Introducing BlackBerry Pearl 3G

Hari ini Research In Motion (RIM) meluncurkan dua buah model BlackBerry terbarunya, yaitu Bold 9650, dan Pearl 9100 (Pearl 3G). Bold 9650 berbentuk persis dengan Bold 9700 (onyx), namun bedanya 9650 akan bekerja di jaringan CDMA, seperti BlackBerry Tour. Menggunakan trackpad seperti 9700, namun bekerja di jaringan CDMA seperti Tour 9630. Sehingga jika kita lihat tidak ada perubahan yang sangat signifikan dari Bold 9650.

Fokus post kali ini ada di Pearl 3G. Setelah terkesan “dianggurkan”, akhirnya RIM meluncurkan tipe Pearl terbaru dengan spesifikasi terkini. Jika kita lihat 1 tahun ke belakang, terdapat beberapa varian Bold dan Curve baru, juga breed baru: Storm dan Tour. Pada tahun lalu kita tahu bahwa Bold 9000 dan Curve 8900 (Javelin) menghipnotis konsumen di Indonesia, selain itu varian Curve 8300 (juga 8310 dan 8320) masih banyak di pasaran, dan Storm 9500 yang penjualannya agak di bawah harapan karena isu “produk gagal” dll. Pada tahun ini teknologi navigasi trackball mulai ditinggalkan RIM, dan digantikan dengan trackpad. Walhasil datanglah Bold 9700 (onyx) dan Curve 8520 (gemini) dengan trackpad.

Tunggu, kemana Pearl?

Read more of this post

Advertisements

The Best Goal Celebration Ever

credit to the republik of mancunia

Nyobain Cooliris Photos Wall

Selamat Idul Fitri 1430H

Coba2 Post Blog via E-Mail

Wah, sudah lama tidak menyentuh blog ini, dan sekarang setelah melewati waktu2 hectic mengejar sidang, waktu luang saya bertambah secara linier.

Post sekarang tidak panjang-panjang, sekedar mencoba post blog via email. Oh iya, by the way? Ada yang punya ide bagaimana mengirim post blog wordpress via blackberry?

Saya pernah memakai aplikasi wordpress for blackberry, tapi sepertinya masih belum bisa, any thoughts? 🙂

Prasetyo Andy Wicaksono

Monday Blues

Yep, sepertinya hari ini gw [sepertinya shena dan iqbal juga, serta beberapa teman lain, ngaku lo,, ayo ngaku..] terkena “Monday Blues”. Monday blues, adalah sebuah perasaan, bisa dibilang mood, dimana [menurut gw] bawaannya itu ga semangat kerja, alias masih mau libur. Hal ini disebabkan bisa jadi karena weekendnya kita melakukan hal yang melelahkan [baca: berliburnya berlebihan], atau malah merasa belum puas berlibur, dalam artian, mau nambah libur.

Awalnya gw masih semangat nih. Bangun pagi sampe berangkat masih normal, walaupun masih agak ngantuk gara2 tidur kemaleman. Sampe kantor pun seperti biasa gw datang paling pagi, sebelum satpam datang. Walaupun gw udah pelan2 jalannya di tol [pelan = 100 – 120 km/jam], gw tetep dateng paling pertama. Ngetok pintu besi pun ga ada yang bukain, padahal itu udah jam 8.02. Lalu akhirnya setelah membuang waktu di lobby, gw masuk kantor lagi jam 8.11, kali ini untungnya ada orang yang punya pass buat masuk pake fingerprint scan nya.

Nyampe ruangan, as always gw orang pertama di ruangan. Anehnya, sampe jam 1/2 9 teng gw masih sendiri! Gila, makin malas lah gw mulai kerja. Kerjaan gw malah ym, gtalk dan ngenet. Baru datanglah shena jam 1/2 9 lewat dikit. Lalu tak dinyana, si iqbal nelpon jam 1/2 9 lewat 10, dia malah baru berangkat dari rumah! Gila. Mati aja tu orang kalo mau tetep ke kantor, bukan gara2 takut diomelin gara2 telat, tapi ga nahan itu macetnya taman mini dan dia harus lewat simpul2 macet, bahkan di tol JORR. Hahahaha.. Mampus kow..

Tapi ternyata si iqbal cabut untuk hari ini. Huh… Enaknya,, gw yang udah males2an dari awal tambah menggebu-gebu malasnya. Hehe.. Tapi gw tetep mau ngerjain kerjaan gw yang masih kesisa dari jumat. Lalu datanglah beberapa “tawaran” dari kp-ers B* untuk nonton sebuah film, si iqbal yang ngajak. Hweee…. Makin menjadi-jadi lah males gw hari itu. Gw pengen banget nonton film itu. Ya udah gw bilang, “Yah, nontonnya besok aja, biar gw arrange prosedur cabut gw ama iqbal :P”. Gw butek hari ini, nontonnya baru besok. Agak aneh memang, tapi kan ga mungkin juga gw cabut tengah hari buat nonton. Tapi cabut stengah hari? Such a great idea..

Cabut. Itu yang terngiang-ngiang di kepala gw. Gw sangat butek di kantor dan sangat butuh hiburan. Kerjaan kantor yang ada membuat pala gw pusing [dalam artian sebenernya, sakit kepala]. Akal bulus pun mulai keluar: menyusun rencana besar.

Akhirnya gw dan beberapa teman [ada orang B* juga], untuk menyusun skenario cabut gw. Hahahaha.. kalo dipikir-pikir cabut kok niat abis yak.. Hehehe… Lalu sekejap skenario sudah ada, lalu prosedur eksekusi cabut juga udah ada, gw balikin mobil ke nyokap [daripada gw harus jemput nyokap gw jam 7, dimana gw tau nonton bakalan sore2], lalu skenario penjemputan gw paska gw mengembalikan mobil ke nyokap, lalu skenario penjemputan orang-orang B* dan mbak2 SPBU :P, sampai skenario kembali ke rumah.. Hehehe…

Gw pun jadi semangat lagi, gw tetep ngerjain kerjaan gw, yang akhirnya kerjaan jumat gw udah hampir selesai jam 12. Dan saudara-saudara.. Gw cabut dari kantor dengan ijin dari mr. PM. [bukan cabut nyelonong boy loh.. hehe]. Wuih,, ternyata aturan masalah kehadiran di kantor gw bebas juga.

Jangan ditiru yah… Sekali-kali bandel boleh kan.. 😛
Besok kerja yang bener deh,, weekend udah ada beberapa rencana acara, jadi udah ada smangat buat minggu ini,, hakhak..

Kosong

pernahkah kau merasa, tidak pernah merasa sepi
pernahkah kau merasa, tidak pernah merasa sunyi

aku tak pernah…
aku selalu…
merasakannya…

kosong…
kosong…

pernahkah kau terbangun, dan merasakan semua semu
pernahkah kau inginkan lari dari dirimu kini

itulah aku…
aku selalu…
merasakannya…

kosong…
kosong…

Monti Tiwa – Kosong

Hari Pertama.

Wah,, setelah 2 bulan lebih akhirnya kampus gajah tercinta mulai diramaikan oleh anak2 TPB yang baru masuk dan dedengkot kampus yang mulai datang lagi..

Yosh.. Semester baru! Semangat baru! Semangat kuliah,, semangat ini,, semangat itu,, hehehhee….

Doakan saja yah!

Kampusku Rumahku, Gerbang Depan Tempat Parkirku…

ini gambar loh...

 

Berita Cerita Hangat dari Kampus…

 

Selebaran ini tertempel di dinding toilet labtek V di kampus. Statement yang menggelitik namun mengena. Selebaran ini bukan hanya ada satu di toilet ini, ada di setiap dinding di atas urinary. Mau tahu kenapa ada selebaran-selebaran seperti ini di kampus? Begini ceritanya..

 

Pada akhir mei, setiap himpunan dan orang-orang yang masuk kampus menggunakan mobil melalui gerbang ganesha, diberikan surat edaran, yang berisi kurang lebihnya seperti ini. Karena saya sendiri tidak hafal benar-benar isi surat itu.

 

Pengaturan lalu lintas di dalam kampus

1.       Untuk jam 6.00 – 18.00, mobil pegawai ITB atau tamu ITB dapat masuk melalui gerbang selatan (gerbang ganesha), dengan memakai KIP (sepertinya kepanjangannya Kartu Induk Pegawai) dan melalui gerbang utara (gerbang belakang). Motor pegawai ITB atau tamu ITB dapat masuk melalui pintu motor yang berada di samping FTSL (gerbang yang baru dibuat dan khusus untuk motor).

2.       Untuk jam 18.00 – 6.00, kalau tidak salah sama seperti aturan di atas, tetapi gerbang belakang tidak dibuka. CMIIW

 

Nah, bagian paling krusialnya adalah untuk kendaraan bermotor mahasiswa atau tidak memiliki KIP atau bukan tamu ITB.

 

24 Jam 7 hari seminggu kendaraan tersebut di atas tidak boleh masuk kampus, disediakan kantung parkir timur (parkiran SR), kantung parkir barat (parkiran Sipil), dan kantung parkir utara (parkiran belakang) yang dapat digunakan.

 

Belum cukup sampai di situ, untuk pengaturan parkir di tiga tempat parkir kampus ini juga ada jam-jamnya.

1.       Kantung parkir barat dan utara (parkiran Sipil dan Belakang), buka dari jam 6.00 – 18.00, dan pada pukul 18.00 – 06.00, kantung parkir ini ditutup. Tidak ada lalu lalang kendaraan yang masuk ataupun keluar pada pukul 18.00 – 06.00

2.       Setelah pukul 18.00, kendaraan-kendaraan ini dapat diparkir di kantung parkir timur (parkiran SR). Namun, kantung parkir ini akan ditutup mulai jam 22.00 sampai pukul 06.00. Ditutup artinya, pada jangka waktu ini, tidaka ada lalu lalang kendaraan yang masuk ataupun keluar.

3.       Semua kantung parkir ini TUTUP pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk itu, kendaraan-kendaraan ini dapat diparkir di depan Gerbang Depan (Gerbang Ganesha), di sepanjang jalan Ganesha, Gelap Nyawang dan parkiran Salman.

 

Pada saat itu, setelah saya membaca surat edaran yang berisi “kebijakan” (kebijakan kok ga bijak?) itu, kontan saya berpikir. Apa maksud dari diterbitkannya peraturan seperti ini.

 

Ada beberapa hal yang bisa saya analisis. Pertama, kita lihat sisi baiknya dulu, peraturan ini diterbitkan untuk mengakomodasi teknologi parkir baru yang diaplikasikan pada lalu lintas intern kampus. Jika dahulu hanya memakai kartu parkir yang diberikan oleh pak satpam, dengan asumsi, pukul 06.00-17.00, hanya mobil yang berstiker yang boleh masuk. Watak bangsa yang menurut saya (maaf) pemalas, dan ingin gampangnya saja, mendorong beberapa mahasiswa untuk memanipulasi stiker tersebut yang seharusnya diperuntukkan kepada pegawai, dosen, dan (kalau tidak salah, CMIIW)mahasiswa yang sedang mengerjakan TA. Sehingga pengaturan lalu lintas dengan kartu parkir dan stiker kurang efektif.

 

Sistem parkir yang baru menggunakan semacam KIP (kartu induk pegawai) magnetik, yang dapat digunakan untuk membuka palang otomatis gerbang-gerbang masuk di kampus, dengan cara menempelkan kartu tersebut di reader machine. Jika kartu tersebut dikenali, maka palang otomatis akan terbuka. Satpam yang biasanya menjaga di pos gerbang, hanya bertindak sebagai pengawas sistem baru ini. Dan mungkin menjaga alat-alat baru ini agar tidak terkena perbuatan vandalisme. Sistem ini sangat efektif, dimana tidak ada cara lain untuk memanipulasinya, kecuali orang yang membawa kendaraan dan ingin masuk kampus, mempunyai kartu magnetik itu.

 

Sebenarnya masih ada lagi sisi baik dari peraturan ini, seperti “dapat mencegah penambahan keinginan mahasiswa untuk membawa kendaraan bermotor, karena ketidakadaannya tempat parkir”, sampai “dapat membuat mahasiswa ITB sehat dengan berjalan 10.000 langkah setiap hari untuk mencegah osteoporosis”

 

Namun, ada juga sisi buruk dari peraturan ini. Untuk penanganan kasus perparkiran pada saat akhir minggu. Peraturan ini tidak memberi solusi kepada orang-orang yang tidak mempunyai kartu magnetik dan membawa kendaraan bermotor. Pada akhir minggu, kampus juga tertutup bagi kendaraan-kendaraan tersebut, dan tiga kantung parkir yang ada juga TIDAK dibuka. Sehingga pada akhir minggu pada minggu pertama pemberlakuan peraturan ini, gerbang depan (gerbang ganesha) penuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Kendaraan roda dua yang mendominasi  “lahan parkir” ini.

 

Kasus lain adalah, pada minggu pertama pemberlakuan peraturan ini, ada beberapa kendaraan bermotor yang terpaksa “menginap” di kantung parkir yang ada, karena sudah mencapai waktu yang ditentukan untuk ditutup. Sampai-sampai kendaraan teman saya, yang merupakan anak rektor (teman saya yang merupakan anak rektor, bukan kendaraannya), juga terkurung akibat peraturan itu. Hehehehe….

 

Kesimpulan dari peraturan baru pengaturan lalu lintas intern kampus yang saya tarik adalah:

 

Tinjau kembali peraturan tersebut karena TIDAK SOLUTIF dan MERUGIKAN MAHASISWA. Apalagi mahasiswa yang sering pulang malam dan membawa kendaraan, terlebih karena ada beberapa mahasiswa dari program studi tertentu yang memang harus pulang malam dan membawa kendaraan untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya atau Tugas Akhir sampai malam hari.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!