Tips Menyetir Antar Kota Sendirian

Menyetir antar kota adalah sebuah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh, karena perjalanan antar kota kita tahu sendiri akan berhadapan dengan berbagai kendaraan dengan watak pengendara yg bermacam-macam. Dari sepeda ontel atau becak yang membawa hasil panen, hingga truk tronton pembawa traktor. Tentu memiliki tantangan serta resiko yang cukup besar. Apalagi jika kita berkendara sendirian. Kalau berdua atau rame-rame tentu kepenatan di tengah jalan bisa di-share sambil mengobrol bersama teman, setidaknya saat beristirahat di rumah makan atau spbu misalkan, bisa sambil bersenda gurau dengan teman.

Bagaimana kalau sendirian? Ngobrol sendiri tentu susah, kecuali kita punya alter ego atau teman imajiner. Perjalanan tentu akan sepi dan membosankan. Lalu rasa bosan dicampur lelah bisa menyebabkan ngantuk, dan ini berbahaya karena dapat mengundang maut.

Jika terjebak di kondisi bahwa kita harus berkendara sendiri, bagaimana kita menanggulangi rasa ngantuk, bosan, kesepian, kegundahan hati serta rasa kesal melihat truk2 lambat tidak mau memberi jalan?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, dan yang terpenting adalah persiapan dan langkah-langkah yang bisa diaplikasikan, yaitu..

1. Siapkan lagu2 favorit

Pastikan lagu2 favorit kita ini tergolong up beat dan sing-along-song. Jadi saat di perjalanan kita bisa karaoke sambil latihan vokal sehingga saat karaoke bersama teman2, kita punya lagu andalan.

Tentu fokus tetap dicurahkan ke jalan. Jangan mencoba googling lirik atau membaca lirik lagu selagi menyetir, berbahaya. Kalau mobil kita dilengkapi tv atau dvd player, jangan disetel. Oke gue tau sekarang lagi piala dunia, tapi tolong, jangan sambil nonton bola, bisa2 nanti ‘gol bunuh diri’. Ini penting, setel lagu2 favorit yang bisa kita nyanyikan (maksudnya jangan lagu ajeb2, karena tidak ada liriknya, dan beatnya bisa membuat bosan).

2. Bernyanyilah

Mengobrol sendiri tentu bisa dikira orang gila, makanya, mending menyanyi saja. Dan bernyanyilah sepuasnya, dengan lantang atau fals tidak masalah, wong cm sendirian di mobil (kecuali mobilnya ada ‘penunggunya’, hihi). Jangan takut suaranya bakalan tembus keluar dan membuat orang lain celaka. Kalau mau berjoget kecil, tidak ada larangan. Asal jangan sampai joget yang heboh bin hot. Bukan takut dilihat orang, dan bukan karena ga ada space yg cukup gede buat jogetnya. Tapi esensinya joget adalah agar otot tidak kaku, bukan joget karena pengen tenar.

3. Siapkan minuman

Bukan, yang gue maksud bukan minuman keras bangsa bir, vodka, atau topi miring. Tapi minuman air putih. Mengapa? Karena menyanyi dengan sepenuh hati membuat tenggorokan kering. Makanya kita ‘basahi’ dengan air putih. Jangan terlalu banyak minum, karena takutnya setiap 30 km ke depan kita harus berhenti karena beser mau pipis.

4. Jangan stay di satu lajur

Khususnya untuk pengendara jalan tol jarak jauh (jakarta-bandung, atau tol dalam kota 7 lap), tapi tak tertutup pula kemungkinan untuk yang lewat jalan biasa (pantura, atau puncak). Stay di satu lajur tentu membosankan, apalagi kalau di depan kita truk boks gede yang ga ada lukisan cw sexy (setidaknya lukisan cw sexy bisa menambah ‘warna’ dr perjalanan kita).

Pindah lajur lah secukupnya, tentu direkomendasikan untuk mostly stay di lajur kiri, dan gunakan lajur kanan untuk mendahului. Bukan berarti kita pengen mendahului melulu lalu stay di lajur kanan.

5. Jaga jarak

Ini penting. Menyetir sendiri berresiko mengundang kantuk, atau setidaknya ngelamun. Dengan jarak yang cukup dengan mobil di depan kita membuat kita punya cukup waktu respon jikalau mobil depan tiba2 mengerem ataupun pecah ban. Jika kita terlambat respon karena lost focus, maka kita ‘diundang’ untuk ‘silaturahmi’ dgn mobil di depan kita.

6. Injak rem jika mobil di depan mengerem

Ada satu tips, jangan mengambil keputusan cm dengan modal ikut-ikutan mobil di depan kita. Namun, ada pengecualiannya, yaitu jika mobil di depan kita sudah mengerem, kita ikut mulai mengerem pula. Jangan tunggu beberapa detik atau nunggu lebih dekat untuk mengerem. Tentu jarak kita dengan mobil di depan kita akan mengecil dan mempunyai resiko lebih besar untuk rem mendadak dan tabrakan beruntun.

Well, intinya sih tetap aktif dan stay tuned ke jalanan, jadi tetap bisa enjoy walaupun cuma sendirian nyetir antar kota. Oya, rest area dibangun bukan cuma buat ngisi bensin atau pipis, tp juga untuk beristirahat jika kita lelah atau ngantuk. G mau kan ngantuk2 lalu tidur, dan bangun2 udah diperban di rumah sakit?πŸ™‚

Posted with WordPress for BlackBerry.

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

6 Responses to Tips Menyetir Antar Kota Sendirian

  1. petra says:

    nais inpo gan. Abis dapet SIM awak mau jajal Jakarta Bandung neh.

  2. Ella says:

    Setuju banget sama no. 5 yang membantu gw waktu nyetir Jakarta-Bandung buat tugas kerja, pagi setelah pulang backpacking 5 hari naik pesawat terakhir jam 11 malem baru sampe rumah. Haha, gelo juga gw nerima tugas itu kalo dipikir2.πŸ˜› Beberapa kali tuh, dapet mini-ngantuk yang pas sadar2, jarak sama mobil depan udah deket, dan semua gerakan terasa lambat. Waaaa! Alhamdulillah gw sampe Bandung dengan selamat ^^; Jangan ditiru!

  3. bhellabhello says:

    postinganny bagus ka paw. thenkyu sarannya.

    tpi gue belom pernah nyetir nih di tol secara di Solo ga ad tol T_T
    penasaran rasanya nyetir di tol hahahaaa

  4. heri says:

    wah kalau ngerem sih gampang gampang susah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: