Generasi Ayat-Ayat Cinta

NB: Post ini bukan tentang film Ayat-Ayat Cinta.

Yup. Generasi ayat-ayat cinta [bukan generasi sinetron, karena kayaknya yang generasi sinetron lebih ngegambarin ibu2 deh.. hehe..], beginilah gw memberikan “tag” kepada adik-adik kita yang masih di tingkat SD. Mengapa? Karena saat gw mengikuti acara TETAPI yang diadakan HMIF pada hari ini, terlihat jelas memang adik-adik kita sudah tidak mendapatkan porsi hiburan yang sesuai dengan umurnya. Adik-adik kita sudah terkontaminasi oleh produk hiburan untuk kakak-kakaknya, atau malah untuk orang tua, om tante dan pak lurah.

Tonton saja televisi kita yang jumlah channel ada belasan itu.
Channel dari Indonesia yah, bukan TV kabel. Dari 24 jam, ada berapa banyak porsi hiburan untuk anak? Tidak terlalu banyak kan? Namun apa kebiasaan [yang mungkin diturunkan oleh orang tua atau sudah turun menurun mendarah daging] adik-adik kita? Pulang sekolah, lalu mungkin ada yang tidur siang, lalu main sama teman2nya, atau malah coding main komputer. Selain itu? Kemungkinan banyak setelah ganti baju [atau ada juga yang ga ganti baju dulu] langsung pantengin tipi. Dan biasanya juga yang megang remote control [ato galah buat ganti channel, kalo ga ada remote control] adalah anak-anak. Gw pernah baca sebuah artikel, lupa di mana, bahwa sebagian besar penguasa TV adalah anak-anak. Lalu konten dari televisi? Bermacam-macam sinetron! Mendidikkah? Menurut pendapat gw sih nggak mendidik. Isinya kalo ga tampar2an, melotot2an, marah2, bentak2, segala akal bulus, kelicikan, kemunafikan, penggambaran antagonis yang berlebihan, ibu tiri yang menyiksa anak tirinya, mistis, mencekik leher, mengancam, sok2 film India, TV show sampai 6 jam lamanya dan lain sebagainya. Jengah gw liatnya. Sebenarnya hal-hal yang di atas boleh2 aja dimasukin ke konten film, tapi ya… Jangan berlebihan laaah… Acara primetime di televisi seperti itu, lalu diperburuk oleh kontrol dari orang tua untuk memilih dan memilah konten televisi yang baik. Menonton televisi terlalu banyak malah menjadi budaya, bukan menonton acara2 yang mengandung ilmu atau informasi yang berguna bagi umurnya, tapi menonton sinetron, TV Show, acara gosip, dan lain2. Hal ini juga diperburuk di segi hiburan anak lain, yaitu “lenyap”-nya lagu anak-anak.

Waktu gw dateng acara TETAPI di kampus, yang melibatkan anak-anak SD kelas 4-6 yang berlomba puisi. Nah, waktu bagian kita nyanyi bareng, eeehhh.. mereka malah requestnya lagu nidji lah, lagu itu lah, lagu ini lah [ini dan itu = bukan lagu anak2]. Malah pas ada adik kita yang masih, katanya, kelas 1 SD [waktu ditanya “sekolahnya di SD mana?” jawabannya, “SD TK..”], diajak ke panggung untuk nyanyi, si ibunya malah request lagu: AYAT AYAT CINTA! Mein Gott, emang dah… Anak skarang lagunya cinta2an, udah ga ada lagi lagu untuk anak2. Kembalikanlah anak-anak kepada lagu anak!Apalagi saat gw nonton talent show id*la c*l*k di R*CTI [loh, salah sensor, maksudnya R*TI :P], anak-anak yang merupakan kontestan lomba bakat menyanyi, malah menyanyikan lagu orang “dewasa” [yakin lagu orang dewasa? gw lebih suka bilangnya “bukan lagu anak-anak” biar lebih aman..] Mana dandanannya as if dia udah gede dan bukan anak2. Dengan kualitas menyanyi yang memang bagus, tapi yaa.. sayang aja anak-anak melahap makanan yang bukan porsinya😀

Apa mungkin zaman berubah begitu cepat sehingga gw ga menyadari realitas yang ada?

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

6 Responses to Generasi Ayat-Ayat Cinta

  1. Ibo says:

    hahaha ngakak gw paw pas denger ceritanya dari laris ma desi
    parah bgt da…
    jaman gw dulu nyanyinya balonku, pelangi, lagu kebangsaan…
    Pulang sekolah makan, tidur siang, nonton kartun sore, ato maen ama tmen (speda, layangan, petasan, lodong, nyiksa anak orang, brenang di pantai, nyiksa anak orang di pantai huahahaha)
    paling dket ama komputer2an ya mario bros

  2. Ooze says:

    YOOOOOOOW….

    Wew…
    btw, ada ga yang gaya bicaranya kek “Cincha Laura” (^_^)
    Sapa tau karena udah kebanyakan nonton sinetron…😛

  3. ray rizaldy says:

    kayaknya klo daku punya anak gak bakal daku beliin tv dah, hehhee

    [boro2 punya anak, calon mamanya?.. hahaha]

  4. ndrewh says:

    namanya juga anak muda zaman skarang.. People change, so does taste.. hihi,, komoditi utama sih..

    Tapi atuhda sekarang teh gada Cindy Cenora, Trio Kwek-Kwek, Kiki, Maissy, Chikita Meidy, Dunia anak, udah kaga ada begituan PAW.. ^^

  5. [PaW] says:

    @ ndrewh :
    mereka bukan anak muda, tapi anak-anak, satu step sebelum jadi anak muda. hehehe… jadi yg brubah pasarnya. orang2nya mau ga mau kalah sama kekuatan pasar. malah pasar diatur sama permintaan konsumen juga. jadi mana pangkal mana ujungnya? hehehe…

    ya skarang emang ga ada cindy ceu nora, trio kwekkwek dll. orang2nya udah pada grown up smua. Tapi g ada lagi yang ngelanjutin. hehehe.. Setau gw di luar negeri ga kayak gini. Sepupu gw yang masi SD, dan baru balik ke indo setelah tinggal di inggeris pun kalo nonton, pasti dia sendiri yang nyetel disney channel, ato channel buat anak2 lainnya. Malah spupu gw yang lain, yang lebih kecil dari spupu gw yang kerjaannya nonton disney channel, yang dari kecil di sini, malah doyannya lagu2 orang gede dan sinetron.
    Do you get the point?

    Harapan gw jangan sampe pasar dewasa merusak masa anak2 dengan segala urusan orang gede. Susah sih, udah kayak gini bentuknya. Hehehe…

  6. giaferdi says:

    haha… ga sekalian cucokrowo aja tuh lagunya? idola cilik laguya ga banget deh, ga bisa dinikmati. dulu saya suka nonton afi junior, yang itu bagus soalnya biasanya lagunya lagu anak2 yang melodius macem sherina ato lagu disney ato lagu a.t. mahmud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: