The Tarix Jabrix: Geng Motor Teladan

Again. Film komedi ringan muncul di pasaran. Dibanding film horor padahal [denger2] isinya adegan panas, ato film komedi padahal [denger2 lagi] isinya macam komedi nakal, film ini boleh lah jadi segelintir film yang ga ikut trend [trend? bisa dibilang trend yah?].

Film ini dibintangi oleh The Changcuters, Carissa Putri, Francine Roosenda, Ariyo Bayu, dan segelintir cameo, Edi Brokoli, Candil, dan lain-lain. Film ini berceritakan tentang cacing [tria changcuters] yang mau masuk geng the road devil, tapi ga kesampean lantaran dia ga mau melakukan “ujian masuk” yang ga sesuai sama hati nurani. Lalu cacing mengajak dadang, coki dan ciko dan mulder; teman-temannya, untuk membuat satu geng motor baru. Geng motor ini adalah geng motor yang tidak melakukan kekerasan, tidak cari ribut, cinta perdamaian dan yg penting menghormati orang tua. Geng motor ini bernama TariX JabriX. Mereka sering nongkrong di bengkel ayah Dadang: Bengkel Sugema.

Di bengkel ini ada seorang Mayang yang lagi magang dari STM. Dadang dan yang lainnya menjadikan Mayang seorang primadona di bengkel, dibandingkan dengan montir bengkel itu yang laki-laki semua. Namun cacing malah mendekati Calista, seorang primadona sekolah mereka. Ternyata Calista adalah adik dari Mex, seorang pimpinan geng motor besar, The Smokers. Ternyata kedekatan cacing dan calista tidak disukai oleh Mex dan Valdin, anggota The Smokers. Lantaran motor Cacing yang notabene dari geng TariX JabriX sempat menyemburkan oli dari knalpot motornya, dan oli itu mendarat di muka Mex dan Valdin.

Cerita berjalan seterusnya. Banyak konflik-konflik kecil yang terdapat pada film ini. Film ini cukup menghibur para penonton dengan lawakan pada dialog dan tingkah laku Changcuters. Tampang Cacing yang mengingatkan gw pada karakter Ace Ventura pada film Ace Ventura, yang dibintangi oleh Jim Carey. Apalagi keautisan Ciko dan Coki dalam setiap scene! Kekonyolan Dadang dan tingkah laku bawaan Mulder yang sering kontra dengan arahan Cacing melengkapi tawa penonton.

Namun dibalik parade tawa sepanjang film, gw kurang merasakan dinamika cerita, karena sepertinya konflik yang ada terkesan mudah diselesaikan, jadi terasa kurang seru. Apa karena film ini tergolong ringan, jadi konflik-konflik sepanjang film yang ada pun ringan? Atau karena kebodoran karakter-karakter yang ada sehingga membuat ceritanya terkesan mudah? Tapi juga seperti biasa, cerita film ini juga gampang ditebak, dengan sedikit kebetulan-kebetulan, namun tidak separah film Kawin Kontrak [mungkin karena besutan MVP, jadi sinetron abis].

Overall, film ini sukses menghibur gw, dan yang lain. Cocok buat ditonton rame-rame bareng temen2😀

Gw jadi berharap ada lagi film-film Indonesia yang berkualitas, baik dari segi cerita, maupun visualisasinya. Tapi gw malah berpikir film Indonesia bakalan balik lagi ke masa suram kayak taun ’80 akhir – ’90 awal, yang isinya film-film panas. Abisan mulai banyak film-film bermodalkan lekuk tubuh dan komedi dewasa, bukan kualitas cerita maupun visualisasi. Dasar orang Indonesia, kalo satu terkesan “laku”, maka yang lain bakal ngekor. Ah, payah.

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

11 Responses to The Tarix Jabrix: Geng Motor Teladan

  1. dhiniy says:

    bner2 ngocok perut..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: