Belajar Membuat Screen Cast

Aloha,

seperti diketahui di jaman serba online ini, ilmu bisa didapat dari sudut manapun di dunia ini (atau bisa dibilang sudut mana pun dari setiap server di dunia :P). Mempelajari sesuatu hal yang baru bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari otodidak, sampai mengikuti kursus. Keadaan sekarang, menurut saya, menuntut kita untuk bisa belajar secara otodidak. Mulai dari mencari ebook sampai mencari tutorial dan how-to di internet. Dan sampailah kita di era dimana kita belajar dari video. Video yang berisi screen capture dari layar monitor sang tutor, dan dengan tambahan suara dari sang tutor, sehingga orang yang mempelajari via video, yang disebut screen cast, mengerti.

Ceritanya begini, ada seorang teman yang menanyakan saya bagaimana cara meng-export dan import file mp3 pada aplikasi audacity, aplikasi sound editor yg gratis, namun cukup powerful. Ada beberapa cara untuk membuat teman kita itu mengerti step by step:

1. Mengobrol, tanpa komputer.

+ simpel, tanpa membutuhkan alat-alat apapun
+ dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja
– sulit untuk dibayangkan, biasanya untuk step-step yg rumit dan tidak common
– hanya mudah di kalangan user yang sudah ‘gape’ dengan aplikasi tersebut
– bisa lupa, dan lalu saat prakteknya, pasti harus bertanya lagi untuk pencerahan lebih lanjut

2. Via messaging/email.

+ sekuensial dan saklek
+ tidak akan lupa step by step, wong jelas ada tulisannya
– sulit untuk dibayangkan bagi beberapa orang
– orang-orang dengan prinsip seeing is believing akan kesulitan

3. Mengobrol langsung, dengan komputer.

+ langsung bisa praktek
+ kalau stuck, bisa langsung dicari solusinya
+ mudah untuk problem solving bagi orang2 yang harus menerangkan dan diterangkan dengan media
– harus di-spend waktu khusus, dan tempat khusus (ga mungkin kan di terminal buka laptop? :P)
– untuk orang yang menerangkan dan tidak sabaran, ujung2nya yang mraktekin si orang yg menerangkan, karena yg diterangkan ga ngerti2 πŸ˜›

4. Screen cast

+ Seeing is believing, step by step jelas
+ Seperti mengobrol langsung, dengan komputer
+ Tidak harus repot2 janjian ketemuan, dan nunggu waktu janjian untuk diterangkan sesuatu, pas untuk problem2 yang mendesak
– Butuh koneksi internet (yg ga lemot sehingga buffering time bisa diminimalisir, bahkan dihilangkan)

Nah, dari keempat dari banyak cara, saya memilih membuat screen cast, hitung-hitung iseng membuat rekaman sehingga kalau ada yang menanyakan hal yang sama, teman tersebut tinggal lihat screen cast video di internet. Hehe..

Karena belum pernah membuat screen cast, saya tidak tahu aplikasi yang pas untuk membuat screen cast dengan kualitas yang bagus. Saya gugling, dan mendapatkan beberapa aplikasi:

  • CamStudio
    CamStudio gratis alias freeware. Bisa merekam suara juga, kualitas video dan audio bisa diatur. Hasil video disimpan dalam format avi (.avi) dan mempunyai built-in swf creator. Bisa membuat annotation dalam bentuk gambar atau video. Windows only.
  • AviScreen
    AviScreen merekam dalam bentuk avi, tapi tidak bisa merekam audio. Windows only. Tapi gratis πŸ˜›
  • Copernicus

Copernicus adalah aplikasi untuk Mac yang dibuat untuk membuat user bisa membuat video dengan cepat dan mudah dengan cara menyimpan rekaman video ke dalam RAM untuk akses yang lebih cepat. Namun tidak bisa merekam audio.

Masih ada lagi sebenarnya aplikasi yang lain, seperti Adobe Captivate, Jing, Wink, SnagIt, dan lain-lain. Namun Captivate dan SnagIt setahu saya berbayar, dan saya terlanjur jatuh hati menggunakan CamStudio, yang gratis dan cukup powerful.

Walhasil kemarin malam saya merekam screen cast menggunakan CamStudio. Hasilnya bagus, saya bisa langsung merekam step by step jawaban dari pertanyaan teman saya itu, dan lalu rekaman tersebut saya upload, sehingga kalau kalau nanti ada yang perlu, bisa dicari dan dimainkan. Hehe..

OK, segitu aja dulu, saatnya kembali bekerja.. πŸ™‚

Advertisements

Puma Phone

Mungkin sekarang sudah jamannya setiap merk fashion mengeluarkan produk telepon selulernya masing-masing. Yang dulu awalnya hanya menjadi partner saja, contohnya razr versi D&G, atau yg lainnya, sekarang tidak lagi. Merk fashion bisa mengeluarkan produk telepon seluler juga! Contohnya Puma yang baru saja mengeluarkan Puma Phone.

Handphone ini sebenarnya dibuat oleh SAGEM (ini baru nama perusahaan produsen hape), yang dibuat atas kerjasama Puma dan Sagem. Puma Phone menggunakan OS sendiri, jadi tidak menggunakan OS yg sudah ada seperti windows mobile, palm OS, iPhone OS, blackberry OS, symbian, atau yg lainnya. Satu hal yang paling menarik dari adalah, Puma Phone menggunakan solar panel charger di sisi belakang handphone yg berguna untuk me-recharge baterai handphone. Sounds so eco-friendly πŸ˜›

Navigasi layar sentuh yang tidak sehebat iPhone tidak mengurangi citarasa sporty dan lifestyle yg menjadi brand image Puma. Banyak fitur-fitur menarik yang terdapat pada Puma Phone. Fitur-fitur ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Sport, dan lifestyle. Pada kategori sport, terdapat fitur speedometer yg berguna saat bersepeda. Lalu ada juga animated compass yang berguna, tentu untuk mencari posisi utara bumi, hal ini berguna saat sailing. Selain itu ada juga fitur GPS, untuk mengetahui koordinat kita di bumi. Ada juga fitur stopwatch dan timer, dan hal unik dari timernya adalah, timernya berbentuk jam pasir, dan bercitarasa vintage.

Di kategori lifestyle, selain fitur-fitur standar seperti messaging, video phone, dan web browser, ada juga fitur DJ! Fitur Disc Jokey ini memperbolehkan pengguna puma phone untuk bergaya bak DJ, scratching bukanlah hal yg sulit dilakukan di fitur ini. Selain itu terdapat sebuah portal puma, yang berisikan segala informasi tentang lifestyle, social networking, dan lain-lain. Informasi-informasi ini dihimpun dalam sebuah dynamic rich media feed, yang berisikan gambar dan video serta artikel-artikel yang diberikan. Juga bisa dilihat berita-berita olahraga, serta tweeting dari portal ini.

Rencananya puma phone akan dirilis April 2010 dan dijual dalam kontrak provider telepon seluler. Tapi dapat juga dibeli tanpa kontrak, dan diperkirakan berharga di bawah 400 EU. Berminat?

Pakailah HELM Jika Naik Motor, Bukan PECI -__-

Malam ini saya menemukan satu rombongan konvoi motor sebuah majelis yang sepertinya mau bersama-sama pergi ke suatu acara di senayan. Ada beberapa hal yang sangat mengganggu saya, dan pengguna jalan, serta membahayakan si anggota konvoi itu.

OK sebenarnya bukan masalah untuk saya jika ada konvoi di jalanan, tapi mbok ya tetap santun dan menghargai pengguna jalan yg lain. Semua aturan lalu lintas harus tetap dipatuhi. Termasuk hal yg paling krusial: HELM. Gambar di atas cuma menjadi ilustrasi saja, ilustrasi konvoi motor dengan pengendara yang tidak menggunkan helm, namun menggunakan peci -___-

For God sake, peci ga bakal bisa mengamankan kepala kita dari benturan (literally and physically). Please put your helmets on people! Tolong selalu pakai helm kalau naik motor. Bukan apa-apa, ini demi keamanan berkendara mereka juga. Tidak ada yg tahu kapan musibah itu datang, tidak ada juga yang mau mengalami kecelakaan, apalagi kecelakaan berlalu lintas. Dan bila kecelakaan lalu lintas itu terjadi, dan kepala kita, yang cuma berbalutkan peci, terbentur sesuatu, mau bilang apa? “Cuma bisa ikhlas” ? Tidak sama sekali.

Benar-benar merugi pengendara yang tidak mengamankan kepalanya dengan helm. Mungkin helm mahal, tapi sadarkah kita, bahwa helm yang katanya mahal itu melindungi sesuatu yang lebih mahal?

Siapa yang bisa menakar berapa tingkat kemahalan sebuah batok kepala manusia yang di dalamnya ada sebongkah otak. Dan otak adalah salah satu organ vital manusia. Tidak usah ditakar dengan rupiah pun kita bisa tahu bahwa kepala adalah barang yg sangat mahal, sampai manusia tidak bisa menakar dalam rupiah atau dollar sekalipun.

Mungkin helm dirasa merepotkan, karena berat di kepala, dan kalau mau ngobrol jadi susah karena terhalang helm, atau alasan non sense lainnya. Lebih repot mana coba, pakai helm selalu, atau recovery dari resiko yg terjadi di kepala kalau terbentur. Memar ringan masih mending, tapi kalau sampai (amit-amit) pecah?

Bukan mau menakut-nakuti, tapi saya sendiri pernah diselamatkan oleh pemakaian helm. Suatu ketika 2 tahun lalu, saya mengalami kecelakaan motor, dan helm saya mencegah saya “mencium aspal”. Walhasil setelah kecelakaan itu, saya memang mengalami beberapa luka di lutut (ligamen robek) dan luka berdarah dan lecet di sikut kanan, tapi kepala saya? amaaan.. Saya bisa melihat dengan mata kepala saya sendiri kerikil2 aspal di jalanan. Kalau saya tidak pakai helm full face misalnya, pipi saya pasti sudah ga jelas bentuknya, sukur lecet, tapi kalo robek? ampun deh..

Jadi coba dipikirkan kembali. Sedia payung sebelum hujan, bisa diterapkan pada kasus pemakaian helm ini.

Pakailah selalu HELM bagi pengendara motor. Jangan cuma buat kerusuhan aja, kalo demo atau tawuran udah rusuh, baru deh helm berguna. Nonsense.

Mau Infrastruktur dan Kualitas Kebersihan Daerah Cepat Berkembang? Ada Caranya..

OK, pertama-tama, ini bukan artikel pembangunan atau artikel serius. Tapi hanya murni opini dan pemikiran pribadi saja.

Begini ceritanya, tiba-tiba malam ini terbersitlah wacana di kepala saya, bagaimana caranya daerah-daerah di Indonesia bisa tumbuh secara cepat di bidang infrastruktur dan kebersihan. Seperti yang kita ketahui pembangunan daerah di Indonesia terpusat di Jakarta, lalu baru di medio pasca orde baru semua hal di desentralisasi. Namun mengejar ketinggalan pembangunan di daerah-daerah bukanlah hal yang mudah ditangani dan tidak bisa selesai dalam waktu yg cepat. Sedangkan di lain sisi, Jakarta sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, dan segala hal lainnya, tetap terus mengembangkan dan membangun infrastrukturnya. Banyak proyek-proyek di Jakarta dijadikan contoh oleh daerah lain, seperti contohnya TransJakarta. Setelah busway jakarta berjalan, Jogja dan Bandung juga mengimplementasikan moda transportasi yang serupa (tapi tak sama).

Kita juga tahu bahwa bagaimana tradisi perlakuan masyarakat kita menyambut tamu agung, tamu kehormatan yang ditunggu-tunggu. Dalam hal ini mulai dari pak RT, kepala suku, pak Lurah, artis, kyai, sampai menteri dan presiden, kalau mereka bertamu ke rumah kita, tentunya kita mempersiapkan penyambutan yang terbaik. Perabotan di rumah dirapikan, lantai dibersihkan, diberi wewangian, pintu rusak diganti, dinding retak diaci kembali dan dicat ulang, sehingga terlihat ciamik.

Makin tinggi jabatannya, atau makin agung tamunya, maka makin getol persiapan yang dilakukan sang tuan rumah. Dan dalam skala daerah di Indonesia, jabatan tertinggi adalah PRESIDEN.

OK, sudah dapat idenya?

Ide gila yang saya pikirkan dan saya tuangkan di post ini adalah, jika kita mau daerah-daerah di Indonesia berkembang dari segi infrastruktur dan kebersihan terjaga, datangkan presiden ke daerah itu. Presiden harus datang ke setiap RT di Indonesia, kalau bisa rutin didatangi, sehingga presiden dapat melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana pembangunan di daerah itu.

Contoh nyata, kita mengingat kembali ke tahun 2005, saat acara 50 tahun KAA diselenggarakan di Bandung. Bandung bersih seketika. Kawasan kumuh tak bertuan disulap menjadi rapi. Trotoar menjadi manusiawi, penerangan jalan lebih ciamik. Banyak lah cerita lain yg bisa dijadikan contoh.

Kalau di tv ada acara bedah rumah yang bisa menyulap rumah menjadi ciamik dalam 12 jam yang tergolong sangat cepat, bisa-bisa di negeri ini ada acara bedah kota yg bisa menyulap kota menjadi ciamik dalam waktu yg sangat cepat.

Tidak percaya? Silakan coba jadi presiden lalu jalankan program kerja ini, mana ada pemimpin daerah yang mau “mempersembahkan” daerahnya kepada presiden dengan tampilan yg lusuh. Pasti dipermak πŸ˜›

NB: Hati-hati presidennya bisa gempor wara-wiri ke semua RT di negeri tercinta kita ini, hehe..