Avatar. bukan legend of aang :P

Yuhuu.. Kembali ke blog. Long weekend kemarin saya dan teman2 yang lain bedol desa kembali ke Bandung. Di hari jumat malam, saya, ndul, iqbal, katya dan nanda sepakat untuk menonton film yang lagi heboh diperbincangkan sampai saat ini: Avatar.

Awalnya saya kira avatar legend of aang yg diangkat ke layar lebar, ternyata setelah lihat poster dan filmnya, beda sama sekali. Haha.. Maklumlah akhir-akhir ini suka nonton film tanpa persiapan baca review atau sinopsis.

Tentang filmnya: WOW! Best movie ever! Budget yang katanya membuat film ini film dengan production cost termahal, terbayar dengan ciamik. Ceritanya kuat (katanya ceritanya udah dibuat james cameron 10 tahun lalu ya?), moralnya dapet, visualisasinya nomor 1. Lengkap lah.

Sayangnya saya datang terlambat, jadi butuh waktu ckp lama untuk catch up jalan ceritanya, dan nontonnya di layar bukan 3D. Sekarang sih masih mau nonton lagi yg versi 3D. Kayaknya ditonton beberapa kali juga ndak bikin bosen. Hehe..

*Sent from wordpress for blackberry :P*

Law Abiding Citizen: sentilan buat sistem hukum

Doeng, hari ini gw datang ke bioskop untuk nonton film “Law Abiding Citizen”. Awalnya gw nggak tau cerita film itu, tapi karena kepengen nonton, akhirnya pede aja nonton film itu.

Well, film ini bercerita tentang seorang “pembalasan” seorang korban pembantaian. Jadi awalnya Clyde Shelton (Gerard Butler) adalah korban pembantaian 2 orang penjahat, keluarganya dibunuh di depan matanya. Pada akhirnya kedua penjahat ini ditangkap dan diadili. Salah satu penjahat ini dihukum mati, namun satu lagi hanya dihukum 3 tahun penjara, karena membuat deal dgn jaksa Nick Rice (Jamie Foxx) untuk kerja sama jadi saksi.

Singkat kata, Clyde tidak puas dengan hukuman yg hanya 3 tahun untuk salah satu penjahat tadi, dan Clyde berhasrat untuk memberikan “pembalasan”, bukan cuma untuk penjahat2 tadi, namun juga untuk Nick dan semua orang yg terlibat di sistem hukum.

Ceritanya menurut gw bagus dan menarik. Dekat dengan realita hukum kita di sini, Indonesia, yang juga (lebih) ga adil. Clyde digambarkan sebagai seorang jenius, penemu dan pemegang 24 buah paten penemuan, dan dia yg merancang pembalasan tadi, juga secara jenius, dan tentunya gila.

Film ini ga sebatas konflik antara Nick dan Clyde, juga bs kita lihat kelemahan-kelemahan di sistem hukum amerika, seperti yg digambarkan di film ini.

Layak untuk ditonton 🙂

Come Back

And yes. I come back to this blog. Haha!

*ups, kebiasaan twitter-ing, jadi isi blog cuma <160 karakter :))*