Earth

Earth

Waduh, ternyata beberapa post gw yang terakhir ini lagi tentang film semua.. Hehehe.. Yowes, ga knapa2, sekarang gw mau sedikit ngebahas Earth, sebuah film dokumenter tentang bumi. Yap tentang bumi. Mungkin bagi kalian yang sering nonton NGC atau Discovery Channel ataupun beberapa acara di tv lokal pasti tau apa itu film dokumenter.
Kalo ga tau, ya coba nonton Earth deh.. Bagus lho.. Daripada nonton film-film yang ga jelas ceritanya, horor ga jelas ato film sampah lainnya, mending kita tonton film dokumenter yang fantastis ini😀

Film ini secara umum bercerita tentang bumi kita dari bulan ke bulan, dari cerita artik kita yang matahari tidak pernah terbit saat musim dingin, cerita tentang pentingnya matahari dan air bagi kehidupan ekosistem bumi, juga tentang siklus air dari hujan atau salju, lalu menjadi es atau mengalir pada sungai-sungai dan sampai ke laut. Film ini secara khusus bercerita tentang perjuangan beruang kutub, humpback whale (paus berpunggung bungkuk), dan gajah afrika mencari makan hingga ratusan hingga ribuan kilometer jauhnya. Dan secara umum digambarkan hewan-hewan ini berjuang menyelematkan dirinya dari pemanasan global. Yap, singkat kata, aktor-aktor utama film ini adalah empat beruang kutub, sekumpulan gajah afrika dan sekumpulan paus punggung bungkuk. Sounds cool enough?

Proses pembuatan film ini cukup lama, yaitu lima tahun, untuk mendapatkan segala momen yang spektakuler! Menurut gw susahnya dalam membuat film dokumenter alam adalah untuk mendapatkan momen yang dapat menggambarkan dan menceritakan ide-ide film itu sendiri. Dan film earth ini berhasil mendapatkan segala momen yang spektakuler dan dipadu dengan sudut pengambilan gambar yang juga spektakuler. Kualitas suara dan gambar juga sangat memukau. Suara air terjun, suara bebek, suara siamang, dan suara-suara pengisi alam lainnya dapat tertangkap dengan sangat jelas dan menambah emosi film itu. Kualitas dan sudut pengambilan gambar juga fantastis. Bisa-bisanya mengambil momen gajah sedang ‘pesta’ air di sebuah delta dari dalam air dan terasa dekat dari gajah-gajah tersebut. Ga kebayang kalo ketendang gajah yang lagi berenang. Hehehe…

Film yang disutradarai oleh Alastair Fothergill terasa sangat menyentuh dan emosional. Gw pun ikut sedih melihat sang beruang kutub yang berjuang demi hidupnya, lantaran es di kutub sangat cepat mencair sehingga sang beruang kutub tadi menjadi sulit mencari makan.

Well,, sepertinya kita harus menjaga keseimbangan alam dengan perkembangan peradaban manusia, agar global warming yang menurut gw pasti terjadi dapat ditekan lajunya.

Ga mau kan beruang kutub jadi nemenin burung dodo di daftar binatang yang sudah punah?

Kalo belum atau udah nonton bisa jalan-jalan ke situsnya : http://www.loveearth.com/uk/film

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

2 Responses to Earth

  1. umi fadilah says:

    paw,, lama2 lo bisa di-hire sama agen Flicktaholic & LayarTancep (halah, PPL bgt) gara-gara kerajinan ngasih resensi film..

    hehehe.. lo ga mo ngasih resensi ttg film ter-gress semester ini,
    “OSAMA & Use Casenya”..? Secara lo kan system analyst paling top,,

    hahahahahhh… keep up the good work!😀

  2. Connie says:

    Nama latin cendrawasih dlm film apa? Koq search d wikiped,g0ogle ga ada..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: