In what other job do 50000 people sing your name?

Pernah liat tulisan ini? Jika anda selesai meng-install Football Manager 2008 pasti anda tau tulisan ini. Hehehe…

Di halaman tempat kita melihat kalimat ini, juga tersedia translationnya ke bahasa Perancis dan Belanda. Gw kaget karena tidak ada translation ke bahasa Jerman untuk kalimat ini. Gw curiga kopian [yah, gw dapet gamenya hasil bajakan, hehe] dari versi untuk Inggris, Belanda dan Perancis. Hehehe…

Kalo di bahasa Perancisnya, kalimat di atas ditranslasi menjadi “Dans quel autre travail entend-on 50000 personnes scander son nom?”
Dan kalo dalam bahasa Belanda, kalimatnya menjadi “In welke ander beroep zingen 50000 mensen je naam?”
Nah berhubung bahasa Belanda sangat dekat dengan bahasa Jerman, kalo di-translate ke bahasa Jerman menjadi “In welche andere Beruf singen 50.000 Menschen seinen Name?”

Hehehe… tapi di posting ini gw ga bakal ngebahas anything tentang linguistik ato apapun. Hehehe…

Sejak hari Kamis lalu gw mulai bermain FM 2008. Lalu gw memakai tim kesayangan gw, Manchester United, untuk menjadi tim yang gw manage.

Dari segi penampilan, FM 2008 agak berubah sedikit di layout halaman utama, tapi yang lain tidak banyak berubah. Sekarang bisa menentukan ukuran lapangan juga loh. Hehehe… Tapi bukan FM namanya kalau ga punya database pemain yang super duper kacau banyaknya.

Permainan pun gw mulai, seperti biasa, sebagai manager yang haus oleh darah muda, gw pun mencari pemain2 muda yang potensial menjadi bintang. Sambil gw mencari pemain2 muda, gw pun mulai bertanding. Tapi yang berbeda dari FM 2007, kayaknya sekarang susah buat menang kalo pake MU pas awal2. Bisa disebabkan oleh beberapa alasan, gw nya yang lupa formasi pas buat karakteristik MU, dan juga bisa karena tim2 lain yang makin menggila permainannya.

Sampai sekarang gw pun tersendat untuk melanjutkannya, karena lumayan sering kalah dan seri. Jadi BT deh. Hehehe… Ada yang punya tips buat gw biar MU gw bisa menang besar trus?? Ada yang nemu calon2 wonderkid yang potensial?? hehehe…

Pergi ke Stadion Mau Nonton Bola Apa Smack Down??

Memalukan.

Itulah kabar dari persepakbolaan Indonesia akhir2 ini.

Walaupun gw ga terlalu ngikutin pertandingan Liga Indonesia, tapi gw sering nonton highlightsnya di tipi2. Ada satu PR besar buat para kesebelasan yang bertanding, dan PSSI sendiri selaku pelaksana Ligina.

Kata kunci pertama adalah Kekerasan. Lalu yang kedua adalah Tindakan Fanatis Anarkis suporter dan pemain terhadap tim tamu, wasit maupun suporter tim lain.

Gw melihat bahwa tindakan2 ini udah sangat melewati batas. Baik dari segi sportivitas permainan maupun segi keamanan dan ketertiban. Sejauh ini ada beberapa kasus yang gw tangkap:

1. Suporter Persija vs Suporter Persita di Jalan Daan Mogot. Waah… gw pikir kejadian Mei ’98 terulang lagi, taunya suporter Persita menghadang The Jak saat mau masuk ke stadion Benteng. Jadilah tawuran massal.

2. Bis Persib di-‘keroyok’ suporter Persija saat baru keluar dari tol JORR, Lebak Bulus. Walhasil, kaca bis tsb. pecah.

3. Suporter PSMS vs (lagi2) bis Persib, kasusnya mirip sama waktu di Lebak Bulus. Dihadang, lalu pengen di-‘keroyok’, tapi dihadang sama polisi. Walhasil,, kaca gedung stadion PSMS (gw g tau namanya T_T) ada yang pecah, lalu windshield truk pemancar telkom pecah.

4. Di pontianak, pertandingan divisi-1, lebih gila lagi,, tawuran berada di tengah lapangan, wasit dikejar-kejar fans pemain dari tim Pontianak-yang-gw-ga-tau-namanya, seperti singa menerkam zebra di sabana.

dll.

Gila. Dimana letak sportivitas kalian??? Bolehlah kalian mengelu-elukan tim kesayangan kalian… Tapi jangan anarkis lah!! kayak anak kecil aja.

Gimana Liga Indonesia mau maju coba??? Haduh2… Tolonglah Komdis PSSI, atau apapun itu namanya, tindak segala tindakan kekerasan yang mengotori sucinya sepakbola! Beri hukuman setimpal! Udah terlalu banyak kasus beginian,, masa ga ada tindakan nyata si??

Note: Gw bukan fanatis dari salah satu tim, cuman suka mengamati liga indonesia doang.

Adios AFC Cup!! Better luck next time!!

Sedih memang melihat pertandingan terakhir timnas Indonesia yang harus menerima kekalahan 0-1 dari Korea Selatan. Kekuatan 11 pemain di lapangan, 88.000 suporter di stadion GBK [huh,, gw padahal mau nonton di sana… T_T], dan berjuta-juta penonton di layar kaca, belum bisa mengalahkan pemain-pemain Korea Selatan yang tangguh [mungkin] karena sering minum ginseng. Hehehe… Ada teman yang menyebutkan, pertandingan tadi adalah pertandingan antara jahe vs ginseng! Hehehe…

Indonesia gagal mengukir sejarah untuk lolos ke perempat final setelah 3 kali keikutsertaannya di turnamen terbesar di Asia. Korea Selatan memang mempunyai kelas permainan setingkat di atas Indonesia, namun skor 0-1 benar-benar menggambarkan bahwa timnas kita sudah sangat total dalam bertanding.

Saya melihat bahwa timnas mempunyai permainan yang sudah berkembang dibanding timnas-timnas sebelumnya. Jika pada saat dibawahi Peter Withe, karakter permainan timnas kental dengan ‘Permainan Inggris’, yaitu dengan umpan-umpan pendek di tengah lapangan, lalu menusuk ke jantung pertahanan lawan melalui sayap dan diakhiri dengan umpan silang ke tengah di depan gawang. Sekarang, di bawah Ivan Kolev, timnas mengadaptasi formasi 4-3-3 racikan Ivan Kolev. Kekuatan timnas kita terdapat pada kecepatan serangan dan tusukan-tusukan tajam ke daerah perlawanan, namun kelemahannya adalah stamina pemain-pemain yang masih kurang dan koordinasi lini belakang yang terkadang kendor jika lawan menyerang dengan pola penyerangan melalui sayap dan rushed sampai ke dekat gawang.

Postur tubuh juga dapat dibilang menjadi suatu kekurangan, namun saya yakin bahwa dengan postur tubuh yang dikaruniai oleh Allah SWT, kendala postur tubuh dapat diminimasi dengan pola permainan yang sesuai. Dan menurut saya, pola permainan timnas sekarang sudah bagus, dan sesuai dengan karakter pemain-pemain. Namun masih ada kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi, terutama lini pertahanan yang terasa masih kurang greget.

Salut saya berikan kepada kiper Yandri Pitoy dan Markus Horison. Terutama kepada Markus, karena walaupun cuma sempat bermain sekali, namun dia dapat menampilkan permainan yang ciamik: sigap, cekatan dan cermat. Keputusan-keputusanya dalam menjaga gawang timnas walaupun terkadang berbahaya, tapi dia dapat mengamankan bola dari terjangan pemain Korsel. Markus handal dalam duel-duel udara dan cermat dalam memotong bola. Namun terkadang dia sering berani keluar dari gawang walaupun sebenarnya kurang perlu.

Setelah melihat permainan Indonesia yang [sangat] singkat di putaran pertama piala Asia, dimana Indonesia mengalahkan Bahrain 2-1, kalah dari Arab Saudi 1-2, dan kalah dari Korsel 0-1, saya melihat bahwa permainan timnas sudah much more improved. Mulai kalem, tidak mudah terpancing, dan cukup solid.

I’m looking forward for the better timnas!! Semoga lebih baik di piala Asia selanjutnya!