Pengalaman Mudik

Wah, sudah lama gw ga mengupdate blog ini, hehe..

Gw jadi tertarik untuk menceritakan pengalaman mudik gw tahun ini, apalagi setelah membaca sebuah email di milis tentang adanya sayembara penulisan artikel mudik untuk dimuat di EXPRESSIF (media cetak internal HMIF) oktober ini. Namun karena gw sebenernya ga mudik kemana-mana, alias ngendok di jakarta, makanya gw yakin cerita gw akan kalah menarik sama cerita orang2 lain yang mudik (dalam arti kata pulang ke kampung halaman). Makanya gw nulisnya di sini aja, kali2 bisa menjadi bahan pelajaran kita bersama. Hehe

Dari email itu, sang pengirim email memberikan format penulisan yg sebagai berikut:

1. identitas: <nama,NIM,kampung asal>
2. abis identitas, langsung aja tulis cerita pribadi lo, dengan template
seperti di bawah ini:
menurut gw, mudik itu ….
yang gw lakuin dari mudik tahun ini ….
ritual yang biasa gw lakukan saat mudik ….
thr yang gw dapet cuma ….
hal paling berkesan ….
rekomendasi dari gw ….

OK, kalo gitu gw mulai:

Pengalaman Mudik

Nama: Prasetyo Andy Wicaksono
NIM: 13505030
asal : Padang [tapi ga pulang ke padang T_T]

Menurut gw, mudik itu adalah ritual tahunan yang dilakukan sebagian besar orang Indonesia saat menyambut hari Lebaran. Banyak orang yang melakukan mudik karena antara lain untuk melepas rindu dengan kampung halaman sambil bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung, sampai dengan yang hanya ingin berlibur saja di kampung halaman demi mencari suasana baru yang tidak terdapat di kota. Banyak hal yang bisa dilakukan pada saat kita mudik, karena selain kita mengunjungi sanak saudara, kita juga bisa mengunjungi tempat-tempat rekreasi di sana. Misalnya kalo gw mudik ke padang, biasanya gw pergi ke bukittinggi, solok, singkarak (sekalian pulang kampung), lalu beberapa objek wisata di kota padangnya sendiri, dan lain-lain. Sudah dapat terbayang betapa banyak aktivitas menarik yang dapat kita lakukan, apalagi kalau kita melakukannya bersama sanak saudara.

Namun yang gw lakukan dari mudik tahun ini adalah stay in Jakarta. Gw ga pulang kampung tahun ini. Tadinya ada rencana pengen pulang ke padang naik mobil, namun entah mengapa hal itu urung dilakukan. Lalu saat gw pulang ke Jakarta dari Bandung, terdengar kabar bahwa ade gw mengajak jalan-jalan ke Lombok untuk liburan kali ini. Tapi saat gw tanyakan kembali kebenarannya, ade gw itu ga jadi mau ke Lombok. Kebetulan juga sepupu-sepupu dari pihak nyokap semuanya pada ke Jakarta, jadi hari-hari terakhir puasa dan hari Lebaran bisa dilakukan bersama-sama. Tapi pada hari kedua lebaran, sepupu-sepupu tadi pergi bersilaturahmi ke tempat lain, misalnya ada yg ke Bandung ke kampung ayahnya. Jakarta pun mulai sepi dan gw pun mulai kehabisan ide dalam liburan kali ini. Walhasil gw mengajak teman-teman gw untuk jalan-jalan ke Ujung Genteng. Gw udah mencari tau apa yang bisa dilakukan di Ujung Genteng dan mencari tempat penginapan. Lalu pembagian tugas dan penghitungan budget yang diperlukan juga sudah dilakukan. Namun ternyata rencana ini urung dijalankan, karena akhirnya salah satu dari peserta liburan ga bisa ngikut. FYI, dia yang rencana bawa mobil, jadi kalo dia ga ikut, ya mau naik apa ke sana?

Dan apa yang akhirnya gw lakukan? Ya kerjaan gw di rumah aja, sesekali keluar rumah, tapi lebih didominasi dengan melapuk di internet dan di rumah. Apalagi kalo membayangkan Jakarta yang sudah mulai macet mulai senin kemaren karena orang-orang sudah kembali bekerja dan beraktivitas. Mau kemana-mana juga gw berpikir dua kali.

THR yang gw dapet cuma, sekian ratus ribu, lumayan menambah pundi-pundi keuangan yang sedang seret ini. Hehe.. Bisa dibayangkan kalo gw jadi mudik ke padang tahun ini, THRnya bisa lebih banyak nih >:)

Hal yang paling berkesan dari gw ya cuma hari pertama Lebaran, kita makan-makan. Makan ketupat tiada henti, trus para sepupu yang rame dan meraung-raung minta THR ke om dan tante. Dan sisanya makan dan berkumpul bersama saudara semuanya. Setelah itu, kembali ke rumah, ga ada pembantu, walhasil orang rumah jadi bagi-bagi tugas. Walaupun pas saat hari sebelum lebaran kita sekeluarga besar sempat nonton Laskar Pelangi dulu di senayan city. Jarang-jarang pada nonton bioskop bareng-bareng dari yang sepupu paling kecil hingga si nenek juga ikut. Hehe

Dan terakhir, rekomendasi dari gw adalah.. Kalo bisa saat lebaran itu kita bisa mudik atau minimal keluar rumah untuk mencari suasana baru dan hitung-hitung menjadi refreshment bagi otak kita yang sudah mumet😛

Well,, terakhir gw mau minta maaf lahir dan batin atas segala kesalahan-kesalahan yang telah dibuat. Kan ceritanya masih suasana lebaran😛

Taqabbalallahu minna wa minkum..

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

5 Responses to Pengalaman Mudik

  1. dwinanto says:

    Weqs,.
    Tampaknya senasib nih, walau setidaknya dirimu masih punya kampung,.
    Awak tidak punya kampung nih, asLi Depok, he2,.😀

  2. reiSHA says:

    Hmm… Ntar mau ikut bikin postingan dengan judul yang sama ah🙂

    @Nanto: Kasian deh yang ga punya kampung… :p

  3. ria says:

    hah??masih dapet THR? kok enak sih? gw ngga dapet😦

  4. Pingback: Pengalaman Mudik « …and my name is SHA, not rei…

  5. sulham syahid says:

    thanks share-nya.
    lagi dapat tugas nih disuruh buat pengalaman mudik. nyohtoh dikit yaaaaaaaaaaaa. akakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: