Embel-Embel Bimbel Bikin Bebel Jadi Bandel

Sudah lama saya tidak pernah update lagi blog ini, nah sekarang pas lagi ada waktu dan lagi ada kemauan dan opini yang disampaikan, jadi lah post ini. Pertama-tama maaf kalau judulnya terkesan kasar atau ada yg tidak berkenan, judu post ini dipilih hanya karena terbersit judul yang mempunyai rima😛

Melihat adik dan sepupu saya yang sekarang berada di kelas XII SMA, teringat kembali masa-masa saat saya berada di posisi yang sama: kelas XII SMA. Kelas XII SMA adalah masa dimana hampir semua siswa menjadi lebih serius belajar, mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian, demi dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada yang mempersiapkan USM ITB, UM UGM, SIMAK-UI, SNMPTN (dulu SPMB), dan lain-lain.

Dalam rangka mempersiapkan diri, banyak siswa, atau bisa dibilang hampir semua siswa mengikuti bimbingan belajar, di samping pendidikan formal di sekolah. Bimbingan belajar dewasa ini makin menjadi “trend” bagi para siswa yang mau masuk ke perguruan tinggi. Ada yang makin berani memasang program jaminan, siswa yang mengikuti program jaminan tersebut dijamin lolos ujian seleksi (biasanya SNMPTN), kalau tidak lolos, maka uang jaminan tersebut dikembalikan.

Tren ini disikapi secara bermacam-macam oleh berbagai pihak, ada sekolah yang menggandeng pihak bimbingan belajar, agar siswa dapat mengikuti langsung bimbingan belajar di sekolah, seperti pendalaman materi. Yang pasti, atau hampir pasti, kebanyakan siswa sudah dapat dipastikan saat naik ke kelas XII, hal yang dicari selanjutnya adalah bimbingan belajar.

Kembali ke pengamatan saya terhadap adik dan sepupu saya, terlihat bahwa mereka sangat serius, mungkin sampai hampir stress, mengerjakan latihan soal. Pergi ke toko buku untuk membeli buku-buku latihan soal. Sebagai informasi, adik dan sepupu saya juga sedang mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Kalau dulu saya menganggap bahwa bimbingan belajar dapat membantu saya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian seleski masuk, jadi 1 bimbel saja cukup, tapi sekarang saya baru tahu bahwa banyak siswa yang sampai mengikuti lebih dari 1 bimbel. Maksudnya di sini lebih dari 1 bimbel dengan field yang sama, kan memang ada yang mengikuti bimbel untuk pelajaran IPA, ditambah bimbel untuk gambar, contohnya untuk siswa-siswa yang ingin masuk seni rupa atau arsitektur.

“Gila, satu aja ga cukup?”, pikir saya. Apa memang faktor kepercayaan diri kita yang kurang sehingga “the more bimbel we take, the more confident we have”. Atau benar-benar tren bimbel ini sudah menjerumus pemikiran siswa-siswa bahwa “lo ga bakal sukses kalo lo ga ikut bimbel kita”, sampai ada siswa yang mengikuti lebih dari 1 bimbel?

Bahkan adik saya sempat bertanya, “bimbel B bagus ga?”.

Saya menjawab, “waduh, ga tau deh, emangnya kenapa? kan kamu udah ikut bimbel A?”

Adik saya berkata, “hoo.. soalnya bimbel A ini persiapan untuk ujian X kurang, terlalu Y minded. Kayaknya bimbel B lebih fokus ke sana…”

Waduh, saya jadi bingung menyikapinya. Saya mengerti dan pernah merasakan pula, bahwa kelas XII di bulan-bulan ini memang saatnya stress mulai memuncak, hal yang baru, semua orang jadi rajin ke mesjid sekolah saya dulu. Istirahat datang ke mesjid shalat dhuha. Saat siang datang ke mesjid, menunggu azan zuhur, lalu langsung shalat zuhur.

Tidak salah memang kalau kita mengambil lebih dari 1 bimbel, in order to make ourselves be more confident to face the test, why not?

Now it’s time for the student to strive to the best, so that they can achieve the dream that they have dreamed about.

Go get your dream, bro🙂

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

6 Responses to Embel-Embel Bimbel Bikin Bebel Jadi Bandel

  1. petra says:

    gw ngerasa stress yang gw alami di bimbel, cukup worth..
    tapi ya gw numpang saran aja di sini buat yang mau masuk PTN…
    perjuangan tidak berakhir sampai di SMPTN saja. ^_^

    apa yang dikasih di kuliah (terutama ITB) berada dalam level yang jauh berbedai daripada yang dipelajari di bimbel😀

  2. rika says:

    gw juga dulu ikut 2 bimbel lohh, satu buat ujian khusus UGM (karena ada psycho test nya klo ga salah) , satu buat SPMB biasa… but it’s worth it😀

  3. ferry sunu says:

    I feel the same way too. I am the owner one of courses in madiun, and you’re right. Many of my students,especially the third grade students(SMP & SMA) join more than 1 even 3 courses. I think, it indicates that the school and teachers fail to provide enough education. As you see our education system now only produces low worker level generation not high level thinker gen. moreover entepeneur gen. can i re-post and discuss your post in my site? Thanks

    • paw says:

      feel free to repost it. And I see you’ve done that🙂

      So let’s see the reasons from the students, is it about the school system, or about not-have-enough-guts.

      I get a nice opinion from your comment, I see that the system has failed providing enough level to compete. I cannot blame the ‘old’ system thou, but I’m currently taking a class teached by an English teacher, and I see that I do the “learning by doing” stuff in class. I believe our ‘old’ teaching system in public schools didn’t apply that ‘learning by doing’ system.😛

  4. Bagaimanpun nyatanya bimbel sangat dibutuhkan bagi adik adik kita, ad yang ngrasa nyesel cos ikut bimbel padahal entah karena bimbel atau gak nyatanya dia bisa masuk di perguruan tinggi negeri, mohon beri kesempatan adik2 kita untuk berprestasi juga. saya aja nyesel dulu gk ikutan bimbel dan jadinya saya gak bisa kuliah di perguruan tinggi negeri.

  5. Sekarang siswa jadi kurang pede klo tidak ikut bimbel,, dan memang sudah jadi tren,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: