Museum Sejarah Jakarta

Kemarin saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke kota tua Jakarta. Sebuah keinginan saya dari dulu untuk pergi ke sana, tapi selalu kandas karena malas bermacet-macetan di jalan. Mumpung lagi libur lebaran dan jalanan Jakarta sedang bersahabat, maka kami pun berangkat ke sana.

Sampai di sana, tak lupa kami menyempatkan diri untuk masuk ke museum sejarah Jakarta, atau dikenal juga dengan nama museum fatahillah. Dengan membayar Rp. 2000 saja (untuk umum, mahasiswa Rp. 1000 dan pelajar Rp. 600), kita dapat menjelajahi gedung bersejarah yang punya koleksi dari era prasejarah. Pengunjung juga diberi booklet, dan ini dia isi bookletnya.

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Taman Fatahillah No. 1 Jakarta Barat merupakan sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah cukup panjang. Bangunan Museum Sejarah Jakarta sesuai dengan prasastinya diresmikan tahun 1710 pada masa pemerintahan gubernur jenderal Abraham van Riebeck.

Sejarah Penggunaan Gedung

1707-1710 Gedung dibangun
1710-1816 Balai kota Batavia
1816-1905 Kantor residensi Batavia
1905-1925 Balai kota Batavia
1925-1942 Kantor gubernur provinsi Jawa Barat
1942-1945 Kantor pengumpulan logistik dai nippon
1945-1952 Kantor gubernur provinsi Jawa Barat
1952-1968 Markas komando militer kota (KMK)I, yang kemudian menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat
1968 Gedung diserahkan ke Pemda DKI Jakarta
30 Maret 1974 Diresmikan menjadi museum sejarah jakarta oleh gubernur Ali Sadikin

Museum Sejarah Jakarta berawal dari Museum Oud Batavia (Batavia Lama) beralamat di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta (kini Museum Wayang) diresmikan tahun 1936. Pada masa kemerdekaan museum ini berubah menjadi Museum djakarta Lama di bawah naungan Lembaga Kebudayaan Indonesia dan selanjutnya tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta tangal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Ali Sadikin.

Perbendaharaan koleksi Museum SEjarah Jakarta mencapai jumlah lebih dari 23.000 buah yang berasal dari warisan Museum Djakarta Lama, hasil pengadaan Pemerintah DKI Jakarta, hasil ekskavasi (pengaalian arkeologi), sumbangan perorangan maupun institutsi.

Koleksi Museum Sejarah Jakarta terdiri dari beragam bahan material baik yang sejenis maupun campuran, meliputi logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, kain, kulit, kertas dan tulang. Koleksi unggulan Museum Sejarah Jakarta antara lain Meriam Si Jagur, Pemisah ruangan bergaya Baroque dari abad 18, pedang eksekusi, lukisan gubernur jenderal VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan berbagai macam senjata.

Untunk meningkatkan kinerja dan penampilannya, Museum Sejarah Jakarta bertekad untuk bisa menjadi pusat informasi sejarah kota Jakarta dan tidak ingin sekedar menjadi tempat untuk menghimpun, meneliti, memelihara dan memamerkan benda koleksi serta menjyajikan informasi sejarah kota saja, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun asing, ana-anak, orang dewasa bahkan bagi penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi

About Prasetyo Andy W.
Mobile technology, social media, and other awesomeness enthusiast. Tech savvy. Software engineer. In love with photography and travelling.

2 Responses to Museum Sejarah Jakarta

  1. echaboy says:

    Kalo kata orang-orang : No Pic = Hoax Gan! Hahahaha.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: