Mbedol Desa ke BSD

Setelah sebulan mengarungi per-KP-an, akhirnya kali ini saya mau cerita blak-blakan bagaimana saya mbedol desa ke BSD city dari pusat kota yang biasa disebut Blok M. Dibandingkan iqbal dan shena yang pulang pergi naik mubil dan tinggal melewati JORR langsung ke rumah masing, saya dengan penuh perjuangan harus pulang pergi dengan trans BSD dari halte ratu plaza.

Oya, mau cerita sedikit, rumah saya itu terletak di tengah, yang ditandai titik merah di gambar di atas. Kantor saya ituh yang ada X merah dan baloon nama. Trus yang mark yang deket titik merah itu adalah Lowe, tempat KP nya oon dan laris [tuh kan saya baik nyebut nama laris, si oon aja ga nulis nama laris di postingannya :P]

Dari rumah , kalau tidak ada tebengan ke ratu plaza, saya harus naik kopaja trayek 19 [Tanah Abang-Ragunan] dari depan wali kota jakarta selatan, sampai ke ratu plaza.
Oya, info menarik, kopaja 19 ini sangat jarang ada yang menjalani trayeknya secara penuh. Biasanya hanya blok M – Tanah abang. Sukur-sukur ada yang tanah abang-cilandak. Butuh ongkos Rp. 2.500 untuk sekali jalan. Dalam sekitar 20 menit saya pun sampai di ratu plaza.

Dari ratu plaza, saya melanjutkan perjalanan dengan trans BSD.
Trans BSD adalah shuttle bus yang punya tiga trayek, yaitu BSD-Ratu Plaza, BSD-Pasar Baru, dan BSD-Mangga dua [kalo ga salah]. Saya naik trayek BSD-Ratu Plaza pulang pergi dengan ongkos Rp. 13.000 sekali jalan. Trans BSD ini berjadwal, bus ini berangkat dan datang per 20 menit pada rush hour [bukan, bukan rush hournya jackie chan, tapi jam2 orang brangkat dan pulang ngantor], dan setiap 1 jam sekali pada siang hari. Saat awal ke BSD, saya naik bis jam 7.05. Lalu seiring berjalannya waktu, sekarang saya naik bis jam 7.45😛

Trans BSD membutuhkan waktu perjalanan sekitar 40 menit – 1 jam dari ratu plaza untuk sampai ke BSD pada pagi hari. Kalo naik bus 7.05, brarti saya sampai jam 7.45. Sedangkan jam kerja mulai jam 8.30, which means saya selalu datang terlalu pagi. ^^
Pada akhirnya saya sekarang naik bus 7.45, dan karena jalanan sudah agak ramai, saya baru sampai di german centre jam 8.40. Brarti saya termasuk “on time” sampai di halte bus depan kantor.

Mengapa masih ontime? karena saat saya masuk kantor jam 8.52 pun, ruangan kami masih sepi. Shena baru datang jam 10 sedangkan iqbal di rumahnya matahari baru terbit jam 1/2 9, jadi jam 1/2 11 dia baru sampai di kantor. Hehehe…

Nah, setelah selesai ngantor. Sebagai pekerja yang ontime datang, saya pun ontime pulang. Kurang lebih 17.30 [ya lebih 5 menit lah] saya langsung berjalan kaki ke halte german centre dan lanjut naik trans BSD jam 17.45. Kali ini jalanan ramai oleh lautan mobil dan apalagi motor. Jadi saya baru sampai di ratu plaza kembali jam 18.40-an dan lanjut naik kopaja 19 lagi sampai depan jalan masuk ke rumah. Total ongkos Rp. 31.000,- per hari untuk pulang pergi blok M-BSD. >_< Denger-denger jason lebih gila lagi yah melajunya? Cibubur – monas gitu katanya.. ;))

*saya ucapkeun terima kasih kepada bung petra, mas helmi kurniawan [saya ambil dari photobucketnya] dan pakde.com atas sumbangan foto dan gambarnya😀

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

One Response to Mbedol Desa ke BSD

  1. ridwan says:

    rumah lo dimana sih? ga naek kereta dari stasiun palmerah aja sampe stasiun serpong… naek yang ekonomi ac sekali jalan 6000 perak, ga sampe 40 menit udah nyampe serpong, malah dari tanahabang. jadwalnya liat krlmania.com aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: