Laskar Pelangi

poster “Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”

Inilah quote dari film laskar pelangi yang paling gw inget karena emang diulang-ulang sama pak harfan. Akhirnya salah satu film yang ditunggu-tunggu penonton Indonesia, terbukti dari begitu panjangnya antrean pembeli tiket bahkan sebelum loket tiket Ciwalk XXI dibuka, premiere hari Kamis, 24.09.08. Film ini menurut gw fenomenal, karena gw udah lama ga ngeliat orang ngantri panjang dan hectic untuk sebuah film Indonesia. Hal ini mengingatkan gw pada antrean film AADC, petualangan sherina, dan beberapa film Indonesia lainnya.

Film main jam 19.00, namun sebelum jam 19.00 koridor dan lobby utama ciwalk xxi sudah penuh dengan orang-orang yang ingin menonton film Riri Riza itu. Karena Ciwalk memang tempat nonton yg paling deket dari kampus, bisa ditebak pada saat itu isi ciwalk xxi adalah kebanyakan anak ITB. Hahaha… Ketemunya itu-itu lagi itu-itu lagi..😛

OK, sekarang kita bahas filmnya. Harap dicatat bahwa gw tipe penonton yang nonton tapi belum baca novelnya [hehe, gw baru sempat baca awal2 banget].

Film ini menurut gw bagus! Cukup fenomenal seperti novelnya, terbukti dengan limpahan penonton di ciwalk xxi dari pagi [gw jam 11an ke ciwalk xxi yang ngantri tiket laskar pelangi udah panjang :P]. Dari segi cerita, menurut gw film ini bisa mengangkat isu utama dari cerita laskar pelangi. Ide perjuangan untuk mendapatkan pendidikan bagi semua anak-anak, sangat terasa. Inspirasional! Walaupun saat gw bahas bagaimana perbandingan penggambaran karakter di film dan di novel dengan partner nonton [baca: pacar :P], emang karakter di novel lebih kuat dan diceritakan lebih lengkap. Wajar memang, wajar untuk film-film adaptasi dari novel dimana ga mungkin semua detail cerita di novel bisa masuk ke film. Namun overall si pacar yang sudah baca novelnya mengaku filmnya mengesankan!

Gw suka scenery yang ditampilkan di film itu, langitnya bagus! Alamnya masih alami dan mengesankan. Warna-warna alam tergambar dengan baik. Gw suka scene saat laskar pelangi sedang berdiri di bebatuan di pantai belitong. Scene saat lintang naik sepeda dan dilatarbelakangi matahari dan scene terakhir, saat laskar pelangi berlari-lari di antara bebatuan dan ditambah lagu nidji yang jadi soundtrack film tersebut.

Kalau gw boleh mengutip komentar Andrea Hirata di blognya:

Film dimulai dengan perjalanan ikal dewasa ke kampungku. Dan taukah diirimu kawan, film itu berlangsung dua menit, dan air mata telah tergenang di pelupukku. Lalu kusaksikan frame demi frame, dengan perasaan yang tak kugambarkan dengan kata-kata. Aku larut, tenggelam, dan terombang-ambing cerita Laskar Pelangi dalam gambar-gambar yang sungguh menakjubkan. Aku adalah seorang penonton film yang akut. Aku memiliki koleksi lebih dari 2000 judul film, namun baru kali ini aku sesegukan, dan merasa sangat indah ketika menonton sebuah film. Kukatakan padamu kawan, jika engkau menemukan keindahan di setiap lembar novel Laskar Pelangi , engkau akan menemukan keindahan dalam setiap perpindahan gambar dalam film Laskar Pelangi. Bukan karena film ini diadaptasi dari novelku. Namun sejujurnya kukatakan padamu kawan bahwa film Laskar pelangi adalah salah satu dari film yang paling mempesona yang pernah kusaksikan dalam hidupmu

Kata kunci untuk film ini: Inspirasional, fenomenal dan mengesankan! [oya, ada kata motivatif ga yah? ya maksudnya filmnya dapat memberi motivasi untuk selalu berjuang dan pantang menyerah]😀

Ga rugi ngantri tiket dari pagi, sekarang baca novelnya ah😀

 

Link terkait

  1. http://www.laskarpelangithemovie.com/ [waktu gw akses bandwidth exceeded]
  2. http://laskarpelangithemovie.blogspot.com/
  3. http://sastrabelitong.multiply.com/ [blog om andrea hirata]
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi_(film) [film laskar pelangi @ wiki]
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi [laskar pelangi @ wiki]
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata [Andrea Hirata @ wiki]

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

3 Responses to Laskar Pelangi

  1. dwinanto says:

    Hmm,.
    Tampaknya setiap orang memang punya pandangan masing2, memang harus melihat filmnya langsung nih baru berkomentar,.😀

  2. reiSHA says:

    Ayo baca novelnya Paw. Lintang itu sebenarnya jauh lebih cerdas dari yang digambarkan di dalam film, luar biasa cerdasnya…

    Kemarin aku nonton di BIP sama partner (apa coba?), banyak anak kecil yang nonton. Semoga mereka termotivasi untuk giat belajar seperti halnya Lintang…🙂

  3. Membaca bukunya memang membuat imajinasi bisa lebih ‘liar’. Tapi kemampuan Miles Production memindahkan buku ke layar perak, layak diacungi jempol!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: