Disimpan di Lemari?

Yah, kali ini judulnya agak maksa. Tapi topik pembahasan kali ini berhubungan sama aturan penulisan kalimat judul di atas.

Gw suka gatel dan gregetan deh kalo ada orang yang ngetik (maklum, gw suka melapuk di internet) dengan aturan penulisan yang gw pernah pelajari bahwa gaya tulisan tersebut salah. Walaupun gw juga nulis2 di internet (entah di blog, forum, ataupun YM) dengan gaya bahasa percakapan sehari-hari (baca: ga formal), tapi gw suka ga bisa menolerir orang yang menuliskan awalan kata yang dipisah. Entah mengapa, walaupun bahasa yang dipakai orang itu (misal) ga formal seperti gaya penulisan gw sekarang, tapi saat dia menuliskan “di atur” atau “di jual”, kontan gw jadi gregetan. Duh, salah ni nulisnya. Awalan tu disambung sama kata induknya, sedangkan kata depan tu baru dipisah.

Read more of this post

Advertisements

Optimis?

Kita sakit, untuk sehat
Kita jatuh, untuk bangun
Kita gagal, untuk sukses
Kita hidup, untuk mati

Optimis?

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Daring? Saya sebenarnya tidak tahu arti kata daring. Namun beberapa orang mengintepretasikan daring sebagai singkatan dari dalam jaringan. Koreksi Saya Jika Salah 😀

Setelah beberapa waktu yang lalu jalan-jalan di dunia maya, saya menemukan suatu tautan ke sebuah situs yang akan sangat berguna sekali: Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (online?! Padahal saya tidak menemukan arti dari kata daring di situs ini :P)

Read more of this post

If I Can Jump Around The World Like a Jumper

Kalimat ini langsung terpikirkan oleh gw saat selesai menonton film Jumper. Sebuah film action yg juga sci-fi ini dibintangi oleh Hayden Chirstensen, Jamie Bell, Samuel L. Jackson, Rachel Bilson, dan Annashopia Robb ini berceritakan tentang seorang David Rice yang punya kekuatan untuk men-teleport dirinya kemana saja yang ia mau, asalkan dia punya jumpsite ke tempat itu. Awalnya dia tidak dapat mengontrol kekuatannya ini. Pada umur 15 tahun, david terjeblos ke dalam es saat ingin mengambil bola kristal milik Millie. Di saat David berjibaku dengan dinginnya air, kuatnya arus dan lapisan es di atasnya yang tidak bisa dipecah agar bisa keluar lagi. Tiba-tiba dia “berpindah” ke suatu perpustakaan. Kontan David pun kaget karena tiba-tiba dia ada di perpustakaan, namun dengan kondisi badan dan sekelilingnya basah.

Mulai dari kejadian itu, dia mulai mencoba mengontrol kelebihannya ini. Dia pun pergi meninggalkan Ayahnya, dan pindah ke New York. Dia mulai mencoba membobol brankas bank. Dia tidak menjadikan dirinya seorang pencuri dengan gembong mafia. Namun dia mengambil beberapa (baca: banyak) tumpukan uang dari brankas itu.

Read more of this post

Etika Menulis Blog

Setelah ‘kasus’ yang sempet menggemparkan labtek V dengan adanya sebuah posting yang ‘kontroversial’ (hampir semua menganggap kasus tersebut mendiskreditkan sebuah program studi, termasuk gw :P). Gw ingin menyikapinya dengan bijak, bahwa tidak ada yang sempurna, dan bahwa semua orang pasti pernah khilaf 😀

Di sini gw ga mau membahas kasus itu. Namun setelah kasus itu, gw jadi penasaran tentang ada-atau-tidaknya-kode-etik-blogger, makanya gw bertanya kepada mbah google. Gw pun menemukan sebuah source yang memodelkan kode etik blogger, sebelumnya gw minta maaf, karena masih berbentuk bahasa Inggris. Gw takut salah mengartikan, jadi gw mengutip mampus langsung dari sumbernya (http://www.cyberjournalist.net/news/000215.php)
Read more of this post

Merasakan Hidup yang Berbeda

Udah Baru seminggu ini gw pake tongkat untuk membantu gw berjalan. Hidup pun terasa berbeda sekali saat kita hanya punya satu kaki yang bisa dipakai untuk jalan dan beraktivitas, dan dibantu oleh tongkat di kedua sisi kiri dan kanan. Berikut ceritanya..

Gw akhirnya merasakan betapa jauhnya labtek V ke gerbang ganesha dan terlebih ke gerbang belakang. Buktinya? Buktinya adalah gw ngerasa bener2 butuh energi yg cukup besar buat berjalan kaki dari salah satu dari kedua gerbang itu ke labtek V. Hehehe…

Gw pun akhirnya merasakan kuliah di GKU itu juga membutuhkan energi yang besar. Malah lebih besar dibandingkan berjalan kaki dari parkiran Sipil ke GKUnya sendiri. Mana anak tangganya ga abis-abis. Sampe 9121 aja keringat sudah bercucuran. Lengan atas dan kaki kiri pun menjadi lelah. Hehehe…

Read more of this post

Jakarta 10 Tahun Lagi

Apakah Anda terbayang bagaimana Jakarta 10 tahun lagi?

Kalau menurut gw, dalam 10 tahun lagi, penjualan motor akan menurun drastis. Motor akan digantikan dengan moda perahu bebek taman mini. Lalu permintaan atas mobil amfibi akan membludak. Garasi di rumah orang2 kaya bukanlah mobil, tapi yacht, dan motorboat. Beberapa juga berisi jetski. Garasinya juga akan bertingkat tingkat. Dengan garasi penyimpanan ada di tingkat di paling atas, yg berisi kendaraan saat Jakarta sedang kering. Rumah-rumah akan mengikuti trend rumah panggung. Beberapa rumah mewah mempunyai mekanisme pondasi panggung yang bisa dilipat. Jadi saat air “pasang”, rumah akan terangkat beberapa meter ke atas. Namun pada saat air “surut”, rumah akan kembali menapak pada tanah.

Read more of this post

And this is the story

Setelah beberapa hari ini gw terbaring [actually ga terbaring juga sih], maksudnya istirahat, di rumah di Jakarta pasca kejadian bodoh sial di jalan yang menimpa gw dan dipartneri sama ndul [maaf ndul.. hehe], sekarang gw memberanikan diri buat menceritakan kecelakaan yang terjadi hari Minggu kemaren. Hmm.. Let’s start.

Hari minggu kemaren, divkel HMIF ngadain acara amazing race [bisa baca cerita lengkap peserta amazing race di sini]. Tahun ini acaranya bertemakan “wisata kuliner”. Setelah seharian gw yg kali ini masih panitianya ikut muter2 bandung, tibalah gw dan teman2 yang lain di pos terakhir acara itu: Dago Tea House. Setelah acara usai, kami pun kembali pulang ke kosan masing-masing. Ndul waktu itu nebeng gw buat balik dari dago tea house ke kosannya.

Gw dan ndul mulai keluar dari komplek dago tea house dengan motor belalang sembah hitam gw. Sampai di jalan dago, kami pun belok kanan ke arah bawah. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 6 sore. Namun langit masih cukup cerah.

Lepas dari pom bensin dago atas, kami pun berjalan santai, sekitar 50 km/jam. Lalu gw melihat seorang bapak yang memanggul 2 keranjang di kanan kirinya ingin menyeberang jalan dago dari arah kiri gw.

Di sinilah segala kesialan bermulai. [gw pun mulai ngetik dengan gemetar..]

Read more of this post

My Chemical Romance in Concert

WOOOOWWW!!!! It was an awesome show! Gila… Konsernya top abis.. Walaupun panggungnya sederhana, cuman ada beberapa sound set, drum set, beberapa monitor dan mic stands, dan beberapa lighting set [ya emang mo ngarepin apa lagi dari panggung? hehe..] tapi lightingnya itu lho… cakep! [mak jeleger alias mak nyus alias.. hmm.. alias keren banget deh! hehe]. Soundnya juga mantep! hehe..

Ups, gw dateng ke konser ini bukan buat ngeliat panggung sama lightingnya, tapi ya sang My Chemical Romance! Band yang terdiri dari Gerrard Way, Ray Toro, Mikey Way, Frank Lero dan Bob Bryar ini tampil serba hitam. Tapi ga smuanya sih, ada yang membelot, si Bob berbaju merah dan si Frank pake baju biru muda. Lalu ada additional keyboardisnya, which is gw ga tau namanya, hoho..

Jam 20.00 kurang 1 menit waktu HP gw, konser langsung digebrak dengan “This is How I Dissapear” dari album Black Parade. Sebelum lagu itu mulai dimainin, backdrop simpel warna hitam dengan tulisan My Chemical Romance dikerek dulu dari bawah biar keliatan. Hehe..

Read more of this post