Semua yang Hidup Akan Kembali Mati

Waduh, judul postingan ini bukan bermaksud nyerem-nyeremin loh. Tapi setelah sang kakek dipanggil oleh Yang Maha Kuasa kamis dini hari kemarin, gw jadi [kembali] tersadar, bahwa semua yang hidup pasti akan mati.

Continue reading ‘Semua yang Hidup Akan Kembali Mati’

Weekend DoubleShot

Weekend ini gw lewatkan dengan menonton dua film yang terbilang baru dan masih hangat di pasaran [halah]. Yaitu meet dave dan wanted

Info menarik namun ga pentingnya adalah, gw menonton kedua film ini di fX. Hehe..

Continue reading ‘Weekend DoubleShot’

Not in the Mood

Sesuai judul, currently i’m not in the mood writing any posts in this blog [thx dsh :P]. Sebenarnya ada beberapa topik yang mau saya tulis di sini, tapi berhubung rutinitas dan kesibukan yang tiada henti [termasuk sibuk main, jalan-jalan dan juga pastinya sibuk kerjaan], hasrat menulis di blog ini sedang turun. Kondisi ini bukan yang pertama kalinya saya rasakan, waktu itu saya juga pernah berada di kondisi ini, dan pada akhirnya saya bisa mengembalikan hasrat untuk menulis di blog ini. Hehehe..

Continue reading ‘Not in the Mood’

Selamat untuk Antarmuka!

Selamat untuk Antarmuka!
Selamat untuk Antarmuka! Nyelametinnya pake status YM dulu.. :P

Dapet email dari imagine cup: [biar beda dikit sama yang ngutip dari kompas, detik, ato pengumuman di imaginecup.com :P]

The Rural Innovation Achievement Award, sponsored by Microsoft’s Unlimited Potential Group, is designed to recognize the software solution that contributes toward a more sustainable environment and best helps promote the social and economic growth of underserved populations in developing countries and regions and best helps them better meet their basic needs. It was won by Indonesia’s Antarmuka: Arief Widhiyasa, Dimas Yusuf Danurwenda, Ella Madanella Dwi Mustika and Erga Ghaniya.

Selamat yah! Kita tunggu traktirannya!!
Hehehe…

Continue reading ‘Selamat untuk Antarmuka!’

Mbedol Desa ke BSD

Setelah sebulan mengarungi per-KP-an, akhirnya kali ini saya mau cerita blak-blakan bagaimana saya mbedol desa ke BSD city dari pusat kota yang biasa disebut Blok M. Dibandingkan iqbal dan shena yang pulang pergi naik mubil dan tinggal melewati JORR langsung ke rumah masing, saya dengan penuh perjuangan harus pulang pergi dengan trans BSD dari halte ratu plaza.

Continue reading ‘Mbedol Desa ke BSD’

Go AntarMuka Go!

Good luck buat arief, ella, dimas dan erga yang sepertinya skarang udah sampe di paris setelah flight belasan jam dari cengkareng. Mereka ke paris dengan misi penting: mewakili Indonesia di Final Software Design Imagine Cup.

Ya slamat berjuang lah buat tim AntarMuka.. :D

*Jangan lupa laporan buat biner dan oleh2nya :P 

Obsesi: Photojournalist

Bukan, ini bukan salah satu serial iklan merk rokok yang apalah itu merknya gw ga apal dan gw ga perlu tau. Well, kali ini gw mau cerita, gw punya sebuah obsesi yang makin kesini makin menggebu-gebu, hehe.. Entah mengapa makin ke sini gw pengen iseng-iseng jadi photojournalist, ya ato jadi fotografer.

Foto sendiri menurut gw [hasil pengamatan dan ngubek2 di beberapa artikel, forum, dan sebagainya] punya beberapa point, atau bisa dibilang punya beberapa unsur yang membangun sebuah foto. Ada komposisi, tonal warna, pencahayaan, teknik pengambilan, momen, cerita dari foto, olah digital, dan lain2. Nah, biasanya gw dominan menilai foto-foto dari segi momen dan cerita [bisa berarti foto2 gw (masih) mementingkan moment dan cerita ketimbang yang lainnya, ya walaupun gw tetep mau mempelajari unsur2 lainnya, termasuk ngegoreng foto PS :P]. Nah dari sini gw jadi concern sama fotografer olahraga, lalu foto2 di koran, majalah dan media lainnya. Dari sini gw kepikiran, kayaknya seru juga bisa ngerekam moment2 penting dan fotonya pun bercerita. Mau candid [obsesi gw lain adalah candid-in kelakuan polisi :P], ato mau yang bener2 liputan, gw pengen-pengen aja. Eits, ada tapinya, masih kendala di modal seorang tukang foto: kamera. Hehehe..

Kamera yg biasa gw pake lagi rusak, dan blum diperbaiki. Mau ada rencana beli kamera tapi belum terealisasi karna satu dan lain hal. Jadi ya obsesi dan salah satu hobi baru gw blum bisa tersalurkan dengan matang. Hehehe… Jadi kalo ada yg mau ngasih dslr, nikon boleh, canon jadi, gw terima dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.. :P

Suka Duka Ngurus FNO

Kali ini gw mau cerita [hati2 curhat colongan is included too.. :P] tentang suka duka ngurus beberapa acara ngumpul, khususnya ngurus Friday Nite Out [selanjutnya disebut FNO]. Ya sperti yg kita ketahui FNO KP-ers Jakarta juga baru 2 kali dalam waktu 3 minggu ini. Pertama tanggal 13 Juni dan kedua 27 Juni. Gw cerita kilas balik dulu yah.. :D

FNO pertama bertempat di foodcourt senayan city. Jumlah yang dateng gw ga terlalu ngitung, tapi kalo g salah kita pake 5 meja food court, dan kisaran gw ada 25-30 orang yang dateng. Awalnya gw bingung buat nginisiasi si FNO ini gara2 gw juga mikirin meeting point yang strategis, enak, asik buat rame2an, dan ga mahal. Dari kriteria ini terpilih lah senayan city dan kemang, buat jadi kandidat tempat FNO. Setelah dipikir-pikir, hari kamis yang notabene H-1 ditetapin bahwa FNO pertama ada di foodcourt senayan city. Dengan pertimbangan senayan city lebih memenuhi kriteria yang gw sebutin sebelumnya. Kita janjian jam 1/2 7 an udah mulai ngumpul, namun ya bukan jakarta yang punya tingkat kemacetan tahap akut, yang membuat orang-orang pada telat nyampe. Gw dan iqbal yang brangkat dari bsd jam 1/2 6 pun baru nyampe venue jam 1/2 8 [well, dari bsd kita ke setiabudi dulu njemput BIers dan fany di sana, baru ke senci]. Acara dirancang cuman buat makan2 doang, sekedar makan malam bersama lalu ngobrol2 sharing pengalamannya. Nah, di sini gw agak kecewa karna kayak gw baru nyampe, taunya udah pada balik anak2nya, hehehe.. Itu juga gara2 gw telat dateng sih.. hehehe… Tapi ga apa2, gw seneng bisa ketemu teman2 yang dateng ke FNO :D

Continue reading ‘Suka Duka Ngurus FNO’

Kami Tidak Brutal dan Anarkis!

Saya mengambil judul ini dari sini. Dimana pada link tersebut diberitakan bahwa beberapa mahasiswa dari beberapa universitas di Jakarta mengadakan demonstrasi di depan mabes Polda Metro Jaya. Salah seorang mahasiswa menyorakkan, “Mahasiswa tidak brutal dan tidak pernah buat keributan. Jika ada kerusuhan atau bentrokan itu hasil dari provokasi pemerintah!”.

Kita tahu sendiri kemarin terjadi dua buah demonstrasi yang berujung pada kerusuhan. Yang satu di depan Gedung DPR/MPR dan satu lagi di depan Universitas Atma Jaya, Semanggi. Di DPR berujung pada robohnya pagar depan gedung DPR/MPR, lalu pagar jalan tol, dan ditutupnya jalan Gatot Subroto dan jalan tol lingkar dalam dari lalu lalang kendaraan. Di depan Atma Jaya berujung pada “disita” lalu dibakarnya sebuah toyota avanza berplat merah yang sedang terjebak macet di jl. Sudirman.

“Mahasiswa” yang katanya membela rakyat dengan cara berdemonstrasi menuntut ini itu, pada ujungnya berbuat brutal dan anarkis. Merusak aset-aset pihak lain, membuat macet jalan raya, menelantarkan ratusan calon penumpang angkutan umum, melumpuhkan busway, dan meresahkan masyarakat. Nah di sini ada hal yang aneh, yaitu yang katanya membela rakyat, malah jadi meresahkan rakyat.

Jika kita lihat pemberitaan di sini, pihak intelijen menjelaskan bahwa aktor dibalik kerusuhan 24 juni 2008 ini sudah diketahui. Namun aktor tadi masih bebas dan sedang di luar negeri. Ah, saya tidak tahu mana yang benar.

Jika kita runut kembali ke belakang, dengan adanya banyak kasus demonstrasi yang berujung anarkis, apalagi yang membawa nama “mahasiswa”. Secara awam, nama mahasiswa, apalagi nama mahasiswa sebagai pembela rakyat, jelas-jelas menjadi buruk. Demo sana sini, ujung-ujungnya rusuh sana sini. Mau demo ini, demo itu, ujung-ujungnya bentrok.

Ayo lah, mahasiswa adalah penerus bangsa ini ke depannya. Jangan berlagak semacam solidaritas lalu rusuh, solidaritas yang salah itu. Solidaritas yang benar adalah jika kalau ternyata masuk provokator yang memprovokasi ini itu dengan iming-iming ini itu, baru kita lawan. Boleh kita tuntut apa-apa yang memang pantas kita tuntut, tapi janganlah anarkis! Mau disebut sebagai generasi barbar?

Kembali ke judul awal, kasihan dong teman-teman kita yang protes atas hal yang ternyata bisa jadi pada nyatanya mahasiswa yang katanya intelek malah barbar?

Kita semua di sini butuh solusi. Hidup di jaman sekarang makin susah. Memang kita akui hidup makin susah. Jangan kita buat tambah susah lagi lah. Harga minyak memang naik. Semua orang di dunia tau itu. Apa tidak ada cara lagi agar “mahasiswa” dapat perhatian selain merusuh? Ayo kita mulai cari solusi konkrit, dengan cara yang intelek juga. Kalau demo, ya silakan demo, tapi ya jangan ganggu masyarakat lain dalam beraktivitas. Lebih bagus lagi mahasiswa turun ke riset dalam mencari solusi yang lebih konkrit dan bisa jadi berguna bagi bangsa ini. Ya sesuai bidangnya lah, bisa jadi teman-teman yang fokus pada ilmu kebumian bisa menghasilkan sumber energi baru yang berasal dari bumi kita. Teman-teman dari informatika juga dapat memberikan kontribusi dalam bentuk software penunjang, atau semacam surveyor, aplikasi untuk forecasting sesuatu, atau lainnya. Semua bidang keilmuan dapat membantu mencari solusi konkrit untuk menjawab tantangan ini.

Sudah lah, tulisan ini hanya sebuah tulisan yang hanya mengutarakan pendapat saya saja. Harapan saya agar kita mahasiswa, penerus bangsa Indonesia, calon pemimpin bangsa ini, dapat berkontribusi dalam kehidupan ini dan menjadi pencari solusi, bukan hanya bisa jadi tukang protes dan menggerutu.

Jayalah Indonesiaku.

Big Sale?

Big Sale?

Yah, beginilah kalo ada big sale di mall. Masuknya ngantri, keluarnya rame. Harganya? Ya harga sensasi sale aja :P

Next Page »


Hottest News

Mau tau cerita seru KP [Kerja Praktek] IF '05 dari sabang sampe timika? :P
TKP: Tjerita Kerdja Praktik

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih 'sampah' daripada 'kumpulan sampah2' ini, hehe.. Anda bisa mengunjungi tumblelog saya di http://inipunyapaw.tumblr.com

Jika ingin melihat tulisan2 yang lebih punya 'taste', Anda bisa mengunjungi biro kuliner di http://birokuliner.wordpress.com
Dijamin kenyang! Hehe.. Terima kasih :D

Disclaimer

This is my personal blog. All opinions and thoughts expressed here represent my own, not other people or organizations that I may be related or not with my opinions. All quotations, images, comments, trackbacks, and pingbacks are owned by their respective owners. I disclaim any responsibility for their contents. Jika terjadi kesamaan nama, tokoh, alamat, dll. hanyalah kebetulan belaka, dan bukan rekayasa. Hehehe...

Archives

Blog Stats

  • 28,256 hits