Antara Teman dan Hutang

Manusia adalah mahluk sosial. Manusia ga bisa hidup sendirian tanpa bantuan, komunikasi dan interaksi dengan manusia yang lainnya. Karena ke-“mahluk sosial”-annya ini, maka seorang manusia mempunyai teman seorang atau banyak manusia lainnya. Malah ada yang berlomba-lomba dan berambisi mempunyai teman yang banyak dan ada di mana-mana. Tentunya ada juga yang berambisi mencari lawan, tapi kita ga bakalan ngebahas tentang orang-orang yang nyari lawan.

Makin akrab dan nyaman sebuah pertemanan, maka taraf ke-“sosial”-annya makin tinggi. Mereka saling bantu membantu satu sama lain. Termasuk dalam hal finansial. Manusia dapat membantu manusia lain dalam hal finansial dengan cara meminjamkan rupiahnya. Di lain sisi, masalah keuangan dan finansial adalah suatu masalah yang sensitif. Teman bisa berubah menjadi lawan karena uang, begitu pun sebaliknya, lawan bisa menjadi teman karena uang.

Jika taraf bantuan finansial yang manusia namakan HUTANG ini masih dalam batas kewajaran, dalam artian masih terkontrol, maka hutang tidak akan mempengaruhi kualitas pertemanan beberapa manusia. Yang parah jika jaringan pertemanan sudah berevolusi menjadi jaringan perhutangan!

Contohnya,
si fulan berhutang ke jupri 200 ribu, lalu jupri berhutang kepada jessi 110 ribu, sedangkan jupri juga masih berhutang 180 ribu ke irvine, tau-tau datanglah tummy berhutang kepada fulan 20 ribu dimana jupri juga berhutang 5 ribu kepada tummy. Jessi sendiri berhutang 20 ribu kepada Bli, dimana Bli berhutang 10 ribu kepada jupri. Ntah mengapa sekonyong-konyong datang firnan menagih hutang yang sudah lama belum dibayar firnan.

Masalah menjadi runyam kan? Haha.. Di sinilah efek buruk dari pertemanan yang akrab dan nyaman. Dalam artian lain seseorang nyaman ngutang ke orang lain, lalu bayarnya nanti-nanti aja.

Tapi kalo dipikir-pikir, lumayan juga, kalo misal jupri mau makan, bilang aja, “Fulan! Bayarin makan gw dulu yah, kurangin dari utang lo aja dulu.”. Seakan-akan kita men-“deposit”-kan uang kita kepada orang lain. Daripada disimpen sendiri ntar takutnya tau-tau terpakai buat hal yang kurang bermanfaat. Lumayan kalau udah ga punya uang tinggal tagih kiri kanan. Hehe..

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

9 Responses to Antara Teman dan Hutang

  1. umi fadilah says:

    paw! sumpa yahh, knapa harus JUPRI-FULAN-IRVINE-TUMMY-BLI-FIRNAN? dan kenapa lo pada cinta bgt ama Jupri,,, tumben aja YANTO gak lo sebut,,hahahhh

    sbnernya ane kaga ngerti itu cerita ngutangnya dari mana kmana,,

    tapi eniwei gw ga ada utang ke lo kan? iqbal tuh tukang ngutang muluu..hehehe

  2. [PaW] says:

    @ ume :
    karena nama2 itu adalah nama samaran dari tokoh aseli. Dan cerita ini based on true story, hehehe… Yantonya lagi sama yanti di kiaracondong😛

    ya, kita lagi ga ada channel perutangan. Si iqbal tu ngutang ke gw 200 ribu.. Wakaka…

  3. ray rizaldy says:

    hahaha, ada bli gitu?
    actually, metode yang terakhir gw pake klo si ibun ngutang ma gw hahaha

  4. roberto says:

    firnan menagih hutang yang sudah lama belum dibayar firnan?
    err…

  5. [PaW] says:

    @ roberto :
    nah itu dia datanglah seorang autis bernama firnan yang buat ruwet suasana. LoL

    @ ray :
    untuk beberapa “investor” malah ga mau kayak gitu😛
    bli? hmm.. coba ditilik aja satu persatu nama samarannya, nanti bisa ketebak, orangnya juga itu2 aja kok ray😛

  6. reiSHA says:

    Hmm… Kalo makan sama temen, aku biasanya ga ngutang, tapi gantian bayarin. Misalnya hari ini pake duitku dulu, berikutnya makan pake duit dia. Jumlahnya ga diitung siy. Tapi yang ada lama-lama juga lupa, yang terakhir bayar siapa, hehe…

  7. rindang says:

    kayaknya gw pernah denger nih cerita.. di mobil siapaaaaaaa gtuh.. :))

  8. [PaW] says:

    @ reisha :
    wah kalo misalkan makan di tempat yang sepantaran harganya sih gpp,, tapi kalo hari ini makan di warung A, lalu besoknya makan di cafe A, tekor deh jadinya..😛

    @ rindang :
    hehe.. betul skali.. ayo bayar utang lo! hihi

  9. irfanhanif says:

    Wah, baru baca.

    Sayang lo nulisnya g pake konsultasi dulu ke gw, ntarkan ditulisan ini bisa muncul tokoh2 baru : Pai, Adun. Yang klo ditelusuri lagi bisa menjalar ampe Ewi & Budz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: