-serobot” itu tergolong mudah, makanya banyak motor yang ga pake spion. Tapi karna di bandung sering razia motor dan/atau banyak pulisinya, maka untuk cari aman, pasang aja satu spion, trus kan ntar kalo ada pak pulisi nanya spionnya mana, bisa jawab, “Tuh pak! Bisa diliat sendiri spion saya!”. Walaupun sebenarnya dia masang spion yang kecil, atau malah spion yang dipasang di selang rem depan yang so pasti ga bisa berfungsi sebagai spion yang baik sebagaimana semestinya yang diatur oleh undang-undang. [Hehe.. bahasa yang ngasal, tapi kalau ga salah sih ada undang no. 14 tahun berapa gitu ttg undang-undang perlalulintasan dkk. Sempet baca bukunya tapi blum khatam, hehe..]

Jadi gw masih bertanya-tanya, kalo mau cari aman sama polisi, kenapa ga sekalian masang dua kiri kanan aja? Biar aman buat diri kita dan pengendara lain. Atau kenapa ga masang spion yang kiri aja?

Anda bikers dengan penganut sekte cukup-pasang-spion-kanan-saja dan punya alasan lain dari yang saya sebutkan di atas? Bisa tinggalkan komentar Anda di bawah ini, biar gw tau mayoritas alasan kenapa ada fenomena ini. Hehe..

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

11 Responses to Misteri Spion Kanan

  1. satria says:

    di bandung emang aneh……. pasang spion cuma satu….. knapa harus nantangin polantas dengan satu spion aja ? knapa ga dua duanya spion di lepas, kan lebih gagah untuk menantang polantas……. hahaha….. (^^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: