Efek Bertongkat

Wah, kalo yang ini gw mau cerita kehidupan 1 bulan kebelakang dengan bantuan tongkat. Yep, sebenernya 3 Maret kemaren gw genap sebulan injured dengan vonis Ligamen Partial Rupture [gitu ga sih namanya? Tolong dibenarkan jika salah], bahasa awamnya adalah, Ligamen sendi lutut yang sobek sebagian. [Cerita kenapa bisa begini bisa dibaca disini, kalo mau googling tentang vonis gw, bisa googling pake keyword “knee ligament partial rupture”, gw lupa ACL ato ligament yang mananya yang sobek]

Penyakit (layak disebut penyakit ga), ato vonis yang ditimpakan ke gw ini simpelnya dikarenakan oleh benturan keras pada lutut. Biasanya terjadi pada pemain bola (Kalo g salah Ronaldo dan beberapa pemain tenar lainnya pernah kena cidera ini, disamping cidera pada hamstring yang cukup tenar juga di kalangan pemain bola), dan terjadi pada kecelakaan berkendara.
Nah, akibat dari vonis ini, gw diharuskan memakai kruk [gimana sih tulisan kruk ato dalam bahasa kerennya: Tongkat]. Praktis dengan tongkat, aktivitas gw seharusnya terganggu. Tapi pada kenyataannya, gw masih melakukan kegiatan sehari-hari dan kegiatan lainnya dengan seperti biasa. Tidak banyak aktivitas sehari-hari yang terganggu secara signifikan. Gw tetep jalan-jalan, lalu nonton bioskop, lalu ikut arak2an wisuda, telat kuliah, naek tangga, makan, tidur dan naik motor (dibonceng ya,, bukan bawa motor). Pergi makan-makan, senang-senang, coding frenzy, ngerjain tugas dan lain-lain.

Paling yang signifikan adalah lebih terkurasnya energi yang gw perlukan untuk berjalan, yang merupakan dasar dari beberapa kegiatan sehari-hari yang gw sebutkan di atas. Kemaren gw mau asistensi, lalu berangkatnya telat, dan walhasil dari depan boromeus ke lab RPL gw harus bergegas agar tidak lebih telat lagi datangnya. Akhirnya sampai di RPL badan gw udah lemes dan keringat bercucuran, apalagi gw waktu itu pake jaket himpunan yang cukup tebal. Udah kayak sauna deh.. Hehehe…

Tapi semua ini gw jalankan dengan riang gembira [walaupun pernah hampir frustasi dan desperado, juga dihantui rasa penyesalan yang sangat dahsyat]. Karena menurut gw jika kita tidak menikmati hidup kita apa adanya, kita tidak mensyukuri nikmat hidup yang diberikan sang Pencipta kepada kita manusia. Karena hidup cuman sekali, maka kita harus selalu bersyukur atas segala karunia-Nya, termasuk nikmat hidup dan nikmat sehat.😀

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

One Response to Efek Bertongkat

  1. rie says:

    Yap, bener bener bener.
    Semua tergantung paradigma berpikir kita. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: