Bahasa Indonesia dan Pemakaiannya

Sebelumnya saya ingin menekankan bahwa ini adalah pandangan saya pribadi sebagai seorang mahasiswa yang tidak, atau kurang, punya kompetensi cukup untuk mengomentari hal ini secara ilmiah. Ini hanyalah pandangan secara subjektif, apa yang saya rasakan, maka saya tuliskan di sini.

Dewasa ini masyarakat sudah mulai mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Tentu dalam konteks pembicaraan non-formal alias bahasa gaul, hal ini tidak menjadi suatu masalah yang signifikan. Namun jika pemakaian bahasa campur aduk ini dibawa ke dalam sebuah forum formal, kuliah misalkan, ataupun bahasa dalam surat kabar, maka fenomena ini menjadi suatu permasalahan yang cukup serius. Jika kita menilik apa penyebab utama mengapa fenomena ini terjadi adalah kebiasaan bangsa Indonesia pada umumnya yang mengagungkan semua hal yang berbau internasional, luar negeri, atau dapat dibilang berbau barat. Dengan kata lain, secara kasar bangsa Indonesia kurang bangga dengan bahasanya dan budayanya sendiri. Pemakaian bahasa dan budaya asing dirasa lebih keren dan dapat diterima dalam pergaulan. Sekali lagi, jika digunakan pada konteks pergaulan sehari-hari hal ini tidak menjadi suatu masalah serius, namun yang disayangkan adalah jika hal ini terjadi pada sebuah forum ilmiah, media massa, kuliah, seminar dan forum formal lain.

Fenomena ini terkesan menelanjangi identitas kebangsaan kita. Seakan bahasa Indonesia tidak bisa terlihat lebih baik dibanding pemakaian bahasa asing, dalam kasus ini bahasa Inggris. Mungkin dengan adanya tuntutan hidup di era globalisme, maka masyarakat dituntut pula untuk dapat “bergaul” secara global. Namun pada akhirnya dalam pergaulannya, masyarakat kehilangan identitas kebangsaannya: Bahasa Indonesia.

Hal ini menarik bagi saya karena saat ini pemakaian bahasa Inggris yang dicampur dalam bahasa Indonesia dalam konteks formal dan pemakaian istilah asing yang dipakai pada institusi publik terasa mulai parah. Contohnya pemakaian istilah busway, part time, meeting, customer, dan lain-lain. Kita sebagai bangsa Indonesia sepatutnya bangga dengan budaya dan bahasa kita. Karena menurut saya bangsa yang kuat salah satunya adalah bangsa yang bangga terhadap bahasanya sendiri. Contohnya adalah negara Perancis yang sangat bangga dengan bahasa Perancisnya. Bangsa Perancis sangat bangga akan bahasanya, hal ini terlihat dari aturan-aturan pemerintah yang mengharuskan pemakaian bahasa Perancis pada konten televisi.

Contoh lain adalah pemakaian istilah asing pada institusi pendidikan setingkat perguruan tinggi. Banyak universitas yang mengiklankan dirinya menggunakan bahasa Inggris agar terkesan bestandar internasional dan bergengsi. Padahal seharusnya kalangan akademisi dapat menjaga keutuhan bahasa Indonesia. Masalah ini juga timbul pada koran yang seharusnya menyediakan tulisan-tulisan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun yang terjadi adalah tetap saja banyak surat kabar nasional yang menggunakan istilah asing untuk nama rubrik mereka. Sebut saja rubrik “Food”, “Travel”, “Sport”, dan lain-lain, yang terdapat pada koran sindo. Kasus lain yang terjadi adalah pada penamaan produk dagang yang tidak sedikit menggunakan bahasa Inggris untuk membuat kesan produk tersebut berkelas. Hal ini yang salah pada jalan pikir pada kebanyakan bangsa Indonesia. Apapun yang berbau bahasa Inggris pasti terasa lebih bergengsi.

Permasalahan ini juga sangat kental terjadi pada bidang Informatika yang saya geluti. Karena pada dasarnya ilmu-ilmu informatika berkiblat pada Amerika Serikat yang otomatis menggunakan istilah asing untuk segala komponen ilmu yang ada. Sebenarnya hal ini juga terjadi ke semua bidang yang ada, namun karena bidang informatika adalah bidang yang paling dekat dengan saya, maka saya mengambil contoh kasus ini. Contohnya jika kita menyebutkan komponen-komponen yang ada di sebuah komputer. Tentu kita semua mengenal keyboard, motherboard, mouse, webcam, dan lain-lain. Apakah ada padanan kata yang tepat untuk komponen di atas? Sebenarnya sudah ada padanan kata untuk istilah asing di atas, namun karena kurang populer sehingga masyarakat masih jarang menggunakannya. Keyboard mempunyai padanan kata papan kunci, mouse dengan tetikus, dan webcam dapat diartikan kamera. Download dan upload juga sebenarnya punya padanan kata yang baku, yaitu unduh dan unggah. Dari contoh kasus ini, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya bahasa Indonesia juga mempunyai istilah asing yang biasa dipakai oleh masyarakat luas. Namun permasalahan mengapa padanan kata tadi tidak banyak dipakai adalah karena kata-kata tersebut tidak populer dan terkesan terlalu baku dan aneh. Rasa aneh ini dapat diartikan karena masyarakat tidak biasa menggunakannya.

Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan menggalakkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar minimal pada fasilitas publik yang sering dilihat masayarakat luas. Sehingga bahasa Indonesia dapat lebih populer di mata masyarakat sendiri. Misalkan dilakukan aturan larangan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia untuk konten media massa dan merk dagang. Selain itu setiap institusi pendidikan diharapkan juga dapat ikut menggejot kecintaan bangsa Indonsia terjadap bahasanya. Solusi lain yang terkait bidang teknologi informasi yang saya geluti adalah dengan mempopulerkan bahasa Indonesia di bidang ini dengan cara menggunakan istilah-istilah yang berbahasa Indonesia yang digunakan pada pergaulan di dunia internet, selain itu dapat diterapkan pada karya ilmiah. Sehingga serta merta istilah-istilah yang tidak populer tadi dapat menjadi lebih populer di mata masyarakat.

Tentu solusi yang ditawarkan agak sulit untuk diterapkan secara langsung, oleh karena itu solusi ini hendaknya dilakukan secara bertahap, mulai dari yang paling mudah terlebih dahulu. Pemerintah harus dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya kita menjaga bahasa Indonesia yang dapat diterapkan melalui kebijakan-kebijakan strategis, karena pemerintah dalam hal ini menjadi regulator di negara ini. Inti awalnya adalah bagaimana bahasa Indonesia dapat dipakai secara luas dan baik di tempat umum, media massa, dan merk dagang. Sehingga secara tidak langsung masyarakat dapat mengetahui mana bahasa yang baik dan tidak. Dan pada akhirnya solusi ini dapat menyeluruh pada setiap lapisan masyarakat.

Saya pernah membaca bahwa bahasa Indonesia sendiri akan mempunyai sebuah tes kemahiran (seperti TOEFL pada bahasa Inggris) yang akan diterapkan pada warga asing yang akan tinggal di Indonesia. Tentu hal ini merupakan kabar baik karena sudah ada standar kemahiran berbahasa Indonesia, namun jika bangsa Indonesia sendiri tidak dapat menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsanya, maka lambat laun bahasa ini akan mati.

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

3 Responses to Bahasa Indonesia dan Pemakaiannya

  1. dwinanto says:

    Sayangnya Bahasa Indonesia memang pada awalnya mengandung banyak kata serapan dan sedikit orang yang paham bagaimana seharusnya penggunaan bahasa Indonesia,.

    Ditambah lagi, sangat sedikit orang, bahkan seorang guru bahasa Indonesia sekali pun, yang menggunakan bahasa Indonesia sepenuhnya dalam kehidupan sehari-harinya,.😀

  2. reiSHA says:

    PaaaaaW, jangan bilang ini jawaban UTS MBK kamu… Kyaaa… Aku juga bahas hal ini di UTS MBK. Monte juga. Tapi emang ada perbedaan siy… Ga kreatif ni, bahas hal yang lagi heboh di milis… Hehe… Tapi aku gabungin 4 bahasa dink, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa daerah, sama bahasa gaul itu…

  3. paw says:

    @ reiSHA:
    iya, ini jawaban uts mbk, hahahaha… soalnya emang ini fenomena yang ada dan sangat menarik untuk diperbincangkan, hehe😛

    Ya tapi kan gw punya lebih ke pemakaian istilah (sok) asing. Jadi bisa dibilang mirip2 dikit lah, tapi kan ga samah😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: