Pacifist Warzone

Tadinya gw mau live blogging dari acara, tapi apa daya, Counter Strike telah dengan sporadis membius gw untuk melupakan dunia. Haha.. Cukup hiperbolik memang, tapi itulah yang terjadi. Enam belas orang 2005 akhirnya menjalankan acara besarnya setelah minggu pertama UAS yang cukup memakan waktu.

Berawal dari jason yang menginisiasikan diadakannya “perang” seangkatan via milis, rencana perang akhirnya ditanggapi dengan baik oleh para tentara-tentara lainnya. Dan pada akhirnya hari ini perang pun berhasil dijalankan. Sebagian besar pemain berada di sekre 2 HMIF dengan laptopnya masing-masing, wirelessly connected ke access point terdekat, set komputer himpunan sebagai dedicated server (yang pada akhirnya server pun dimainin sama amir). Ada beberapa pemain juga ikut bermain remotely dari sekre 1, lalu laboratorium (ada ga yah?), dan dari duktek.

Pacifist Warzone Permainan dimulai dari kira-kira jam 4 sore. Permainan dimulai  dengan map de_dust. Pada awalnya belum digunakan dedicated server, namun hanya menggunakan laptop Dewa, dan Dewa pun juga bermain secara wireless. Efeknya? Latencynya besar sekali! Bahkan latency saat diukur mencapai 1400! Padahal biasanya Counter Strike untuk LAN mempunyai latency belasan hingga 40-an. Walhasil sering sekali terjadi ngelag dan connection problem. Gw sendiri sering connection problem, sampai sampai terjadi fatar error karena gagal mengirim packet.

Setelah itu digunakanlah dedicated server yang terhubung dengan kabel LAN. Map kedua adalah de_inferno. Kali ini permainan berjalan lebih lancar. Tidak ada kendala koneksi yang berarti, tapi masih ada beberapa laptop yang suka DC dengan jaringan access point (termasuk gw T__T).

Bosan dengan map kedua, kita selingi dengan awp_map, di mana orang2 bisa sniping dengan hura-hura.

Map ketiga adalah de_aztec. Pada saat ini masuk waktu maghrib, sehingga beberapa pemain bergantian keluar arena (laptopnya masih nangkring di sekre 2, orangnya aja yang pada cabut) untuk sholat dan makan. Sayangnya pada map ini kepala gw mulai pusing hebat, mungkin dikarenakan kurang makan (siangnya baru makan pahe 5 mc Donald’s) padahal paginya main voli, siangnya main2 futsal bentar sambil nemenin latihan futsal, dan sorenya Counter Strike.

Jam 7 malam pun gw pamit duluan kepada para tentara lainnya, dan katanya sampai jam 9, CMIIW, soalnya gw sendiri baru balik ke kosan jam 10 dan lupa nanya ke Iqbal perkembangan perang terakhir 😛

Setelah sukses Kanayakan Warzone, sekarang Pacifist Warzone. Dan nampaknya beberapa 2006 terpancing iri ingin ikut bermain. Kapan-kapan kita bisa adu antar angkatan okeh!

Racing Simulator Buat Maniak Game Racing

Racing Simulator Buat Maniak Game Racing

Punya titel “Maniak Game Racing”. Game seperti Gran Turismo, NFS, Ridge Racer dan segala game racing lainnya, udah tamat, tapi main game balapan cuman pake stir biasa? Atau paling bermodalkan controller biasa? Pasti berasa kurang lengkap kan?

Read more of this post